Aspergilosis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Aspergilosis

Aspergilosis atau aspergillosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur aspergillus. Hampir setiap waktu manusia menghirup spora aspergillus tanpa menjadi sakit. Namun, orang-orang dengan sistem imun yang lemah berisiko untuk mengalami gangguan kesehatan akibat kapang ini. Jamur Aspergillus, terutama mengenai jaringan paru-paru yang menyebabkan empat sindrom yang paling sering, yaitu:

  • Aspergilosis Bronkopulmonal Alergi (Allergic Bronchopulmonary Aspergillosis /ABPA).

  • Aspergiloma (Aspergilloma).

  • Pneumonia Aspergilosis Kronik (Chronic Necrotizing Aspergillosis Pneumonia/CNPA).

  • Aspergilosis Invasif (Invasive Aspergillosis).

Pada orang-orang dengan sistem imun yang sangat lemah (immunocompromised), maka infeksi Aspergillus dapat meluas dari paru-paru hingga ke mata (menyebabkan endoftalmitis), jantung (mengakibatkan endokarditis), abses di otot jantung, ginjal, hati, limpa, jaringan lunak, sistem saraf pusat, dan juga tulang. Meskipun merupakan salah satu jenis infeksi paru, tetapi aspergilosis tidak dapat ditularkan antar manusia atau dari manusia ke binatang dan sebaliknya.

Baca juga: Gejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

 

Faktor Risiko Aspergilosis

Faktor risiko terjadinya aspergilosis, antara lain:

  • Mengidap asma atau fibrosis kistik berisiko untuk mengalami ABPA

  • Mengidap penyakit paru, seperti Tuberkulosis (TBC) berisiko untuk mengidap Aspergilloma

  • Mengidap penyakit paru, seperti TBC, PPOK, ataupun sarkoidosis berisiko terkena CNPA

  • Menjalani transplantasi organ atau dengan sistem imun yang sangat rendah, misalnya menjalani terapi kanker, ataupun mengonsumsi obat steroid jangka panjang atau dosis tinggi berisiko terkena aspergilosis invasif.

 

Penyebab Aspergilosis

Penyebab dari infeksi jamur aspergilosis adalah terhirupnya spora aspergillus pada orang dengan faktor risiko, yaitu daya tahan tubuh yang rendah. Jamur aspergillus merupakan kapang atau jamur berfilamen yang umum ada di mana-mana dari dataran tinggi hingga dataran rendah, dan biasanya banyak terdapat di wilayah yang subur, termasuk di Indonesia. Jamur ini juga didapatkan di kompos, kotoran burung, tembakau, dan kentang yang disimpan lama.

 

Gejala Aspergilosis

Gejala yang dialami oleh pengidap aspergilosis, bergantung dari janis aspergilosis yang diidap, yaitu:

  • Pada ABPA, biasanya terjadi pada pengidap asma dan fibrosis kistik. Pada ABPA, aspergillus menyebabkan peradangan akibat reaksi alergi dan menyebabkan gejala alergi, seperti batuk dan mengi. Selain itu, juga dapat ada keluhan demam dan pada pemeriksaan didapatkan tanda peradangan paru yang tidak membaik dengan terapi antibiotik.

  • Aspergilloma adalah bola fungi (jamur) yang berada di kavitas (lubang) yang telah ada sebelumnya. Biasanya, terjadi pada TB atau infeksi paru lain yang telah diobati. Salah satu keluhan yang sering dialami adalah batuk darah yang berat. Selain itu, pengidap juga biasanya mengalami demam

  • CNPA adalah infeksi aspergilosis yang terjadi perlahan-lahan, biasanya terjadi pada pengidap dengan penyakit paru lama, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), pengonsumsi alkohol, ataupun mengonsumsi obat-obatan steroid dalam waktu lama. Gejala yang biasanya dialami, antara lain demam, batuk, keringat malam, dan penurunan berat badan. Gejala ini mirip dengan gejala TBC atau pneumonia, tetapi hasil pemeriksaan TB negatif dan tidak membaik dengan antibiotik.

  • Aspergillosis invasif adalah infeksi aspergilosis yang berkembang dengan cepat dan seringkali berdampak fatal pada pengidap dengan daya tahan tubuh yang rendah, misalnya pada pengidap transplantasi organ, mengidap HIV/AIDS, ataupun penyakit granulomatosa kronik. Infeksi ini biasanya disertai dengan penyebaran infeksi ke organ lain, terutama susunan saraf pusat. Keluhan yang dialami berupa demam, batuk, sesak napas, nyeri dada, batuk darah, napas cepat, dan rendahnya kadar oksigen didalam darah yang semakin parah.

 

Diagnosis Aspergilosis

Penegakkan diagnosis aspergilosis dilakukan berdasarkan hasil penemuan tanda dan gejala pada pemeriksaan wawancara dan fisik. Kecurigaan ke arah infeksi jamur, biasanya akan diarahkan pada pengidap dengan keluhan yang sesuai dengan aspergilosis, yaitu:

  • ABPA

Diagnosis ABPA didasarkan pada didapatkannya kelainan, seperti:

    • Mengidap asma atau fibrosis kistik

    • Terdapat batuk, mengi, peningkatan dahak, dan sulit beraktivitas

    • Terdapat hasil eosinofil pada pemeriksaan darah

    • Hasil pemeriksaan alergi lain menunjukkan hasil positif

    • Rontgen dada atau CT Scan menunjukkan adanya peradangan paru

    • Pemeriksaan mikroskopik, kultur, dan antigen/antibodi positif aspergilosis

  • Aspergiloma

Aspergiloma terutama dapat terlihat melalui pemeriksaan pencitraan, seperti rontgen dada. Pada pemeriksaan ini, akan didapatkan kavitas (lubang) yang berisi massa yang solid yang berubah posisi pada saat pengidap berubah posisi. Pemeriksaan ini dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan CT Scan yang dapat lebih jelas melihat bola fungi dan aspergiloma multipel.

  • Aspergilosis Invasif dan CNPA

Diagnosis aspergilosis invasif dan CNPA tergantung pada jaringan mana yang terkena. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sesuai keluhan, pemeriksaan rontgen/CT Scan, pemeriksaan mikroskopik, serta kultur dan deteksi antigen/antibodi dari sampel sputum atau biopsi.

Baca juga: Sering Merokok, Hati-Hati Emfisema

 

Pengobatan Aspergilosis

Pemberian terapi aspergilosis tergantung jenis yang dialami, yaitu:

  • ABPA

Pada aspergilosis yang disebabkan, karena reaksi alergi seperti ABPA, maka dapat diberikan obat antijamur dan juga steroid untuk meringankan gejala.

  • Aspergiloma

Pada aspergiloma, terapi pembedahan merupakan terapi utama untuk mengeluarkan bola fungi dari dalam paru-paru serta pemberian antijamur

  • CNPA

Pada CNPA, antijamur diberikan dan dilihat apakah berespon atau tidak. Pembedahan mungkin akan disarankan jika terdapat kerusakan yang luas atau tidak berespon pada pemberian obat-obatan

  • Aspergilosis Invasif

Pada aspergilosis invasif, diberikan terapi antijamur, tidak melanjutkan terapi penekan sistem imun, ataupun pembedahan jika diperlukan

 

Pencegahan Aspergilosis

Sangat sulit sekali jika ingin mencegah diri untuk menghirup spora jamur aspergilus karena jamur ini hampir selalu ada di mana-mana. Jika pengidap sedang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, maka dapat melakukan beberapa upaya berikut:

  • Menggunakan masker;

  • Mencegah kontak langsung dengan debu atau tanah, misalnya dengan menggunakan alat pelindung diri, seperti baju panjang, sepatu boot, dan sarung tangan;

  • Segera mengobati jika terdapat luka di tubuh; dan

  • Jika terlanjur terpapar, segera periksakan ke dokter terdekat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Baca juga: Kenali Perbedaan Bronkitis Kronis dan Emfisema

Referensi:
CDC. Diakses pada 2019. Aspergillosis: Types of Fungal Diseases
MedicalNewsToday. Diakses pada 2019. Fungi: Hazards and health applications

Diperbarui pada 19 September 2019