• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mencegah Tifus selama Masa Kehamilan

4 Cara Mencegah Tifus selama Masa Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Selama masa kehamilan, ibu perlu lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Pasalnya, ibu hamil mudah tertular infeksi tertentu yang bisa menyebabkan dampak buruk bagi kehamilan. Salah satu penyakit yang dapat menyerang ibu hamil adalah tifus atau demam tifoid.

Penyakit tersebut dapat mengganggu kesehatan ibu hamil dan bayi yang sedang bertumbuh di dalam kandungan. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui cara mencegah tifus selama masa kehamilan di sini.

Tifus pada Ibu Hamil, Berbahayakah?

Tifus adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan demam tinggi, muntah, dan diare. Bakteri penyebab tifus, yaitu Salmonella typhi, dapat menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi.

Ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, maka bisa menyebar dari usus, berkembang biak dalam aliran darah, dan secara bertahap memengaruhi organ-organ lain. Gejala tifus umumnya berupa masalah pencernaan dan demam yang tinggi.

Dilansir dari American Journal of Obstetrics and Gynecology, tifus pada ibu hamil bisa berbahaya dan menyebabkan komplikasi yang tidak main-main. Risiko keguguran, kematian janin, infeksi neonatal, dan berbagai komplikasi maternal bisa terjadi karena tifus. Maka dari itu, deteksi dini dan penanganan perlu segera dilakukan. 

Baca juga: Rentan Terjadi saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

Waspada Penularan Tifus

Bakteri Salmonella typhii paling sering menyebar melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi, dan kadang-kadang melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Di negara berkembang di mana demam tifoid berkembang (endemik), kebanyakan kasus tifus disebabkan oleh air minum yang terkontaminasi dan sanitasi yang buruk.

Selain itu, tifus juga dapat ditularkan melalui feses dan urin orang yang terinfeksi. Jadi, kamu bisa tertular infeksi bila makan makanan yang disiapkan oleh pengidap demam tifoid yang belum mencuci tangannya dengan bersih setelah ke toilet. 

Cara Mencegah Tifus Selama Kehamilan

Saat hamil, ibu memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga mudah tertular infeksi tifoid. Itulah mengapa bila ibu hamil ingin bepergian ke daerah endemik tifus atau memiliki risiko tinggi untuk terpapar infeksi tersebut, ibu dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi untuk mencegah tifus selama kehamilan.

Namun, alih-alih mendapatkan vaksin tifoid hidup yang dapat mengganggu kesehatan bayi, ibu hamil biasanya akan diberikan vaksin polisakarida nonaktif tipe Vi. Wanita hamil disarankan untuk mendapatkan vaksinasi setidaknya dua minggu sebelum bepergian ke daerah endemik tifus.

Baca juga: Benarkah Vaksin Tifoid Ampuh Mencegah Tifus?

Selain vaksinasi, ada beberapa cara yang bisa ibu hamil lakukan untuk mencegah tifus, yaitu:

1.Rajin Cuci Tangan

Sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun adalah cara terbaik untuk mencegah tifus. Cucilah tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet. Selalu bawa hand sanitizer berbahan dasar alkohol saat bepergian untuk berjaga-jaga bila tidak ada air untuk cuci tangan.

2.Hindari Minum Air Mentah

Air minum yang terkontaminasi merupakan penyebab di balik tingginya kasus tifus di daerah endemik. Oleh karena itu, minumlah hanya air kemasan atau air matang. Hindari mengonsumsi es batu atau es loli kecuali ibu yakin minuman tersebut dibuat dari air kemasan atau air matang. Saat bepergian, beli lah minuman botol. Bila ingin minum air non-botol, sebaiknya masak dulu selama satu menit sebelum diminum. 

Ibu hamil juga sebaiknya menggunakan air kemasan untuk menyikat gigi dan usahakan untuk tidak menelan air saat mandi.

3.Hindari Mengonsumsi Buah dan Sayur Mentah

Karena ada kemungkinan produk makanan mentah dicuci dengan air yang tidak aman, ibu hamil sebaiknya menghindari buah-buahan dan sayuran yang tidak bisa dikupas, terutama selada. Sebaiknya, hindari makanan mentah sama sekali.

4.Pilih Makanan Panas

Ibu hamil juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang disimpan atau disajikan pada suhu ruangan. Saat makan di luar rumah, sebaiknya pilihlah makanan panas yang dikukus. Meskipun tidak ada jaminan bahwa makanan yang disajikan di restoran itu aman, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dari pedagang kaki lima karena lebih mungkin menggunakan bahan-bahan yang terkontaminasi.

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

Itulah cara yang bisa ibu lakukan untuk mencegah tifus selama kehamilan. Jangan lupa download aplikasi Halodoc ya yang dapat memudahkan ibu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap selama masa kehamilan.

Referensi:
Parenting Firstcry. Diakses pada 2020. Typhoid During Pregnancy – Reasons, Symptoms, and Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid fever
American Journal of Obstetrics and Gynecology. Diakses pada 2020. Typhoid fever in pregnancy