• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Gangguan Psikologis yang Sering Dialami Anak Muda

4 Gangguan Psikologis yang Sering Dialami Anak Muda

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kehidupan anak muda bisa dibilang tak ubahnya seperti rollercoaster dengan emosi yang naik turun. Masa dewasa awal adalah periode yang ditandai oleh perubahan pada pertumbuhan fisik, mental, dan emosional. 

Kerentanan inilah yang menyebabkan risiko timbulnya gangguan kesehatan psikologis yang bisa berdampak pada kehidupan mental individu mendatang. Anak muda rentan dengan perubahan suasana hati, sehingga bisa jadi sulit untuk mengidentifikasi apakah itu gangguan psikologis ataupun perubahan mood normal. Simak uraiannya di sini!

Faktor Situasi Tertentu Meningkatkan Risiko

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh ChilTrend.org, 1 dari 5 anak muda kerap mengalami gangguan psikologis. Jenis gangguan ini mulai dari depresi, kecemasan, gangguan spektrum autisme, sampai gangguan kepribadian dan perilaku.

Baca juga: 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Genetika dan situasi lingkungan keluarga cenderung memiliki peran dalam kesehatan psikologis anak muda. Perlu diketahui kalau anak laki-laki cenderung memiliki gangguan spektrum perilaku dan autisme serta Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), sedangkan perempuan seringnya lebih rentan terhadap depresi dan gangguan makan. 

Anak-anak remaja yang yang dibesarkan dalam keluarga yang kerap mengalami pelecehan (seksual atau fisik), orang tua yang memiliki tingkat pendidikan lebih rendah, ataupun orang tua yang juga memiliki gangguan kesehatan mental lebih cenderung mengalami gangguan psikologis.

  1. Depresi

The National Institute of Mental Health Disorders mengungkapkan setidaknya 25 persen siswa sekolah menengah menunjukkan gejala gangguan psikologis ringan. Data kesehatan yang dipublikasikan oleh The British Medical Journal menunjukkan kalau sekitar 8 hingga 10 persen siswa sekolah menengah memiliki gejala depresi yang parah.

Seperti halnya depresi pada orang dewasa, depresi remaja sering ditandai dengan kesedihan, kemarahan, dan kemurungan yang sama. Namun, tidak seperti pada orang dewasa, depresi remaja, ataupun anak muda lebih cenderung mengarah pada kemarahan, dan permusuhan ketimbang kesedihan. Nah, remaja ataupun anak muda yang mengalami gejala ini cenderung mengeluhkan sakit kepala ataupun sakit perut. 

Baca juga: 5 Fakta Tentang Mood yang Perlu Diketahui

Selain tanda-tanda ini dan gejala umum di atas, gejala lainnya yang juga akan dialami oleh anak muda adalah perasaan tidak berharga, kesepian, masalah pada berkonsentrasi, kelelahan ekstrim, sering menangis, serta pikiran untuk bunuh diri. 

  1. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum terjadi pada anak muda. Gangguan kecemasan ini mencakup fobia, gangguan panik, kecemasan sosial, gangguan stres pasca-trauma (PTSD) atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Diperkirakan 10 persen anak muda mengidap salah satu dari jenis gangguan psikologis ini. 

Sekali lagi, seperti gangguan kesehatan psikologis yang dialami orang dewasa, masalah kecemasan ini juga mirip dengan apa yang dialami anak muda. Kalau kamu butuh informasi lebih lengkap mengenai gangguan psikologis yang dialami anak muda, bisa tanyakan langsung di Halodoc

Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

  1. Gangguan Makan

Gangguan makan seperti bulimia nervosa (bulimia), anorexia nervosa (anorexia), atau dysmorphia tubuh dapat memengaruhi sekitar 5 persen anak muda dan dapat menyebabkan komplikasi fisik yang serius. 

Mereka yang mengidap jenis gangguan ini akan cenderung melakukan diet dan olahraga demi mempertahankan berat badan. Bulimia adalah gangguan di mana seseorang dapat makan berlebihan dan membersihkan makanan sesudahnya, sedangkan anoreksia memerlukan makan makanan dalam jumlah yang sangat kecil atau tidak makan sama sekali. 

Masalah kesehatan mental ini paling umum terjadi pada anak perempuan yang disebabkan karena tekanan sosial.

  1. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

ADHD adalah salah satu kondisi gangguan psikologis yang lebih umum terjadi dan memengaruhi sekitar 8,6 persen remaja berusia 8 hingga 15 tahun. Gangguan ini ditandai dengan perhatian yang lebih pendek, impulsif, hiperaktif, dan disorganisasi. Anak muda yang mengidap gangguan ini akan lebih mudah bosan, gagal berkonsentrasi, bahkan untuk waktu yang singkat. 

Referensi:

Dual Diagnosis.org. Diakses pada 2019. Common Mental Health Disorders in Young Adults.
The American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses pada 2019. Mental Health Disorders in Adolescents.