Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak Sejak Lahir

Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak Sejak Lahir
IBU & ANAK 30 January 2018

Halodoc, Jakarta – Jika vaksin adalah virus yang dilemahkan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh, maka imunisasi adalah program pencegahan penyakit menular dengan memberikan vaksin agar seseorang menjadi kebal terhadap penyakit. Program ini dimulai sejak usia bayi hingga masuk sekolah, dengan jenis imunisasi yang berbeda-beda.

Memangnya, kenapa bayi harus diimunisasi? Jawabannya adalah karena sejak bayi lahir, mereka harus segera mendapatkan perlindungan agar tidak terserang penyakit infeksi menular. Sayangnya, beberapa ibu memilih untuk tidak mengimunisasi anaknya karena khawatir anak menjadi demam. Padahal, demam merupakan respon tubuh terhadap imun yang telah dimasukkan dan akang hilang dalam 1-2 hari. 

Karena itu, agar Si Kecil tidak terserang penyakit infeksi menular, maka perlu dilakukan imunisasi sejak Si Kecil lahir. Bahkan, pemerintah melalui Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mewajibkan lima jenis vaksin untuk anak. Apa saja sih? Intip di sini, yuk!

Hepatitis B

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke Si Kecil saat proses kelahiran yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali, yaitu suntikan pertama saat lahir atau diberikan pada 12 jam setelah kelahiran, suntikan kedua saat berusia 2 bulan, suntikan ketiga saat berusia 3 bulan, dan suntikan keempat saat berusia 4 bulan.

BCG

Pemberian vaksin BCG umumnya dilakukan pada saat Si Kecil baru lahir, atau paling lambat diberikan sebelum Si Kkecil berusia 3 bulan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit TB (tuberkulosis) yang menyerang bagian paru-paru. Vaksin ini diberikan sekali saja karena antibodi TB akan terus seumur hidup.

Polio

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan saraf motorik. Vaksin ini dapat diberikan secara oral sebanyak 4 kali, yaitu saat baru lahir, usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Vaksin ini juga akan diberikan kembali (booster) pada saat imunisasi vaksin DPT atau saat Si Kecil berusia 18 bulan.

DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

Vaksin ini diberikan untuk mencegah terjadinya difteri, pertusis, dan tetanus pada Si Kecil sebanyak 3 kali, yaitu DPT I di usia 2 bulan, DPT II di usia 3 bulan, dan DPT III di usia 4 bulan. Sedangkan booster atau penguat vaksin bisa diberikan kembali saat Si Kecil berusia 18 bulan, 5 tahun, 10 tahun, dan 18 tahun.

Campak

Vaksin campak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan dan 6 tahun untuk mencegah penyakit campak. Jika sampai usia 12 bulan belum mendapatkan imunisasi campak, maka Si Kecil di rekomendasikan untuk mendapatkan imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan. Kabar baiknya, campak hanya akan menyerang tubuh sekali seumur hidup. Jadi, jika Si Kecil sudah pernah terkena campak, maka Si Kecil tidak perlu diimunisasi lagi.

Jika ibu khawatir akan efek samping imunisasi dan tidak ingin menyertakan Si Kecil dalam program imunisasi, coba pertimbangkan kembali. Karena sebenarnya, efek samping dari imunisasi lebih kecil dibandingkan manfaatnya sepanjang hidup. Nah, jika ibu memiliki pertanyaan tentang imunisasi untuk Si Kecil, ibu bisa bicara ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya kapan saja dan dimana saja.

Atau, jika ibu penasaran dengan kadar kolestrol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain, ibu bisa cek melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah! Ibu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemui ibu pada waktu yang sudah ditentukan. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan ibu atau Si Kecil di Halodoc. Ibu hanya tinggal order lewat aplikasi Halodoc, dan pesanan ibu akan diantar dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

KECANTIKAN

17 September 2018

Superman Complex dapat berkembang dari perasaan dan kejadian kecil di sekitar kita. Seperti terlalu seringnya ...

Selengkapnya

SEKS

17 September 2018

Agar tak susah ereksi saat memakai kondom, kenali tiga hal yang bisa memicunya. ...

Selengkapnya

IBU & ANAK

17 September 2018

Agar perkembangan bicara anak lancar, sebaiknya ibu perlu mengetahui dampak gadget bagi dirinya....

Selengkapnya