01 March 2019

Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik?

Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik?

Halodoc, Jakarta - Sebagai salah satu jenis gangguan kepribadian, nama narsistik atau yang juga dikenal dengan sebagai Narcissistic Personality Disorder mungkin sudah tak asing. Gangguan ini membuat pengidapnya merasa jauh lebih penting dari orang lain, selalu ingin dipuji atau dibanggakan, serta memiliki empati yang rendah terhadap orang lain.

Namun, di balik rasa percaya diri tinggi yang dimilikinya, pengidap narsistik sebenarnya sangat rapuh dan mudah putus asa ketika menerima sedikit saja kritikan. Itulah sebabnya gangguan kepribadian ini dapat memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan, apabila tidak ditangani secara cepat. Ciri dan gejala narsistik dapat muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Namun, tidak semua gejala yang dialami dapat berlanjut menjadi sebuah gangguan kepribadian.

Baca juga: Percaya Diri atau Narsistik? Ketahui Bedanya

Ciri-ciri dan gejala yang dimaksud dapat berupa:

  • Menilai diri sendiri terlalu tinggi dibandingkan orang lain secara berlebihan.
  • Menganggap diri dianggap superior tanpa adanya pencapaian yang pantas.
  • Melebih-lebihkan pencapaian dan bakat diri.
  • Meyakini diri sendiri sebagai seseorang yang superior dan meyakini bahwa hanya orang-orang yang sama istimewanya yang akan memahami hal tersebut.
  • Memiliki preokupasi atau pikiran dipenuhi dengan fantasi mengenai kesuksesan, kekuasaan, kepandaian, kecantikan atau ketampanan, atau mengenai pasangan yang sempurna.
  • Memiliki kebutuhan untuk selalu dipuji atau dikagumi.
  • Merasa istimewa.
  • Mengganggap bahwa dirinya pantas diberi perlakuan spesial dan bahwa hal itu sebagai suatu hal yang wajar di mata orang lain.
  • Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
  • Tidak mampu untuk meraba rasa atau menyadari perasaan atau kebutuhan orang lain.
  • Merasa cemburu terhadap orang lain dan merasa orang lain cemburu terhadap diri sendiri.
  • Memiliki perilaku yang arogan

Baca juga: Orangtua Berpotensi Memunculkan Gangguan Kepribadian Narsistik pada Anak

Mengapa Seseorang Bisa Memiliki Gangguan Kepribadian Narsistik?

Hingga saat ini, penyebab pasti dari gangguan kepribadian narsistik belum diketahui. Meskipun begitu, berdasarkan para ahli, perilaku orangtua sangat berkaitan dengan gangguan kepribadian narsisistik ini, termasuk kekerasan, ditinggalkan, dimanjakan, dan apabila anak dipuji terlalu berlebihan. Namun, ada beberapa hal atau pola asuh pada masa kecil yang diduga dapat memicu terjadinya gangguan ini, yaitu:

  • Orangtua terlalu mengkritik saat anak merasa takut dan gagal.
  • Orangtua terlalu mengelukan keistimewaan yang dimiliki anak.

Harus Bagaimana?

Ketika didiagnosis mengalami gangguan kepribadian narsistik, menjalani psikoterapi merupakan perawatan terbaik yang bisa dilakukan bersama psikiater maupun psikolog. Terapi ini dapat membantu pengidap gangguan untuk lebih peka terhadap orang lain dan membantu pengidap untuk memahami perasaan dan perilakunya sendiri. Terdapat juga metode lain bernama metode perilaku kognitif yang dapat membantu menemukan perilaku yang tidak sehat dan mengubahnya dengan yang sehat. Selain itu, obat anti depresi juga kadang digunakan bagi pengidap yang mengalami depresi maupun kecemasan.

Baca juga: Enggak Mau Dengar Kritik, Ciri Gangguan Kepribadian Narsistik

Itulah sedikit penjelasan tentang gangguan kepribadian narsistik. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, psikiater, atau psikolog pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter, psikiater, atau psikolog yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!