Ad Placeholder Image

11 Manfaat Coklat untuk Kesehatan, Meningkatkan Mood Hingga Kognitif

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   26 Februari 2026

Coklat atau kakao memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Manfaatnya mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga mencegah stroke.

11 Manfaat Coklat untuk Kesehatan, Meningkatkan Mood Hingga Kognitif11 Manfaat Coklat untuk Kesehatan, Meningkatkan Mood Hingga Kognitif

DAFTAR ISI


Coklat menjadi salah satu bahan dasar pembuatan makanan dan minuman yang banyak sekali penggemarnya.

Coklat berasal dari biji buah pohon kakao yang melalui berbagai pengolahan sehingga dapat menghasilkan rasa yang lezat.

Bukan hanya rasanya, coklat ternyata mengandung sejumlah nutrisi penting yang baik untuk kesehatan.

Yuk, simak ulasan mengenai nutrisi dan manfaat coklat berikut ini!

Manfaat Coklat bagi Tubuh

Coklat memiliki kandungan nutrisi yang sangat beragam. Kamu bisa mendapat asupan kalori, lemak sodium, karbohidrat, serat, gula, dan protein. Selain itu, biji coklat juga mengandung berbagai vitamin dan mineral lainnya yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. 

Mulai dari vitamin B12, tembaga, mangan, fosfor, zat besi, magnesium, dan kalsium. Meski demikian, kamu perlu tetap memperhatikan asupannnya. Sebab, kalori dalam bahan satu ini juga terbilang tinggi. Setiap 14 gramnya, terdapat 216 kalori. 

Tak ketinggalan, kakao juga mengandung antioksidan yang baik untuk mengoptimalkan kesehatan. Jenisnya termasuk sejumlah senyawa polifenol dan flavonoid.

Flavonoid yang paling tinggi dalam kakao adalah flavanol. Kandungan ini membentuk kompleks dengan protein saliva dan memicu munculnya rasa pahit pada kakao.

Cek ulasan mengenai kandungan nutrisi cokelat lainnya melalui Cokelat Bagus untuk Diet? Ini Kandungan Nutrisi di Dalamnya.

Begitu banyaknya kandungan nutrisi dalam coklat, membuat biji ini memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Lantas, manfaat coklat itu apa saja sih? Berikut manfaat coklat yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Menurunkan risiko penyakit jantung

Kandungan antioksidan dalam biji ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat yang bisa memicu berbagai gangguan pada jantung.

Bahkan, antioksidan juga bisa mencegah munculnya plak pada dinding arteri yang bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Mengoptimalkan energi

Selain polifenol, kakao juga mengandung senyawa methylxanthine, terutama theobromine.

Kandungan ini memiliki manfaat yang serupa dengan kafein dalam mengoptimalkan energi.

3. Coklat bantu memperbaiki mood

Kandungan flavanol dan methylxanthine mampu memperbaiki suasana hati menjadi lebih baik.

Melansir dari jurnal Depression and Anxiety, terjadi penurunan depresi sebesar 57 persen pada kelompok yang mengonsumsi coklat secara rutin.

Mau tahu mengapa seseorang mengalami bad mood dan cara untuk mengatasinya? Baca di artikel ini: “Mengenal Arti Bad Mood dan Cara Ampuh untuk Mengatasinya

4. Meningkatkan kesehatan otak

Terdapat sebuah penelitian mengenai coklat yang tertulis dalam Journal of Hypertension.

Dalam riset tersebut, ada 32 orang yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu yang mengonsumsi coklat dan tidak.

Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi kakao memiliki kemampuan mengingat lebih baik daripada yang tidak.

Hal ini membuktikan kakao mampu mencegah efek fisiologis dari kurang tidur.

5. Membantu menurunkan berat badan

Mengonsumsi kakao nyatanya bisa membantu kamu merasakan kenyang lebih lama.

Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah mengatur jumlah asupan makanan yang akan kamu konsumsi.

Apabila kamu sedang memulai pola makan sehat untuk menurunkan berat badan, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional. Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!

Cari tahu info lebih lanjut mengenai Halofit dengan baca artikel berikut:

Yuk, intip juga pengalaman para narasumber saat menjalani program Halofit dengan terapi GLP-1:

6. Menjaga kesehatan kulit dari matahari

Kandungan senyawa dalam kakao juga baik untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Hal ini berkat kandungan flavanol dalam coklat.

Ketika kulit terlindungi dari sinar matahari, maka kondisi kesehatan kulit akan semakin lebih optimal.

Bukan itu saja, flavanol juga bisa meningkatkan aliran darah pada kulit.

Selain kulit tubuh, kakao juga bermanfaat untuk kecantikan.

Simak ulasannya melalui artikel ini “Bukan Hanya Camilan, Ini Manfaat Cokelat untuk Kecantikan”.

7. Mengoptimalkan imun tubuh

Flavonol mampu mengoptimalkan fungsi kerja sistem imun tubuh. Kondisi ini dapat membuat tubuh terhindar dari paparan radikal bebas yang memicu stres oksidatif.

Selain itu, kondisi ini juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada tubuh.

8. Coklat bantu mencegah stroke

Mengonsumsi kakao secara rutin bisa membantu kamu terhindar dari penyakit stroke.

Dalam laman American Academy of Neurology, terdapat sebuah penelitian pada kelompok yang mengonsumsi kakao secara rutin.

Hasilnya, mereka mengalami penurunan risiko stroke sebesar 22 persen, daripada kelompok yang tidak mengonsumsi kakao.

9. Mengoptimalkan tumbuh kembang janin

Bagi ibu hamil, tidak ada salahnya mengonsumsi kakao secara rutin.

Mengonsumsi 30 gram coklat perhari saat hamil bisa mengoptimalkan tumbuh kembang janin dalam kandungan. 

Dengan begitu, pertumbuhan bayi akan menjadi optimal dan terhindar dari berbagai gangguan kehamilan yang berisiko terjadi.

10. Coklat menurunkan risiko kardiometabolik

Melansir dari Journal of Agricultural and Food Chemistry, kakao dan flavonoid yang terkandung mampu memberikan pengaruh positif dalam tubuh.

Kandungan tersebut mampu memengaruhi mekanisme patofisiologis yang terlibat dalam resistensi insulin dan disfungsi endotel, dengan kemungkinan manfaat dalam pencegahan penyakit kardiometabolik.

11. Memperlambat perburukan gejala penyakit Alzheimer

Melansir dari Journal of Alzheimer’s Disease, ekstrak kakao yang terkenal sebagai lavado mampu mengurangi atau mencegah kerusakan pada jalur saraf pada pengidap penyakit Alzheimer.

Ekstrak ini dapat membantu memperlambat proses perburukan gejala pada pengidap Alzheimer.

Makanan ini juga bisa kamu konsumsi bersama dengan susu. Selain susu sapi, tidak ada salahnya coba mencampur dengan susu kedelai.

Cari tahu berbagai manfaat susu kedelai bagi kesehatan melalui artikel “Tak Kalah dengan Susu Sapi, Ini 15 Manfaat Susu Kedelai bagi Kesehatan”.

Jenis-Jenis Cokelat yang Perlu Diketahui

Berikut adalah beberapa jenis cokelat yang umum ditemukan:

  • Dark chocolate (cokelat hitam): Memiliki kandungan kakao padat tertinggi, memberikan rasa pahit yang khas dan kaya akan antioksidan.
  • Milk chocolate (cokelat susu): Dibuat dengan tambahan susu, menghasilkan rasa yang lebih manis dan lembut dibandingkan dark chocolate.
  • White chocolate (cokelat putih): Terbuat dari mentega kakao, gula, dan susu, tanpa padatan kakao, sehingga tidak memiliki warna cokelat.

Tips Menikmati Cokelat Secara Sehat

  • Pilih dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70 persen.
  • Konsumsi dalam jumlah sedang, sekitar 30-60 gram per hari.
  • Hindari cokelat dengan tambahan gula, lemak, atau bahan kimia berlebihan.
  • Nikmati cokelat sebagai bagian dari diet seimbang dan gaya hidup sehat.

Itulah penjelasan seputar manfaat coklat yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait makanan sehat, hubungi dokter spesialis gizi di Halodoc saja!

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Very Well Fit. Diakses pada 2026. Chocolate Nutrition Facts and Health Benefits.
Journal of Hypertension. Diakses pada 2026. Flavanol-rich chocolate acutely improves arterial function and working memory performance counteracting the effects of sleep deprivation in healthy individuals.
Depression and Anxiety. Diakses pada 2026. Is there a relationship between chocolate consumption and symptoms of depression? A cross-sectional survey of 13,626 US adults.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Health Benefits and Risks of Chocolate.
American Academy of Neurology. Diakses pada 2026. Can Chocolate Lower Your Risk of Stroke?
Journal of Alzheimer’s Disease. Diakses pada 2026. Cocoa extracts reduce oligomerization of amyloid-β: implications for cognitive improvement in Alzheimer’s disease.
Journal of Agricultural and Food Chemistry. Diakses pada 2026. Cocoa, glucose tolerance, and insulin signaling: cardiometabolic protection.