Apakah Pengidap Kanker Tiroid Dapat Sembuh Total?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Apakah Pengidap Kanker Tiroid Dapat Sembuh Total?

Halodoc, Jakarta - Nama kanker tiroid sempat membuat gempar beberapa tahun lalu, saat aktris cantik yang memulai karier aktingnya sejak kecil, Rachel Amanda, dikabarkan berjuang melawan penyakit ini. Meski ia dinyatakan sembuh, label ‘kanker’ dalam nama penyakit ini masih kerap menjadi momok dan memicu pertanyaan, benarkah kanker tiroid bisa disembuhkan secara total? Jika iya, apa metode pengobatan yang bisa dijalani?

Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada kelenjar tiroid, yaitu kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher. Kelenjar tiroid sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh. Ia membantu tubuh menggunakan energi agar tetap hangat, serta membuat otak, jantung, otot dan organ lain bekerja sebagaimana mestinya.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Gondok dan Kanker Tiroid

Jika gangguan tiroid tidak ditangani dengan cepat dan tepat, ia dapat memengaruhi kualitas kehidupan sehari-hari dan berdampak berat pada psikologis. Kanker tiroid biasanya timbul dari nodul tiroid asimtomatik yang sudah ada sebelumnya.

Kanker jenis ini merupakan keganasan endokrin yang paling sering terjadi. Kanker tiroid seringkali membatasi kemampuan untuk menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid, tetapi kadang menghasilkan cukup banyak hormon tiroid sehingga terjadi hipertiroidisme.

Gejalanya Sering Tidak Disadari

Banyak orang dengan masalah tiroid tidak menyadarinya, karena gejalanya kadang disalah artikan sebagai akibat kurang tidur semata. Gejala kanker tiroid sangat mirip dengan pelbagai keluhan akibat gaya hidup modern sehingga sangat sering diabaikan. Gangguan fungsi tiroid seringkali sulit diidentifikasi karena gejalanya tidak spesifik. Akibatnya pengidap seringkali tidak menyadari ada masalah dan tidak memeriksakan diri ke dokter.

Pada tahapan awal, pengidap kanker tiroid tidak mempunyai keluhan khusus. Namun, pada skala lanjutan, kanker tiroid sering kali ditandai dengan munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan leher, tepatnya di bawah jakun dan biasanya tidak sakit.

Baca juga: Kenali 4 Jenis & Ciri-Ciri dari Kanker Tiroid

Belum ada penyebab jelas mengapa seseorang bisa terkena kanker tiroid. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan peluang mengidap jenis kanker ini. Warisan sindrom genetik adalah salah satunya. Beberapa kondisi, termasuk kanker, berasal dari DNA yang didapatkan dari orangtua. Selain itu, penyebabnya lainnya adalah kekurangan yodium dan paparan radiasi.

Benarkah Bisa Sembuh Total?

Kanker tiroid biasanya bisa diobati hingga sembuh total, bahkan jika pengidap sudah berada di stadium yang lebih tinggi. Perawatan yang dapat dilakukan tergantung pada jenis dan stadium kanker. Operasi adalah metode yang paling banyak digunakan untuk menyingkirkan kanker tiroid.

Ada dua macam pembedahan, yaitu tiroidektomi, yaitu jika seluruh kelenjar tiroid dihilangkan atau lobektomi jika hanya sebagian kelenjar tiroid yang diangkat. Metode lain adalah Radioactive iodine ablation (RAI) atau Ablasi Iodium Radioaktif. Kelenjar tiroid dan kebanyakan kanker tiroid menyerap yodium.

Metode RAI berfungsi untuk menghancurkan jaringan tiroid yang tersisa setelah tiroidektomi. Yodium masuk ke jaringan tiroid dan radiasi menghancurkannya. Ini juga dapat digunakan agar kanker tidak menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau juga menyebar ke bagian lain dari tubuh lain.

Jika semua kelenjar tiroid sudah diangkat, pengidap dapat melanjutkan treatment dengan pil hormon tiroid. Pil ini juga membantu menghentikan sel-sel kanker dari tumbuh dan kembali. Obat akan menurunkan tingkat thyroid-stimulating hormon (TSH), hormon yang mendorong pertumbuhan sel kanker. Radiasi atau terapi sinar X juga dapat digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Baca juga: Kenali 5 Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

Itulah sedikit penjelasan tentang kanker tiroid. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!