• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Benar Ayah Juga Bisa Mengalami Baby Blues?

Apakah Benar Ayah Juga Bisa Mengalami Baby Blues?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Baby blues syndrome atau postpartum distress syndrome adalah kondisi yang rentan dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan. Baby blues ditandai dengan perubahan suasana hati, di mana ibu mungkin merasa sangat sedih, cemas dan gundah berlebihan. Baby blues umumnya terjadi pada 14 hari pertama melahirkan dan bisa memburuk pada 3-4 hari pasca melahirkan. 

Walaupun kebanyakan kasus baby blues dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan, apakah baby blues juga bisa dialami oleh ayah? Ternyata, ini faktanya. 

Baca juga: Buat Ibu Baru, Cegah Baby Blues dengan Cara Ini

Apakah Ayah Juga Bisa Mengalami Baby Blues?

Faktanya, ayah juga bisa mengalami baby blues setelah Si Kecil lahir. Melansir dari Baby Centre, penelitian menunjukan bahwa satu dari 10 ayah mengalami depresi pascanatal atau depresi setelah kelahiran bayi. Kondisi ini kemungkinan besar dimulai dalam tiga bulan hingga enam bulan setelah kelahiran Si Kecil. Meski begitu, jenis depresi ini bisa dimulai lebih awal atau lebih lambat. 

Seperti ibu baru, seorang ayah juga membutuhkan dukungan, dorongan, kepastian, dan tempat yang aman untuk menyampaikan kekhawatiran yang mereka rasakan. Namun, apa yang seorang ayah rasakan tidak sama dengan baby blues yang dirasakan ibu beberapa hari setelah melahirkan. Baby blues pada ibu biasanya berhubungan dengan perubahan hormonal dan cepat hilang. Sedangkan depresi pascanatal dapat dimulai lebih lambat dan berlangsung lebih lama daripada baby blues.

Faktor Penyebab Baby Blues pada Ayah

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan ayah mengalami depresi. Penyebab yang paling umum adalah:

  • Takut menjadi ayah. Hal ini mungkin dipicu oleh kekhawatiran tentang tanggung jawab yang lebih besar menjadi seorang ayah.
  • Mengkhawatirkan finansial. Seorang ayah bisa merasa tertekan tentang beban finansial yang lebih besar setelah hadirnya sang buah hati. 
  • Kekhawatiran dengan peran baru. Ayah mungkin khawatir apakah dirinya bisa menjadi ayah yang baik. Kekhawatiran ini bisa lebih besar ketika ayah memiliki kenangan yang tidak menyenangkan dari masa kecil.

Hal yang menyebabkan stres semakin parah adalah pria tidak selalu didorong untuk membicarakan perasaan atau berbagi ketakutan yang mereka miliki. Banyak pria yang mungkin merasa bahwa sebagai seorang laki-laki, masalah harus dihadapi dan ditangani sendiri. Sayangnya, memendam emosi seperti ini justru meningkatkan stres. 

Baca juga: Postpartum Depression dan Baby Blues, Lebih Parah yang Mana?

Meskipun mungkin sulit pada awalnya, cobalah untuk membicarakannya dengan pasangan. Bicarakan tentang perubahan dalam hidup, saling mendukung dan cari jalan keluar bersama dengan pasangan. Tidak hanya dengan pasangan saja, ayah juga bisa bicara dengan anggota keluarga lainnya atau teman tentang apa pun yang membuat ayah khawatir. 

Tanda Seorang Ayah Mengalami Baby Blues

Terkadang depresi dipicu oleh permasalahan yang lebih rumit dan serius. Hal ini kemudian bisa mengembangkan depresi berat yang ditandai dengan gejala berikut:

  • Merasa lelah dan cemas.
  • Terobsesi dengan keuangan.
  • Mulai menarik diri dari keluarga .
  • Mudah tersinggung atau tidak toleran.
  • Sulit tidur atau tidur terlalu banyak.

Baca juga: Bagaimana Baby Blues Pengaruhi Kesehatan Bayi?

Beberapa gejala utama depresi pascanatal adalah perasaan sedih, depresi, atau putus asa, dan kehilangan minat atau kesenangan dalam melakukan hal-hal yang disukai. Jika ibu melihat tanda-tanda ini dari pasangan, ibu bisa menghubungi dokter atau psikolog lewat aplikasi Halodoc untuk bertanya seputar penanganannya. Lewat aplikasi ini, ibu dapat menghubungi mereka kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Baby Centre. Diakses pada 2020. Can dads get the baby blues?
WebMD. Diakses pada 2020. New Dads Can Get the Baby Blues, Too.