Apa yang Menyebabkan Seseorang Alami Sirosis?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Apa yang Menyebabkan Seseorang Alami Sirosis?

Halodoc, Jakarta - Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol untuk menghindari berbagai gangguan pada kesehatan, salah satunya pada organ hati. Apalagi jika kamu mengalami beberapa perubahan pada tubuh seperti munculnya tanda yang berbentuk sarang laba-laba pada kulit. Tidak hanya itu, perubahan nafsu makan yang disertai rasa mual juga perlu diwaspadai sebagai gejala dari penyakit sirosis.

Baca juga: Kenalan dengan Sirosis dan Gejalanya

Penyakit sirosis adalah gangguan kesehatan yang menyerang hati ketika terbentuk jaringan parut akibat adanya infeksi virus atau pengonsumsian alkohol secara berlebihan. Infeksi virus dan konsumsi alkohol dapat menyebabkan cedera pada hati, kondisi ini membuat hati membentuk jaringan parut untuk mengatasi cedera. Akibatnya, jaringan parut yang terbentuk semakin banyak mengganggu fungsi hati dalam tubuh.

Ketahui Penyebab Seseorang Alami Sirosis

Umumnya, sirosis dapat terjadi pada pengidap penyakit liver dalam jangka waktu yang cukup panjang. Selain itu, ada beberapa faktor untuk meningkatkan risiko seseorang mengalami sirosis, seperti pengonsumsian alkohol dan kebiasaan merokok. Tidak hanya dapat mencederai hati, kebiasaan ini juga mengganggu kesehatan organ tubuh yang lain seperti jantung dan paru-paru.

Pengidap hepatitis B dan hepatitis C rentan alami sirosis. Tidak ada salahnya untuk segera atasi penyakit hepatitis yang kamu alami agar kondisi tidak semakin memburuk dan sebabkan sirosis pada tubuh.

Perlemakan hati atau dikenal dengan hepatic steatosis bisa menjadi salah satu kondisi yang menyebabkan sirosis. Perlemakan hati adalah kondisi ketika terjadi penumpukan lemak berlebihan pada organ hati. 

Penumpukan zat besi dalam tubuh dan logam tembaga pada hati juga dapat meningkatkan risiko seseorang alami sirosis. Tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit sirosis dengan melakukan beberapa cara seperti menghindari mengonsumsi alkohol secara berlebihan, menjaga berat badan agar terhindar dari kondisi obesitas, menjaga pola makan menjadi seimbang, dan melakukan vaksin hepatitis B.

Baca juga: 2 Perbedaan Hepatitis dan Sirosis Hati

Inilah Gejala Sirosis

Ketahui gejala yang muncul pada pengidap sirosis agar bisa melakukan pengobatan lebih dini. Awalnya, penyakit sirosis memang tidak menyebabkan gejala yang cukup serius. Namun, dengan bertambahnya jaringan parut pada hati tentu kondisi ini mengganggu fungsi hati dan menyebabkan gejala yang muncul.

Umumnya, pengidap sirosis alami rasa lemas sepanjang hari yang disertai dengan perut kembung, nyeri perut, mual dan muntah. Tidak hanya itu, pengidap sirosis mengalami penurunan nafsu makan yang disertai penurunan berat badan yang cukup drastis. Gejala yang khas adalah munculnya tanda seperti sarang laba-laba pada kulit.

Pada wanita, kondisi sirosis dapat menyebabkan gangguan menstruasi. Sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan kamu pada rumah sakit terdekat ketika gejala sirosis semakin parah dan menyebabkan perut membesar, mudah mengalami memar, penyakit kuning, mengalami feses bercampur darah, dan mengalami penurunan kesadaran.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Pengidap Sirosis

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan penyakit sirosis. Penyakit ini dapat terdeteksi dengan melakukan pemeriksaan darah, uji pencitraan dengan menggunakan USG, CT Scan atau fibroscan untuk mengetahui kondisi kerusakan hati dan biopsi organ hati. Penyakit sirosis yang tidak segera diatasi bisa menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan, seperti gangguan otak, kanker hati dan gagal hati.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cirrhosis
Web MD. Diakses pada 2019. Cirrhosis and Your Liver
NHS. Diakses pada 2019. Cirrhosis