3 Jenis Analgesik yang Termasuk Obat Pereda Nyeri
Analgesik adalah obat anti nyeri yang bekerja dengan mengubah respon otak atau meredakan radang sesuai tingkat keparahan nyeri.

DAFTAR ISI
- Mengenal Analgesik
- Jenis-jenisnya
- Tips Penggunaan Obat Pereda Nyeri yang Aman dan Efektif
- Hubungi Dokter di Halodoc untuk Mendapatkan Saran Penggunaan Obat Anti Nyeri
Analgesik adalah obat untuk meredakan rasa nyeri. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan di tempat rasa sakit, atau mengubah cara otak dalam memproses dan merasakan rasa sakit.
Ada beberapa jenis analgesik, beberapa di antaranya bisa didapatkan tanpa menggunakan resep. Namun, resep dokter diperlukan untuk jenis analgesik yang lebih kuat. Sebab obat tersebut berpotensi menyebabkan efek samping, seperti ketergantungan, kecanduan, dan gejala penarikan. Yuk, ketahui jenis-jenis analgesik di sini.
Mengenal Analgesik
Analgesik adalah obat anti nyeri. Perlu diketahui, obat ini bisa membantu meredakan rasa nyeri, tapi tidak mengatasi penyebab yang mendasarinya. Analgesik biasanya digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada kondisi berikut:
- Setelah operasi.
- Karena cedera (seperti patah tulang).
- Untuk nyeri akut (yang muncul tiba-tiba dan dalam jangka pendek), seperti pergelangan kaki terkilir atau sakit kepala.
- Untuk sakit dan nyeri, seperti menstruasi atau nyeri otot.
- Nyeri kronis, seperti radang sendi, kanker atau nyeri punggung.
Obat anti nyeri ini juga tersedia dalam berbagai bentuk, seperti obat-obatan minum (tablet, kapsul, dan cairan), obat oles (gel dan salep), dan supositoria (obat yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui anus).
Jenis-jenisnya
Ada tiga jenis utama analgesik atau obat anti nyeri, yaitu:
1. Analgesik Non-Opioid Sederhana
Ini adalah jenis analgesik yang paling umum. Obat analgesik non-opioid termasuk asetaminofen dan obat anti-inflamasi non steroid.
Obat ini efektif untuk meredakan rasa nyeri yang ringan sampai sedang. Berikut beberapa contoh obat analgesik non-opioid yang umum digunakan:
- Paracetamol, biasanya digunakan untuk mengatasi rasa nyeri yang ringan sampai sedang, seperti sakit kepala dan nyeri otot. Paracetamol juga bisa menurunkan demam. Obat ini bisa ditoleransi dengan baik, bahkan untuk ibu hamil, dan memiliki efek samping yang sedikit. Pahami lebih dalam tentang Paracetamol – Kandungan, Dosis & Efek Sampingnya di sini.
- Ibuprofen, obat antiinflamasi non steroid ini bisa meredakan rasa nyeri dengan cara meredakan peradangan. Ibuprofen bisa berupa obat minum atau gel dan krim yang digunakan dengan cara dioleskan langsung ke area yang terkena. Obat anti-inflamasi yang kuat bisa didapatkan dengan menggunakan resep yang bisa mengatasi artritis reumatoid dan jenis artritis peradangan lainnya.
- Aspirin, juga merupakan obat anti nyeri yang umum digunakan dan memiliki efek antiinflamasi. Namun, obat ini bisa menyebabkan efek samping, seperti sakit perut, memperparah asma, dan menyebabkan alergi. Anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak diperbolehkan mengonsumsi aspirin.
Selain itu, contoh obat analgesik non-opioid lainnya, antara lain naproxen, naproxen sodium, diclofenac, etodolac, indomethacin, oxaprozin.
2. Analgesik Gabungan
Jenis obat anti nyeri ini terbuat dari kombinasi non-opioid dengan opioid. Analgesik gabungan sering digunakan karena obat ini memiliki efek samping yang sedikit dan ringan.
Beberapa analgesik gabungan yang mengandung kodein, baik dosis rendah maupun tinggi, hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.
Contoh analgesik gabungan, antara lain parasetamol + kodein atau aspirin + kodein.
3. Opioid Analgesik
Jenis analgesik yang dikenal juga dengan narkotika ini bekerja dengan cara mengubah cara otak dalam memproses dan merasakan rasa sakit. Opioid dapat bersifat alami (morfin), semi-sintetis (hidrokodon), atau sintetis (fentanil).
Opioid analgesik adalah pereda rasa nyeri yang lebih efektif daripada analgesik non-opioid sederhana, sehingga obat ini bisa digunakan untuk meredakan rasa nyeri yang sedang hingga parah.
Jenis obat anti nyeri ini bisa menyebabkan efek samping yang lebih banyak daripada analgesik sederhana, dan bisa menyebabkan ketergantungan dan kecanduan.
Karena itu, opioid analgesik hanya bisa didapatkan oleh resep dokter. Obat ini juga hanya digunakan ketika jenis analgesik lainnya tidak ampuh.
Pada kebanyakan kasus, obat ini digunakan untuk jangka waktu yang pendek, atau digunakan bersamaan dengan pereda nyeri lainnya. Tujuannya, untuk mengurangi risiko efek samping dan ketergantungan.
Tips Penggunaan Obat Pereda Nyeri yang Aman dan Efektif
Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan obat pereda nyeri dengan aman dan efektif:
- Pilih obat yang sesuai dengan tingkat nyeri (ringan, sedang, berat) dan kondisi (demam, otot, sendi).
- Ikuti dosis dan aturan pakai yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran apoteker/dokter.
- Hindari penggunaan obat pereda nyeri jangka panjang tanpa pengawasan dokter.
- Beritahu dokter tentang semua obat lain yang sedang kamu konsumsi, termasuk suplemen herbal.
- Perhatikan efek samping yang mungkin timbul dan segera hentikan penggunaan obat jika mengalami reaksi alergi atau efek samping yang serius.
Hubungi Dokter di Halodoc untuk Mendapatkan Saran Penggunaan Obat Anti Nyeri
Jika kamu butuh saran penggunaan obat anti nyeri yang tepat, segera hubungi dokter di Halodoc.
Dokter dapat memberikan saran penanganan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Nah, berikut rekomendasi dokter di Halodoc yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun.
Mereka juga memiliki penilaian yang baik dari pasien-pasien yang pernah mereka tangani sebelumnya.
Ini daftarnya:
1. dr. Lim Jen Siong

Dokter Lim Jen Siong mendapatkan gelar dokter umum di Universitas Tarumanagara pada 2005.
Ia kini berpraktik di Jakarta Utara dan tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR 3111100422013438.
Dengan pengalamannya sebagai dokter umum selama 18 tahun, dr. Lim Jen Siong mampu memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait kondisi yang kamu alami.
Char dr. Lim Jen Siong mulai dari Rp 45.000,- di Halodoc.
2. dr. Septianus Hermanto

Kamu juga bisa menghubungi dr. Septianus Hermanto untuk penanganan gastritis.
Ia adalah alumnus Fakultas Kedokteran UKRIDA pada 2007 yang kini membuka praktik di Bekasi, Jawa Barat dan tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR 3111100522082213.
Berbekal pengalaman lebih dari 6 tahun, dr. Septianus Hermanto bisa memberikan layanan konsultasi terkait gejala yang kamu alami di Halodoc.
Chat dr. Septianus Hermanto mulai dari Rp 25.000,- di Halodoc.
Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.
Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.
Tunggu apa lagi? Yuk pakai Halodoc sekarang!


