Meski Langka, Kenali Gejala Munculnya Schistosomiasis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Meski Langka, Kenali Gejala Munculnya Schistosomiasis

Halodoc, Jakarta - Segala jenis penyakit tidak boleh kamu anggap sepele. Pasalnya, ada beberapa yang terjadi tanpa menimbulkan gejala, dan kamu baru menyadarinya ketika telah berkembang atau masuk ke fase lanjutan. Beberapa lainnya terjadi karena parasit, dan ini perlu kamu waspadai karena bersifat serius dan membutuhkan penanganan. 

Sebut saja schistosomiasis atau bilharzia atau demam siput, penyakit langka yang disebabkan oleh cacing parasit. Cacing memiliki beberapa spesies berbeda. Parasit ini memengaruhi usus dan sistem kemih, dan karena hidup di dalam pembuluh darah, cacing pun dapat merusak sistem lainnya di tubuh. Sebenarnya, bagaimana sih gejala schistosomiasis ini? 

Gejala Schistosomiasis yang Perlu Diketahui

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menggambarkan penyakit demam siput ini dalam dua kategori, yaitu akut dan kronis. Gejala muncul saat tubuh bereaksi terhadap kehadiran parasit, tetapi komplikasi lainnya dapat bertahan lama. Penyakit ini memengaruhi bagian tubuh, termasuk paru-paru, sistem saraf, dan otak. Sementara area kerusakannya bergantung pada spesies parasit. 

Baca juga: Inilah Orang yang Berisiko Terkena Hepatomegali

Dampak infeksi bergantung pada jenis cacing dan stadiumnya. Gejalanya memakan waktu antara 14 hingga 84 hari untuk bisa tampak. Pada kondisi akut, sekitar tiga hingga delapan minggu setelah infeksi, seseorang mungkin mengalami tanda berikut:

  • Ruam;

  • Demam;

  • Sakit kepala;

  • Sakit pada tubuh atau mialgia;

  • Kesulitan bernapas.

Sementara gejala schistosomiasis pada tahap kronis tidak banyak muncul, khususnya pada tahap awal. Gejala baru muncul seiring dengan perkembangan penyakit. Masih sama, gejalanya terjadi berdasarkan jenis parasit yang menginfeksi. Jika memengaruhi hati atau usus, gejalanya mungkin termasuk: 

  • Diare atau sembelit;

  • Adanya darah dalam feses;

  • Bisul pada usus;

  • Fibrosis hati;

  • Hipertensi portal atau tekanan darah tinggi di sekitar sistem pencernaan.

Baca juga: Kenali Prosedur Pengobatan untuk Atasi Varises Esofagus

Namun, jika parasit memengaruhi sistem kemih, mungkin juga muncul gejala:

  • Adanya darah di dalam urin;

  • Buang air kecil yang sangat menyakitkan;

  • Risiko kanker kandung kemih yang lebih tinggi.

Anemia bisa terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Pada kasus yang langka, parasit bisa pula memengaruhi sistem saraf pusat. Sementara infeksinya pada anak-anak membuat pertumbuhan dan perkembangannya terhambat, juga berkurangnya kemampuan untuk belajar, begitu simpulan yang diperoleh WHO. 

Gejala ini begitu serius, jadi segera buat janji dengan dokter jika kamu mendapati atau mengalami salah satunya. Pakai aplikasi Halodoc untuk bisa bertanya langsung pada dokter, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit yang terdekat dengan tempat tinggal. 

Bagaimana Penularan Schistosomiasis?

Masih menurut WHO, infeksi terjadi ketika seseorang bersentuhan langsung dengan air segar yang ternyata telah terkontaminasi siput air jenis tertentu yang membawa cacing. Parasit masuk ke dalam tubuh ketika kamu berenang, mencuci atau mandi dalam air yang terkontaminasi. Infeksi juga bisa terjadi ketika minum air atau konsumsi makanan yang tidak diolah dengan baik.

Baca juga: Kebiasaan Menjadi Pemicu Terkena Varises Esofagus

Siklus infeksi parasit dari demam siput dimulai ketika telur cacing memasuki air segar melalui kotoran maupun urin manusia yang sudah terinfeksi. Telur akan menetas di dalam air, melepaskan larva kecil, dan larva akan bereproduksi di dalam tubuh siput air. Setelah infeksi terjadi, serkaria akan dilepaskan dan bertahan hingga 48 jam. 

Serkaria dapat menembus kulit manusia dan memasuki aliran darah. Melalui pembuluh darah, mereka menuju ke paru dan hati, lalu menuju pembuluh darah di sekitar usus dan kandung kemih. Seseorang dengan demam siput tidak bisa menularkan ke orang lain. Manusia hanya terinfeksi melalui air yang terkontaminasi dan menjadi habitat siput air.