• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Mengalami Limfadenopati

4 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Mengalami Limfadenopati

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Limfadenopati ditandai dengan terjadi pembengkakan atau pembesaran pada kelenjar getah bening. Hal ini muncul sebagai gejala penyakit. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang terjadi pada tubuh. Apa saja perubahan yang terjadi pada tubuh saat mengalami limfadenopati?

Sebelumnya perlu diketahui, ada banyak kelenjar getah bening yang tersebar di seluruh tubuh manusia. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan bertugas membantu tubuh dalam melawan virus atau bakteri yang dapat membahayakan kesehatan. Sebenarnya, ukuran kelenjar ini bisa bertambah besar tapi memiliki batas normal. Pembesaran kelenjar yang terjadi secara berlebihan atau melebihi batas normal bisa jadi tanda gangguan limfadenopati. 

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentang Kelenjar Getah Bening

Gejala Limfadenopati yang Perlu Diketahui

Ada beberapa perubahan dan gejala yang terjadi pada tubuh dan bisa diamati sebagai tanda penyakit limfadenopati. Apa saja gejalanya? 

1.Pembesaran Kelenjar 

Gejala khas dari penyakit ini adalah pembesaran atau pembengkakan pada kelenjar getah bening. Hal ini dikenali dengan munculnya benjolan di bawah kulit. Pada beberapa kasus, benjolan yang muncul bisa disertai dengan rasa sakit. 

2.Ruam Kulit 

Tidak hanya benjolan, limfadenopati juga memicu munculnya ruam kulit. Biasanya, ruam akan muncul di bagian tubuh tertentu. Ruam muncul tergantung pada penyebab, lokasi pembengkakan, dan kondisi tubuh.

3.Penurunan Berat Badan 

Tubuh pengidap limfadenopati juga sering tiba-tiba terasa lemas dan mengalami penurunan berat badan tanpa diketahui apa penyebab pastinya. Namun, perlu diingat kedua kondisi ini bisa dianggap sebagai gejala limfadenopati jika dibarengi dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening. 

Baca juga: 5 Penyakit yang Diketahui Akibat Benjolan di Leher

4.Demam 

Pengidap gangguan ini juga bisa mengalami demam dan sering berkeringat di malam hari. Namun, terkadang pengidap penyakit ini sama sekali tidak mengalami gejala sama sekali. Maka dari itu, pemeriksaan rutin perlu dilakukan untuk mendeteksi limfadenopati segera. 

Untuk memastikan apakah gejala dan pembengkakan yang muncul terjadi karena limfadenopati atau bukan, perlu dilakukan pemeriksaan segera. Pasalnya, ukuran pembesaran kelenjar yang normal antara satu orang bisa berbeda dengan orang lainnya. Tergantung pada beberapa faktor, seperti usia, kekebalan tubuh, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan. 

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab seseorang mengalami limfadenopati, salah satunya infeksi. Penyakit ini bisa terjadi karena beberapa jenis infeksi, misalnya infeksi telinga. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena adanya infeksi pada gigi atau gusi, faringitis, infeksi kulit, tuberkulosis, hingga HIV. Limfadenopati juga bisa muncul karena riwayat penyakit autoimun. 

Gangguan ini bisa muncul akibat penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi karena serangan sistem kekebalan tubuh sendiri. Beberapa jenis penyakit autoimun yang terkait dengan kondisi ini adalah lupus dan rheumatoid arthritis. Pembengkakan pada kelenjar getah bening pun bisa terjadi karena adanya penyakit tertentu. Limfadenopati bisa terjadi pada orang yang mengalami kanker, seperti limfoma dan leukemia. 

Baca juga: Ini Arti Benjolan di Belakang Telinga

Selain penyebab tersebut, masih ada kemungkinan kondisi lain yang bisa memicu limfadenopati. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala yang menyerupai penyakit tersebut. Kamu juga bisa berbicara dengan dokter melalui aplikasi Halodoc! Kamu bisa berdiskusi dan menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Swollen Lymph Nodes.
Drugs. Diakses pada 2020. Lymphadenopathy.
Patient. Diakses pada 2020. Generalised Lymphadenopathy.