• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Tes untuk Mendiagnosis Infeksi Ginjal

3 Tes untuk Mendiagnosis Infeksi Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
3 Tes untuk Mendiagnosis Infeksi Ginjal

Halodoc, Jakarta - Infeksi ginjal merupakan penyakit yang terjadi karena ada gangguan pada organ ginjal. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis infeksi ginjal alias pielonefritis, mulai dari pemeriksaan fisik hingga tes penunjang. Rangkaian pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter untuk memastikan diagnosis dan menentukan tindakan pengobatan yang bisa dilakukan. 

Infeksi ginjal bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya infeksi kandung kemih yang terjadi sebelumnya. Penyakit infeksi ginjal bisa menimbulkan gejala berupa muncul darah atau nanah pada urine. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Kabar buruknya, infeksi ginjal disebut lebih rentan menyerang wanita dibanding pria. 

Baca juga: 6 Gejala Infeksi Ginjal yang Sering Diabaikan

Begini Langkah Diagnosis Infeksi Ginjal

Pengidap infeksi ginjal harus segera mendapat pertolongan medis agar kondisi tidak memburuk. Namun, umumnya kondisi ini tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Sementara pada anak-anak, rawat inap di rumah sakit perlu dilakukan untuk mengatasi penyakit infeksi ginjal. Perawatan intensif juga dibutuhkan jika pengidap penyakit ini mengalami dehidrasi atau memiliki riwayat sepsis. 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini, terutama jika sudah muncul gejala. Diagnosis perlu dilakukan untuk memastikan apakah gejala yang muncul merupakan tanda penyakit infeksi ginjal atau bukan. Berikut rangkaian tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis infeksi ginjal! 

1. Pemeriksaan Fisik 

Saat muncul gejala infeksi ginjal, tes pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan gejala yang muncul serta riwayat penyakit yang dimiliki. Setelah itu, pemeriksaan fisik dilakukan, meliputi pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah. 

2. Tes Urine 

Setelah pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan tes penunjang salah satunya tes urine. Untuk melakukan tes ini, sampel urine akan diambil untuk diperiksa di laboratorium. Sampel ini digunakan untuk mendeteksi infeksi pada ginjal dan saluran kemih. Tes urine juga bisa membantu menentukan jenis bakteri penyebab infeksi. 

3. Pemindaian 

Selanjutnya, infeksi ginjal bisa didiagnosis melalui pemindaian saluran kemih. Metode pemindaian yang bisa dilakukan adalah CT scan dan USG. Tujuannya untuk mendeteksi masalah kesehatan pada organ ginjal. Selain itu, proses pemindaian juga bisa membantu mengetahui tingkat keparahan infeksi yang menyerang organ ginjal. 

Baca juga: Penyebab Infeksi Ginjal pada Orang Dewasa

Kebanyakan infeksi ginjal disebabkan oleh bakteri. Selain itu, penyakit ini juga bisa terjadi akibat infeksi virus atau jamur. Bakteri penyebab infeksi ginjal biasanya berasal dari saluran pencernaan yang keluar bersama tinja, kemudian bisa masuk ke dalam lubang kencing dan berkembang biak. Bakteri akan berkembang biak di kandung kemih, kemudian menyebar ke organ ginjal. 

Dalam keadaan normal, bakteri tersebut akan keluar dari tubuh bersama urine, sehingga tidak menyebabkan infeksi. Namun, ada kondisi tertentu yang menyebabkan bakteri tidak keluar dan malah berkembang biak di dalam saluran kemih. Setelah berkembang biak, bakteri yang berkembang biak itulah yang kemudian menjadi pemicu terjadinya infeksi. 

Baca juga: Pemeriksaan yang Dilakukan Dokter untuk Mendiagnosis Infeksi Ginjal

Itulah beberapa langkah yang dilakukan dokter dalam diagnosis infeksi ginjal. Jika kamu mengalami gejala berupa darah atau nanah dalam urine, bau urine tidak sedap, sakit pinggang atau nyeri punggung bawah, demam, menggigil, lemas, penurunan nafsu makan, atau mual dan muntah, segera periksakan diri di rumah sakit terdekat, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Should Know About Kidney Infection.
Patient. Diakses pada 2021. Kidney Infection.
WebMD. Diakses pada 2021. What Are Kidney Infections?