• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Membedakan Postpartum Depression dan Baby Blues? 

Apa yang Membedakan Postpartum Depression dan Baby Blues? 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kata siapa sederet masalah bumil akan berakhir ketika Si Kecil telah lahir dengan selamat? Pernah mendengar postpartum depression atau baby blues? Nah, kedua masalah ini bisa menghantui ibu kapan saja pascapersalinan.

Selama kehamilan dan pascapersalinan, seorang wanita jelas mengalami perubahan fisik, hormon, dan emosi yang luar biasa. Tidak jarang mereka mengalami perasaan sedih selama beberapa hari pertama atau minggu ke depan. Di sini tubuh dan emosi mereka menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

Lantas, apa sih perbedaan dari postpartum depression dan baby blues? Penasaran? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Ibu Baru Bisa Alami Baby Blues Syndome, Ini Cara Mengatasinya

Baby Blues Bisa Diatasi

Seperti penjelasan di atas, baby blues syndrome terjadi setelah melahirkan akibat berbagai perubahan pada fisik dan psikis ibu. Kehadiran bayi bisa membuat ibu merasa bingung dan khawatir terkait cara merawat bayi dengan baik. Baby blues bertahan paling lama dua, hingga tiga minggu.

Menurut data penelitian, sekitar 80 persen ibu yang baru memiliki anak mengalami baby blues sampai tingkat tertentu. Untungnya kondisi ini tidak bertahan selama beberapa bulan. Di samping itu, baby blues juga tidak membuat seorang ibu merasa sedih, tidak berharga, tidak berdaya, putus asa, dan tidak dapat merasakan kegembiraan apa pun.

Baby blues bukanlah postpartum depression atau depresi pascapersalinan. Sayangnya, tak sedikit orang yang keliru untuk membedakan kedua kondisi ini. Alasannya, garis atau batas baby blues dan postpartum depression tidak jelas, karena begitu banyak perubahan yang terjadi pada kondisi psikis ibu. 

Hal yang perlu diingat, baby blues merupakan kondisi yang bisa diatasi setelah beberapa waktu. Bagaimana caranya? Tentunya dengan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat. Ibu bisa berbagi cerita atau perasaan dan kegelisahannya pada orang yang dipercaya. Di samping itu, berilah waktu pada diri untuk beradaptasi dengan rutinitas baru yang harus dijalani, hingga terbiasa menyesuaikan diri dengan baik. 

Baca juga: Wanita Karier Berpotensi Alami Baby Blues Syndrome, Benarkah?

Postpartum Depression Lebih Gawat

Lalu, apa perbedaan postpartum depression dan baby blues? Singkat kata, postpartum depression terbilang lebih serius ketimbang baby blues. Ibu yang mengalami depresi pascapersalinan membutuhkan bantuan segera.

Nah, andaikan baby blues syndrome tak kunjung membaik setelah dua minggu, sebaiknya ibu atau anggota keluarga lainnya perlu harap-harap cemas. Sebab ada kemungkinan ibu mengalami postpartum depression. Kondisi ini bisa menyebabkan kekhawatiran yang berat, sehingga membuat ibu merasa putus asa, bahkan tak merasakan adanya ikatan dengan bayi. Tuh, bikin resah kan? 

Lalu, seperti apa saja sih gejala postpartum depression atau depresi pasca melahirkan?

  • Tidak bisa tidur, bahkan ketika kelelahan.

  • Kehilangan nafsu makan atau makan lebih banyak dari biasanya.

  • Mengisolasi dirinya sendiri.

  • Berpikir untuk melukai diri atau bayinya.

  • Hilangnya minat terhadap hal yang disukainya. 

  • Mengalami kesulitan untuk menyusui bayi.

  • Mengalami perubahan suasana hati yang drastis.

  • Menangis terus-menerus.

  • Muncul pikiran tentang kematian atau keinginan bunuh diri.

Tuh, tidak main-main bukan kondisi  postpartum depression? Oleh sebab itu, segeralah temui dokter atau psikolog bila mengalami gejala-gejala di atas. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan penanganan atau saran yang tepat. 

Ibu bisa kok bertanya langsung pada psikolog atau dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Feeling depressed after childbirth.
Psychology Today. Diakses pada 2020. The Difference Between Baby Blues and Postpartum Depression.
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Postpartum Depression.
Parents. Diakses pada 2020. Ways to Prevent Postpartum Depression. 
WebMD. Diakses pada 2020. Is It Postpartum Depression or ‘Baby Blues’?