• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 11 Kondisi yang Dapat Terjadi saat Balita Alami Malnutrisi

11 Kondisi yang Dapat Terjadi saat Balita Alami Malnutrisi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Balita butuh asupan gizi dan nutrisi yang cukup, agar bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Jika balita kekurangan gizi dan nutrisi alias malnutrisi, tumbuh kembangnya bisa terganggu. Jadi, penting bagi ibu untuk mengenali apa saja kondisi yang dapat terjadi saat balita alami malnutrisi. 

Dengan mengetahui apa saja tanda-tandanya, ibu bisa melakukan upaya untuk mengatasi dan memperbaiki asupan gizi dan nutrisi untuk balita. Simak lebih lanjut pembahasannya ya.

Baca juga: Balita Terlalu Kurus, Awas Malabsorpsi Kronis

Kenali Tanda Balita Kekurangan Gizi dan Nutrisi

Ada banyak gizi dan nutrisi yang dibutuhkan balita. Termasuk makronutrisi seperti karbohidrat, lemak, dan protein, serta mikronutrisi seperti vitamin dan mineral. Penting bagi orangtua untuk mengenali tanda balita kekurangan gizi dan nutrisi, yaitu:

  1. Nafsu makan berkurang.
  2. Berat dan tinggi badan berada di bawah kurva pertumbuhan.
  3. Pertumbuhan terlambat.
  4. Mudah rewel, lelah, dan terlihat lesu.
  5. Kulit dan rambut terlihat kering, dan rambut mudah rontok.
  6. Pipi dan mata tampak cekung.
  7. Jaringan lemak dan otot berkurang.
  8. Mulut dan gusi mudah luka.
  9. Kurang fokus dan perhatian terhadap lingkungan sekitar.
  10. Rentan terkena infeksi karena sistem kekebalan tubuh menurun.
  11. Penyembuhan luka lambat.

Tak hanya itu, balita yang kekurangan gizi dan nutrisi juga bisa mengalami terhambatnya perkembangan. Saat sudah memasuki usia sekolah, mereka bisa mengalami kesulitan belajar, karena kebutuhan gizi dan nutrisinya tidak terpenuhi. 

Jika ibu mengenali tanda-tanda balita kekurangan gizi dan nutrisi seperti yang disebutkan tadi, sebaiknya segera periksakan ke dokter anak. Dokter akan menghitung indeks massa tubuh anak dan melakukan pemeriksaan pendukung untuk mengetahui apakah benar balita mengalami kekurangan gizi dan nutrisi atau tidak.

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Ana

Kalau hasilnya menunjukkan bahwa balita mengalami kekurangan gizi dan nutrisi, dokter akan mencari tahu penyebabnya dan melakukan tindakan perawatan yang dibutuhkan. Termasuk pengobatan dan pengaturan pola makan sehari-hari. 

Selain obat-obatan, dokter mungkin akan meresepkan vitamin, susu, dan menyarankan pola makan sehat agar kebutuhan gizi dan nutrisi anak terpenuhi. Ibu bisa membeli obat dan suplemen yang diresepkan dokter lewat aplikasi Halodoc, lho.

Apa Penyebab Balita Kekurangan Gizi dan Nutrisi?

Umumnya, penyebab balita kekurangan gizi dan nutrisi adalah karena tidak tercukupinya kebutuhan gizi harian dari makanan. Adapun berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko hal ini adalah:

  • Kurangnya pengetahuan orangtua tentang gizi. Ini adalah penyebab paling umum balita kekurangan gizi dan nutrisi. Jadi, penting bagi orangtua untuk mengetahui jenis dan jumlah nutrisi yang dibutuhkan anak, agar bisa mencukupinya dengan baik.
  • Tingkat sosial dan ekonomi yang rendah. Namun, hal ini sebenarnya bisa diakali dengan mengetahui sumber-sumber makanan bergizi yang mudah ditemui. Sebab, makanan sehat tidak perlu mahal, asalkan tetap terjaga kebersihannya.
  • Kebersihan lingkungan buruk. Lingkungan yang kurang bersih dapat memicu balita kekurangan gizi dan nutrisi. Sebab, lingkungan yang kotor bisa membuat anak terserang berbagai penyakit, sehingga menghambat penyerapan gizi, meski asupan makanannya sudah baik.
  • Mengidap penyakit tertentu. Penyebab balita kekurangan gizi dan nutrisi tidak hanya soal makanan. Hal ini bisa disebabkan oleh suatu penyakit, terutama penyakit saluran cerna yang membuat tubuh sulit mencerna atau menyerap makanan. Misalnya, penyakit Celiac, penyakit Crohn, dan radang usus.

Baca juga: Kenali Tanda Balita yang Terlambat Tumbuh

Itulah penjelasan mengenai tanda-tanda balita kekurangan gizi dan nutrisi, dan hal-hal yang bisa jadi penyebabnya. Pastikan Si Kecil mendapatkan asupan gizi dan nutrisi yang cukup setiap harinya, agar tumbuh kembangnya berjalan optimal.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2021. Malnutrition
Healthline. Diakses pada 2021. Malnutrition: Definition, Symptoms and Treatment.
Psychology Today. Diakses pada 2021. Malnutrition in Children: What Parents Need to Know.
WebMD. Diakses pada 2021. 8 Signs of Poor Nutrition.