• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Lupus Termasuk Penyakit Menular?

Apakah Lupus Termasuk Penyakit Menular?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Lupus adalah penyakit autoimun yang terjadi karena sistem imun menyerang jaringan dan organ di dalam tubuh. Organ yang terpengaruh oleh penyakit ini adalah kulit, persendian, ginjal, paru-paru, sistem saraf pusat dan hematopoiesis atau pembentukan darah. Lalu, apakah lupus termasuk penyakit menular?

Jawabannya, tidak. Lupus tidak bisa menular, baik lewat kontak langsung, udara, ataupun cairan tubuh pengidapnya. Meski demikian, lupus dapat diturunkan secara genetik. Risiko terkena lupus dapat lebih besar 8-20 kali lipat, jika memiliki saudara atau anggota keluarga yang juga mengidap penyakit ini. Variasi genetik yang menyebabkan mutasi gen tertentu turut berperan dalam terjadinya penyakit lupus.

Baca juga: Cari Tahu Tentang Penyakit Lupus

Lupus Tidak Hanya Genetik

Meski disebut bisa menurun secara genetik, tidak semua orang yang memiliki kecenderungan ini akan mengalami penyakit lupus. Sebab, lupus terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Adanya kerentanan secara genetik dan rangsangan dari lingkungan, dapat menyebabkan aktivasi berlebihan dari sel imun tubuh, sehingga mengganggu mekanisme toleransi tubuh. 

Hal ini menyebabkan tubuh memproduksi autoantibodi, yang akan mengenali sel tubuhnya sendiri sebagai benda asing. Kemudian, mereka akan membentuk kompleks imun dan melakukan proses penghancuran sel yang berkaitan dengan antibodi.

Adapun faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya lupus adalah paparan sinar ultraviolet (terutama ultraviolet B), infeksi, dan toksin. Paparan sinar UV yang berlebihan, dapat meningkatkan jumlah paparan antigen pada sistem imun, sehingga memicu kematian sel abnormal. Kalau dari infeksi, virus Epstein Barr diduga berperan dalam merangsang terjadinya lupus. 

Baca juga: Jenis Penyakit Lupus dan Cara Mengetahuinya

Perubahan hormon saat pubertas juga dapat memicu terjadinya lupus. Karena penyakit ini lebih banyak terjadi pada wanita ketimbang pria, ada dugaan bahwa estrogen dan hormon seks lainnya dapat menyebabkan manifestasi lupus. Hormon estrogen dapat memperpanjang autoreaktivitas dari sel limfosit (sel darah putih) dan kromosom X juga dapat bermutasi pada penyakit lupus. 

Pentingnya Mengenali Gejala Lupus Sejak Dini

Kamu patut mencurigai adanya penyakit lupus jika ditemukan tiga gejala, yaitu demam, nyeri otot, dan bercak merah. Selain itu, gejala klinis ditambah riwayat penyakit autoimun pada keluarga juga dapat meningkatkan kecurigaan adanya penyakit ini. Gejala lupus dapat muncul secara tiba-tiba, biasanya terjadi saat berusia remaja hingga 30 tahun. 

Gejala lupus juga sering kali diikuti periode remisi dan bisa menyerupai gejala penyakit lain. Oleh sebab itu, jika ditemukan gejala awal, biasanya diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis penyakitnya. Jika kamu menjumpai gejala awal lupus seperti yang disebutkan tadi, segera download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca juga: 4 Komplikasi Akibat Lupus yang Harus Diperhatikan

Lupus adalah penyakit yang berisiko tinggi menyebabkan kerusakan organ vital maupun non-vital. Identifikasi lupus sejak dini bermanfaat dalam mencegah terjadinya kesakitan dan kematian akibat penyakit lupus. Tiga komplikasi utama pada lupus yang perlu diwaspadai adalah gangguan ginjal, serangan jantung, dan penyakit jantung koroner. Selain itu, lupus juga bisa meningkatkan risiko keganasan (kanker).

Pengobatan untuk lupus biasanya dilakukan dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh dengan memberikan obat-obatan steroid. Obat ini dapat membantu meringankan gejala yang dialami dan mencegah kerusakan organ. Namun, diperlukan pengawasan ketat dari dokter, karena ada beberapa risiko efek samping yang mungkin ditimbulkan, seperti infeksi. 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Systemic Lupus Erythema Tosus SLE IN Children. 
The Journal of Pediatrics. 2018 May;196:22-30.e2. Diakses pada 2020. Childhood-Onset Systemic Lupus Erythematosus: A Review and Update.