Apakah Schistosomiasis Umum Terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Schistosomiasis, cacing parasit

Halodoc, Jakarta - Schistosomiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh beberapa parasit, antara lain S. mansoni, S. mekongi, S. intercalatum, S. Hematobium, dan S.japonicum. Berbagai jenis parasit tersebut akan menyerang seseorang pada beberapa bagian organ tubuh, seperti kandung kemih, saraf pada otak, ginjal, usus, hati, hingga jantung. Apakah kondisi ini umum terjadi? Kenali lebih dekat dengan schistosomiasis dengan penjelasan berikut.

Baca juga: Meski Langka, Kenali Gejala Munculnya Schistosomiasis

Schistosomiasis, Apakah Kondisi Ini Umum Terjadi?

Schistosomiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit yang umum ditemukan di kolam, danau, sungai, kanal atau waduk. Cacing parasit penyebab schistosomiasis bernama schistosoma, yang hidup dan berkembangbiak di air tawar. Parasit ini akan menempel pada siput di perairan air tawar, oleh karena itu schistosomiasis lebih akrab disapa dengan demam siput.

Bagaimana Parasit Ini Menginfeksi Tubuh Manusia?

Parasit schistosoma bekerja dengan masuk ke dalam tubuh manusia melalui permukaan kulit. Kemudian, parasit ini menyebar ke beberapa organ tubuh lain melalui pembuluh darah. Cacing ini akan bertelur dan menetaskan telurnya pada organ tubuh yang dihinggapinya setelah beberapa minggu seseorang terinfeksi. Seseorang yang terinfeksi parasit ini bisa saja sembuh tanpa penanganan medis khusus, jika mereka mempunyai sistem imunitas yang kuat.

Telur-telur parasit ini kemudian akan dibuang melalui feses atau urine. Namun, jika pengidap tidak memiliki sistem imunitas yang kuat, parasit ini akan menyebar dan menginfeksi organ-organ lain dalam tubuh. Jika hal ini terjadi, pengidap akan mengalami schistosomiasis akut, yang akan menyebabkan infeksi selama bertahun-tahun dan berpotensi menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Baca juga: Pengobatan untuk Mengatasi Schistosomiasis

Ketika Schistosomiasis Muncul, Apa Gejala yang Dialami?

Ketika terinfeksi, pada sebagian besar pengidap, gejala tidak akan langsung muncul hingga beberapa bulan atau beberapa tahun. Namun, pada beberapa pengidap, gejala dapat langsung muncul dan ditandai dengan iritasi kulit, ruam kulit, benjolan pada kulit, dan gatal-gatal pada area yang terkena. Selanjutnya, setelah beberapa bulan terpapar parasit, gejala dapat meliputi:

  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius.

  • Pusing berat.

  • Menggigil.

  • Diare parah.

  • Batuk-batuk.

  • Nyeri otot dan sendi.

  • Sering buang air kecil.

Ketika infeksi telah masuk dalam tahap yang parah, akan ditemukan kandungan darah pada urine, mudah merasa lelah, napas pendek, batuk-batuk, jantung berdetak cepat, nyeri pada dada, lumpuh, kejang-kejang, peradangan pada saraf tulang belakang, kerusakan organ hati, serta pembengkakan pada ginjal, limfa, dan perut.

Gejala schistosomiasis yang parah dan dibiarkan begitu saja akan menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya. Untuk itu, jika ditemukan gejala, kamu dapat langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Apalagi, jika kamu merasakan gejala setelah terpapar air tawar yang berpotensi memiliki parasit schistosoma.

Baca juga: Termasuk Penyakit Langka, Kenali Lebih Dalam Schistosomiasis

Bagaimana Langkah Pencegahan Penyakit Schistosomiasis?

Belum ada vaksin khusus untuk menghindari infeksi parasit yang satu ini. Langkah pencegahan yang paling efektif adalah menghindari paparan air tawar yang berpotensi mengandung parasit schistosoma. Selain itu, kamu dapat melakukan beberapa upaya pencegahan berikut:

  • Gunakan sepatu boots anti air.

  • Hindari kontak dengan siput.

  • Ketika sedang berada di tempat yang minim dengan air bersih, rebus air hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

  • Jaga kebersihan tubuh dengan sabun antiseptik.

Schistosomiasis tidak dapat tersebar melalui kontak fisik secara langsung, penyebaran hanya dapat melalui air yang telah terkontaminasi urine atau feses yang mengandung parasit schistosoma. Ingat, gejala parah yang dibiarkan akan menimbulkan komplikasi parah, seperti kematian. Jadi, di mana pun kamu berada, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan tubuhmu, ya.

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2019. Schistosomiasis.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is Bilharzia, Snail Fever, or Schistosomiasis?