• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Tes untuk Mendiagnosis Aspergilosis dalam Tubuh

4 Tes untuk Mendiagnosis Aspergilosis dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Aspergilosis terjadi karena adanya infeksi yang diakibatkan oleh jamur Aspergillus. Jamur penyebab penyakit ini masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Meski begitu, infeksi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti mata, kulit, atau otak. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan. 

Jamur penyebab aspergillosis biasanya ditemukan di tanah, pohon, tumpukan daun kering, kompos, serta ruangan yang lembap. Ada beberapa gejala yang bisa muncul sebagai tanda penyakit ini, tapi untuk memastikannya bisa dilakukan beberapa jenis tes. Lantas, apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis aspergilosis dalam tubuh? Cari tahu di sini!

Baca juga: Aspergilosis Terjadi saat Jamur Masuk ke Saluran Pernapasan

Gejala dan Diagnosis Aspergilosis

Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, tapi risiko aspergilosis menjadi lebih besar pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah serta memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit paru, seperti asma, PPOK, tuberkulosis (TBC), sarkoidosis, atau cystic fibrosis. Penyakit ini terjadi ketika jamur tidak sengaja terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan. 

Ada beberapa gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini. Namun, pada beberapa kasus aspergilosis mungkin muncul tanpa ada gejala, biasanya pada orang yang sehat dan memiliki sistem kekebalan tubuh baik. Sebaliknya, sistem kekebalan tubuh yang lemah atau ada riwayat penyakit tertentu bisa menyebabkan munculnya beragam gejala penyakit. 

Gejala yang muncul bisa bervariasi, tergantung pada jenis asperigilosis dan organ tubuh yang diserang. Jika dilihat dari lokasi diserangnya, infeksi ini dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu Allergic bronchopulmonary aspergillosis (ABPA), Chronic pulmonary aspergillosis (CPA), dan Invasive pulmonary aspergillosis (IPA). 

Baca juga: Apa Saja Gejala saat Terserang Aspergilosis?

Namun, secara umum penyakit ini bisa dikenali dengan gejala seperti demam dan menggigil, batuk berdarah, nyeri dada, sesak napas, sesak napas, mengi, hingga sakit kepala. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala aspergilosis. Pertolongan medis perlu segera diberikan, terutama pada orang yang mengidap penyakit asma atau cystic fibrosis.

Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh dan riwayat penyakit pernapasan, seperti asma harus mewaspadai penyakit ini. Segera pergi ke rumah sakit jika mengalami demam, tubuh terasa lemah, batuk berdarah, serta sesak napas. Kunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapat pertolongan medis segera. 

Kamu bisa mencari rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Temukan rumah sakit rujukan di sekitar tempat tinggal dan buat janji dengan dokter lebih mudah dalam satu aplikasi. Download aplikasi Halodoc segera di App Store dan Google Play. Aplikasi ini juga bisa dijadikan pertolongan pertama untuk bertanya pada dokter saat muncul gejala penyakit. 

Untuk memastikan penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan. Awalnya, dokter akan menanyakan keluhan yang muncul serta riwayat penyakit yang dialami sebelumnya. Pemeriksaan akan dilanjutkan dengan cek fisik, hal ini dilakukan untuk mendengar ada atau tidak suara saat pasien bernapas (mengi). Hal itu bisa menjadi tanda ada atau tidaknya gangguan pernapasan. 

Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang. Berikut tes yang dilakukan untuk mendiagnosis aspergilosis dalam tubuh! 

1.Rontgen atau CT scan 

Pemindaian, seperti rontgen atau CT scan bisa dijadikan cara untuk mendiagnosis aspergilosis. Prosedur ini dilakukan untuk melihat keberadaan aspergiloma alias bola jamur. Selain itu, pemindaian juga bisa melihat tanda infeksi di paru-paru. 

2.Tes Dahak 

Seperti namanya, tes ini dilakukan dengan memeriksa sampel dahak. Tes dahak dilakukan untuk memeriksa keberadaan Aspergillus atau mikroorganisme lain yang bisa menjadi penyebab infeksi terjadi.

Baca juga: Kenali 3 Jenis Aspergillosis yang Bisa Terjadi

3.Tes Darah 

Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar antibodi di dalam darah. Hal itu bisa digunakan sebagai petunjuk terjadinya reaksi alergi serta mendeteksi tanda-tanda infeksi. 

4.Bronkoskopi

Bronkoskopi dilakukan untuk memeriksa kondisi paru-paru. Tes ini juga dilakukan untuk mengambil sampel agar bisa diteliti lebih lanjut.

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Aspergillosis.
National Institute of Health. Diakses pada 2020. Aspergillosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Aspergillosis.