• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Jenis Terapi untuk Atasi Gangguan Kecemasan Sosial

3 Jenis Terapi untuk Atasi Gangguan Kecemasan Sosial

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Gangguan kecemasan sosial merupakan kondisi yang menantang kecemasan. Gangguan kesehatan mental ini diperkirakan mempengaruhi sekitar 12 persen dari populasi di beberapa titik kehidupan setiap orang. Orang yang mengalami gangguan kecemasan sosial akan mengalami kesulitan untuk berteman dan mempertahankan persahabatan, menemukan pasangan hidup, menemukan pekerjaan dan membangun karir, hingga kesulitan dalam menjalani kehidupan.

Perawatan untuk gangguan kecemasan sosial tergantung pada keparahan gejala emosional dan fisik, serta seberapa baik seseorang berfungsi setiap harinya. Lama perawatan juga bervariasi. Ada orang yang dapat merespon dengan baik pengobatan dan terapi, lalu ada juga yang kesulitan dan memerlukan dukungan sepanjang hidup. 

Beberapa Terapi untuk Atasi Gangguan Kecemasan Sosial

Psikoterapi dapat dilakukan sendiri atau bersamaan dengan pengobatan. Berbagai pilihan metode psikologis diarahkan untuk membantu seseorang mengubah perilaku menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk mendapatkan terapi yang tepat sesuai dengan kondisi yang dialami, kamu perlu berdiskusi terlebih dulu dengan psikolog atau psikiater melalui aplikasi Halodoc. Setidaknya ada beberapa jenis terapi yang dapat atasi gangguan kecemasan sosial. Di antaranya:

Baca juga: Gangguan Kecemasan Jadi Mimpi Buruk, Ini Penyebabnya

  • Terapi Perilaku Kognitif

Ini adalah pengobatan psikoterapi lini pertama untuk gangguan kecemasan sosial. Terapi ini merupakan bentuk psikoterapi yang dirancang untuk mengubah pikiran dan perilaku seseorang agar dapat memengaruhi emosi secara positif. Terdapat 3 jenis terapi perilaku kognitif, yaitu eksposur, restrukturisasi kognitif, dan pelatihan keterampilan sosial. 

  • Terapi Penerimaan dan Komitmen

Terapi ini menggunakan teknik “gelombang ketiga” yang dikembangkan setelah terapi perilaku kognitif. Terapi ini didasarkan pada filsafat Buddha. Melalui terapi penerimaan dan komitmen ini, kamu akan belajar bagaimana menerima pikiran dan kecemasan negatif daripada berusaha untuk menghilangkannya. Dengan melepaskan diri dari kecemasan sosial, diharapkan gejala akan berkurang secara alami. 

  • Psikoanalisa

Psikoanalisa akan melibatkan terapis untuk membantu kamu memahami masalah mendasar sejak masa kanak-kanak yang mungkin berkontribusi pada kecemasan sosial yang kamu alami. Terapi ini sangat berguna bagi orang yang memiliki konflik yang belum terselesaikan yang lebih dalam berkontribusi terhadap kecemasan. Psikoanalisis juga bermanfaat dalam beberapa kasus untuk mengeksplorasi resistensi terhadap perubahan. 

Jangan Menyerah pada Terapi yang Dijalani

Setiap terapi tidak akan bekerja dengan cepat. Kamu harus tetap menjalankan terapi selama beberapa minggu atau bahkan bulan. Dengan begitu, kamu akan menemukan obat yang tepat. Kamu mungkin akan memerlukan beberapa percobaan dan kesalahan. 

Baca juga: Punya Kecemasan Sosial? Coba Siasati dengan Ini

Bagi sebagian orang, gejala gangguan kecemasan sosial mungkin akan mereda seiring berjalannya waktu dan pengobatan. Beberapa orang mungkin perlu minum obat selama bertahun-tahun untuk mencegah kekambuhan. Untuk mendapatkan manfaat dari terapi, pertahankan jadwal dan konsistensi janji terapi. Tantang diri kamu dengan menetapkan tujuan untuk mendekati situasi sosial yang menyebabkan kamu gelisah. Minumlah obat sesuai petunjuk dan berbicaralah dengan dokter mengenai segala perubahan yang kamu alami dalam setiap kondisi. 

Baca juga: 5 Tanda Anxiety Disorder yang Perlu Diketahui

Meskipun gangguan kecemasan sosial umumnya membutuhkan bantuan dari ahli medis atau psikoterapi, kamu juga perlu mencoba beberapa teknik untuk menangani situasi yang cenderung memicu gejala. Upaya yang dapat kamu lakukan di rumah yaitu mempelajari keterampilan mengurangi stres, olahraga, tidur yang cukup, makan makanan yang sehat dan seimbang, menghindari tindakan penyalahgunaan zat, serta batasi atau hindari kafein. Kamu juga perlu berpartisipasi dalam situasi sosial dengan bergaul atau terkoneksi dengan orang-orang yang membuat kamu merasa nyaman. 

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Treating Social Anxiety Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Social anxiety disorder (social phobia).