• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Komplikasi yang Disebabkan MERS?

Apa Saja Komplikasi yang Disebabkan MERS?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apa Saja Komplikasi yang Disebabkan MERS?

Halodoc, Jakarta - MERS atau Middle East Respiratory Syndrome terjadi karena infeksi virus MERS-CoV. Namun, virus ini tidak sama dengan virus penyebab penyakit yang mirip dengan MERS, yaitu SARS dan COVID-19. Gangguan pernapasan ini ditemukan pertama kali pada tahun 2012 silam di Arab Saudi. Tidak memakan waktu lama, penyakit ini pun menyebar ke negara di bagian Timur Tengah dan seluruh penjuru dunia.

Sebagian besar kasus MERS ditularkan dari orang-orang yang bepergian ke negara di bagian Timur Tengah. Meski begitu, penularan juga bisa terjadi dari orang Timur Tengah yang bepergian ke negara lain. Kebanyakan pengidap gangguan pernapasan ini mengalami infeksi pada saluran napas bagian bawah yang mirip dengan kondisi pneumonia dengan tanda berupa batuk, demam, dan sesak napas. 

Baca juga: Penanganan Pertama yang Bisa Dilakukan saat Terinfeksi MERS

Tidak hanya itu, MERS juga bisa mengakibatkan gagal ginjal dan gagal napas, dan kebanyakan kasus penyakit ini bersifat mematikan dan mengancam nyawa. Setidaknya, 3 hingga 4 orang dari 10 pengidap penyakit ini harus kehilangan nyawanya. Inilah mengapa, pengidap MERS harus segera mendapatkan penanganan. 

Proses Penularan Penyakit MERS

Ada dua cara penularan dari virus yang menyebabkan penyakit MERS, yaitu:

  • Penularan dari Hewan ke Manusia

Infeksi virus MERS-CoV ternyata bisa menyerang unta, di mana hewan inilah yang menularkan virus pada manusia. Penularan ini bisa terjadi melalui kontak langsung atau mengonsumsi susu dan daging unta yang tidak melalui proses pemasakan atau tidak dimasak sampai matang sepenuhnya. 

  • Penularan dari Manusia ke Manusia

MERS juga bisa menular dari manusia ke manusia lainnya melalui ingus atau percikan air liur ketika batuk. Akan tetapi, penularan penyakit ini bisa dibilang tidak semudah seperti flu. Sebagian besar penularan terjadi melalui kontak langsung antara orang sehat dengan orang sakit yang tinggal di satu rumah. 

Baca juga: Penularan MERS Bisa Terjadi dengan Cara Ini

Komplikasi MERS yang Tidak Ditangani

Tidak adanya penanganan atau melakukan penanganan secara tidak benar akan membuat MERS rentan mengalami komplikasi. Berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Gagal ginjal.
  • Gagal napas.
  • Pneumonia.
  • Syok septik, yaitu kondisi ketika terjadi penyebaran bakteri ke seluruh tubuh yang memicu tekanan darah menjadi begitu rendah. Kondisi ini mengakibatkan tubuh seseorang mengalami syok. 

Pencegahan MERS yang Bisa Dilakukan

Segera lakukan pengobatan di rumah sakit jika kamu mendapati adanya gejala-gejala yang mengarah pada kondisi saluran pernapasan bagian bawah atau MERS. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji berobat ke rumah sakit, sehingga tidak perlu lagi mengantre dan pengobatan pun bisa segera dilakukan. 

Baca juga: Bahaya Penyakit MERS bagi Pengidap Hipertensi

Melakukan tindakan pencegahan pun diperlukan sehingga tubuh terlindungi dari bahaya penyakit MERS. Berikut ini beberapa cara mencegah MERS yang bisa kamu lakukan:

  • Menghindari bepergian ke daerah pandemi seperti daerah Timur Tengah. 
  • Menghindari kontak langsung dengan unta atau orang-orang yang mengidap MERS.
  • Selalu mencuci tangan menggunakan sabun setiap kali selesai beraktivitas, setelah menggunakan toilet, dan sebelum makan.
  • Hindari konsumsi susu atau daging unta yang tidak melalui proses pemasakan.
  • Menggunakan masker ketika berada di luar rumah. 
  • Gunakan disinfektan dan bawa selalu hand sanitizer guna berjaga-jaga jika kamu tidak menemukan air bersih untuk mencuci tangan. 
  • Hindari menyentuh area wajah sebelum mencuci tangan. 

Tidak ada salahnya untuk melakukan vaksin influenza guna meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang virus ini. Jangan lupa, konsumsi vitamin guna membantu menjaga kesehatan dan daya tahan. Tidak perlu keluar rumah untuk menghindari interaksi dan kontak langsung, kamu bisa mendapatkan obat dan vitamin melalui aplikasi Halodoc dengan menggunakan layanan pharmacy delivery.



Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. Middle east respiratory syndrome coronavirus (mers-cov).
CDC. Diakses pada 2021. Mers.
NHS. Diakses pada 2021. Middle east respiratory syndrome (mers).