26 February 2018

Apakah Sinusitis Harus Selalu Dioperasi?

Apakah Sinusitis Harus Selalu Dioperasi?

Halodoc, Jakarta – Sinusitis adalah satu kondisi terjadinya peradangan pada dinding sinus. Yaitu rongga kecil di belakang tulang pipi dan dahi yang berisi udara. Kondisi ini adalah hal yang umum dan bisa terjadi pada siapa saja.

Pada orang dewasa, seringnya peradangan dinding sinus terjadi karena adanya pembengkakan dinding bagian dalam hidung yang dipicu oleh virus. Selain virus, infeksi jamur juga, gigi serta kebiasaan merokok juga bisa menjadi pemicu sinusitis. Jenis virus yang paling sering menjadi penyebab sinusitis adalah virus flu atau pilek.

Sementara sinusitis yang terjadi pada anak-anak biasanya dipicu oleh alergi tertentu. Bisa juga disebabkan oleh penularan penyakit atau lingkungan hidup yang terlalu berasap. Peradangan yang terjadi pada dinding sinus alias sinusitis sebenarnya membutuhkan penanganan khusus. Hal tersebut penting untuk mencegah penyakit tersebut menyebar dan bertambah parah.

Namun, apakah operasi sinus adalah satu-satunya cara untuk “menyelamatkan” pengidap sinusitis? Jawabannya adalah tidak. Artinya, tidak semua kelainan pada sinus harus berujung dengan operasi.

Sebab gejala sinusitis sebenarnya bisa membaik setelah mendapat terapi selama beberapa waktu, terutama jika peradangan yang terjadi masih tergolong ringan. Jadi, sebelem memutuskan untuk melakukan operasi sinusitis, ada baiknya untuk mencoba menjalani serangkaian pengobatan yang dianjurkan.  

Kapan Sinusitis Perlu Dioperasi?

Biasanya tindakan operasi akan dianjurkan jika sinus tak kunjung menunjukkan perubahan bahkan setelah menjalani pengobatan dan terapi. Apalagi kalau kondisi tak juga membaik setelah lebih dari tiga bulan berturut-turut.  

Melansir Everydayhealth, operasi dibutuhkan jika kondisi pengidap sinusitas kian memburuk. Ada beberapa kondisi sinusitis yang lebih disarankan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga bisa mengambil keputusan operasi segera.

Seperti sinusitis kronis yang tak kunjung membaik, bahkan setelah perawatan medis yang aktif. Sinusitis yang disebabkan oleh infeksi jamur, kelainan struktur hidung atau dinding sinus, dan kondisi buruk lainnya juga disarankan untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Namun, tentunya hal itu perlu melalui pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu.

Kondisi sinusitis biasanya terjadi karena adanya peradangan, sehingga penanganan yang dilakukan adalah dengan mengontrol peradangan tersebut. Dan operasi sinusitis dilakukan dengan tujuan utama membuat drainase sinus menjadi lebih baik. Setelah melakukan hal tersebut, lendir dari rongga sinus akan lebih mudah untuk keluar ke rongga hidung dan udara dapat masuk ke rongga sinus.

Setelah melakukan operasi sinusitas, penting untuk memastikan bagian tersebut tidak kembali mengalami masalah. Biasanya bahkan setelah operasi, pengidap sinusitis akan diberi obat seperti semprot hidung. Namun tentu zat-zat pengobatan ini akan lebih mudah mencapai rongga sinus dibanding sebelumnya.

Pemberian obat-obatan dan perawatan setelah operasi bertujuan untuk mencegah kelainan dinding sinus terulang. Sehingga tak perlu ada operasi kedua kalinya, atau seterusnya.

Namun jika kamu masih ragu, dan belum yakin untuk melakukan operasi, cobalah untuk mencari saran ahli dengan lebih mendalam. Salah satu caranya bisa dilakukan dengan menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat di aplikasi Halodoc.

Risiko operasi pada sinusitis nyatanya dapat dicegah dengan menjauhi asap rokok, terutama menghindari kebiasaan aktif merokok. Bisa juga dengan banyak mengonsumsi air putih sehingga lendir dapat lebih encer dan mudah keluar.

Jika memiliki riwayat sinusitis, usahakan untuk menghindari konsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan. Untuk mendapatkan saran lain dari dokter, ayo segera download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play. Selain berdiskusi, kamu juga bisa mendapatkan rekomendasi obat terbaik untuk menjaga kondisi tetap sehat.