15 November 2018

4 Komplikasi Akibat Lupus yang Harus Diperhatikan

Komplikasi lupus, penyakit lupus adalah

Halodoc, Jakarta - Kamu pasti sudah tidak asing mendengar istilah penyakit lupus. Lupus merupakan penyakit peradangan (inflamasi) kronis yang disebabkan oleh sistem imun atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri. Kondisi ini disebut juga dengan penyakit autoimun.

Lupus ini sendiri dapat menyerang berbagai bagian dan organ pada tubuh, seperti sendi, sel darah, kulit, jantung, paru-paru, ginjal, sumsum tulang belakang, dan otak. Pada kondisi normal, sistem imun akan melindung tubuh dari infeksi. Namun, berbeda dengan orang-orang yang mengidap penyakit lupus, karena sistem imun pada pengidap lupus justru akan menyerang tubuhnya sendiri.

Penyebab kondisi ini sendiri belum diketahui. Namun, sejauh ini diduga penyakit ini lebih banyak dialami oleh wanita. Berikut ini beberapa jenis penyakit lupus yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  1. Discoid lupus erythematosus, yaitu jenis lupus yang menyerang jaringan kulit, sehingga menyebabkan ruam-ruam.

  2. Neonatal lupus, yaitu penyakit lupus yang menyerang bayi yang baru lahir. Penyakit ini dialami oleh bayi yang dilahirkan ibu yang memiliki kelainan antibodi.

  3. Systemic lupus erythematosus (SLE), yaitu jenis lupus yang paling sering terjadi. Jenis penyakit ini menyerang berbagai jaringan seperti, sendi, kulit, otak, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah.

  4. Subacute cutaneous lupus erythematosus, yaitu lupus yang membuat jaringan kulit luka dan terbakar ketika terpapar sinar matahari.

  5. Lupus akibat obat-obatan, gangguan ini biasanya hanya dialami dalam waktu yang singkat saja, yang disebabkan karena efek samping penggunaan obat-obatan yang gejalanya mirip lupus.

Lupus juga dikenal dengan penyakit 1000 wajah. Hal ini dikarenakan gejala yang timbul sering menyamar sebagai penyakit lain, dan akan berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini mengakibatkan sulitnya menganalisis penyakit lupus, karena membutuhkan waktu serta tes untuk mendiagnosa. Berikut ini merupakan beberapa gejala dan tanda yang dialami oleh pengidap lupus, antara lain:

  • Sendi yang membengkak.

  • Nyeri pada sendi.

  • Terdapat darah atau bahkan protein di dalam urine.

  • Mulut dan hidung mengalami luka yang tidak sembuh dalam berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan.

  • Demam.

  • Rambut rontok.

  • Kejang-kejang.

  • Kesulitan dalam bernapas, dan sakit pada bagian dada akibat dari peradangan yang terjadi pada paru-paru.

Lupus tidak mengakibatkan komplikasi, jika gejala yang dialami ringan dan dapat terkontrol. Lupus juga tidak akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan tidak mengakibatkan komplikasi. Namun pada beberapa orang, lupus dapat menjadi suatu penyakit serius dan mengakibatkan komplikasi yang dapat mengancam nyawa. Berikut ini beberapa komplikasi yang diakibatkan oleh lupus, antara lain:

  • Komplikasi pada Sel Darah

Lupus dapat mengakibatkan anemia, peningkatan risiko perdarahan, dan pembekuan darah.

  • Komplikasi pada Ginjal

Peradangan pada ginjal yang diakibatkan oleh lupus yang terjadi dalam waktu memiliki potensi untuk menyebabkan penyakit ginjal yang lebih serius, dan memerlukan untuk pengidapnya melakukan cuci darah rutin. Komplikasi ini disebut dengan lupus nefritis.

  • Komplikasi pada Otak

Jika lupus menyerang otak, gejala yang dirasakan adalah sakit kepala, pusing, perubahan perilaku, halusinasi, bahkan kejang dan stroke. Beberapa orang juga dapat mengalami gangguan pada ingatan.

  • Komplikasi Kehamilan

Pengidap lupus yang sedang hamil harus tetap waspada terhadap komplikasi yang dapat terjadi pada masa kehamilan. Pasalnya, komplikasi yang terjadi dapat berupa kelahiran prematur, preeklamsia, dan keguguran.

Karena lupus mempunyai gejala yang sering menyamar sebagai penyakit lain, kamu disarankan untuk berdiskusi dengan dokter apabila kamu menemukan salah satu gejalanya pada dirimu. Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli via Chat atau Voice/Video Call di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya di App Store atau Google Play!

Baca juga: