Apakah Ulkus Kornea adalah Penyakit Menular?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Apakah Ulkus Kornea adalah Penyakit Menular?

Halodoc, Jakarta - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menambah penampilan terlihat sempurna. Bagi wanita, penggunaan lensa kontak merupakan hal yang umum dilakukan. Namun, sebaiknya selalu berhati-hati dalam menjaga kebersihan saat memakai lensa kontak agar terhindar dari penyakit ulkus kornea.

Baca juga: Cedera Mata Sebabkan Ulkus Kornea, Ini Alasannya

Pernah mendengar penyakit ulkus kornea? Meskipun jarang terdengar, ketahui mengenai penyakit ini lebih banyak. Penyakit ulkus kornea adalah gangguan pada mata yang jika kondisi ini tidak segera diatasi bisa menyebabkan kebutaan pada pengidapnya.

Benarkah Ulkus Kornea Menular?

Penyakit ulkus kornea adalah gangguan mata yang disebabkan oleh adanya luka terbuka pada bagian kornea. Umumnya, luka yang terjadi disebabkan oleh infeksi. Kornea merupakan selaput bening yang ada pada mata dan berfungsi untuk menentukan fokus mata pada objek yang dilihat.

Tidak hanya itu, kornea memiliki fungsi untuk melindungi mata dari kuman atau kotoran yang dapat merusak mata. Jika kornea mengalami luka, kondisi ini membuat kotoran atau bakteri lebih mudah merusak mata.

Ulkus kornea tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Namun, ulkus kornea juga bukan jenis penyakit mata yang dapat menular. Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang lebih rentan alami ulkus kornea, yaitu:

1. Infeksi Bakteri

Penyebab pertama adalah paparan bakteri pada mata. Kondisi ini dapat sebabkan seseorang alami penyakit ulkus kornea. Umumnya, ulkus kornea yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang banyak dialami oleh pengguna lensa kontak. Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis membuat bakteri dapat menyerang permukaan kornea dan menyebabkan ulserasi kornea jika tidak segera diatasi.

2. Virus

Tidak hanya bakteri, ulkus kornea juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi virus pada mata. Umumnya, virus herpes simplex dan virus varicella dapat sebabkan seseorang rentan alami ulkus kornea.

3. Infeksi Jamur

Infeksi jamur adalah penyebab ulkus kornea yang paling jarang ditemui. Biasanya, infeksi jamur terjadi ketika seseorang alami cedera pada bagian mata yang disebabkan oleh bahan organik, seperti batang atau ranting pohon. 

Baca juga: Kenali Penyebab Utama dari Kondisi Ulkus Kornea

Selain beberapa ketiga penyebab, ada beberapa faktor lain yang sebabkan seseorang alami ulkus kornea, seperti mata yang kering, peradangan pada kornea, dan kekurangan vitamin A. Seseorang yang memiliki penyakit autoimun rentan mengalami penyakit ulkus kornea. Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan mata kamu.

Ketahui Pengobatan dan Pencegahan Ulkus Kornea

Ada beberapa gejala yang ditimbulkan akibat adanya penyakit ulkus kornea pada mata. Namun, gejala khasnya adalah munculnya bintik putih pada mata. Selain adanya bintik pada mata, ada beberapa gejala pada pengidap ulkus kornea, seperti mata yang berair, mata terasa gatal, mata memerah, pandangan menjadi kabur, terasa ada yang mengganjal pada bagian mata, fotofobia, kelopak mata bengkak, dan mata dapat mengeluarkan cairan seperti nanah.

Segera atasi kondisi ini karena bisa menyebabkan komplikasi seperti kebutaan. Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ulkus kornea seperti penggunaan obat anti jamur, anti virus atau anti bakteri. Jika penyebabnya tidak ditemukan, biasanya dokter memberikan obat tetes antibiotik. 

Baca juga: 6 Cara Bersihkan Lensa Kontak untuk Cegah Ulkus Kornea

Tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit ulkus kornea dengan tidak terlalu sering menggosok bagian mata dengan tangan dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan tangan saat melepaskan dan menggunakan lensa kontak. 

Hindari penggunaan lensa kontak dalam waktu yang cukup lama untuk hindari penyakit ulkus kornea. Jangan lupa perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin A agar kesehatan mata tetap terjaga.

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2019. Corneal Ulcer
Healthline. Diakses pada 2019. Corneal Ulcer