• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Aspergilosis Berdasar Jenis yang Dialami

Gejala Aspergilosis Berdasar Jenis yang Dialami

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Aspergilosis harus segera ditangani untuk mencegah terjadinya komplikasi. Penyakit ini terjadi karena ada infeksi yang disebabkan oleh jamur Aspergillosis. Jangan sepelekan penyakit ini, sebab aspergilosis umumnya akan memengaruhi sistem pernapasan. Dalam kondisi yang parah, jamur penyebab penyakit ini juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti kulit, mata, dan otak. 

Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang hidup di pendingin dan pemanas ruangan, tanah, pohon, padi, kompos, serta tempat-tempat yang lembap. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh alias imun rendah harus mewaspadai penyakit ini. Sebab, infeksi jamur Aspergillosis lebih sering terjadi pada orang yang memiliki sistem imun lemah.

Baca juga: 4 Makanan Sehat yang Baik untuk Kinerja Paru-Paru

Jenis Aspergilosis dan Cara  Mengobati 

Aspergillosis terjadi karena infeksi jamur Aspergillus yang terhirup ke dalam saluran pernapasan. Selain karena faktor imunitas yang rendah, penyakit ini juga rentan menyerang orang yang memiliki beberapa faktor risiko, seperti: 

  • Mengidap penyakit  yang berkaitan dengan kekebalan tubuh, di antaranya mengidap HIV/AIDS, kanker darah, atau menggunakan obat imunosupresan, kortikosteroid, serta kemoterapi.

  • Riwayat atau pernah menjalani transplantasi organ sebelumnya. Penyakit ini juga rentan menyerang orang yang pernah menjalani transplantasi sumsum tulang. 

  • Aspergillosis juga rentan menyerang orang yang mengidap penyakit paru, seperti asma, PPOK, tuberkulosis (TBC), sarkoidosis, atau cystic fibrosis. 

Jika dilihat dari area atau organ tubuh yang diserang, penyakit ini dibedakan menjadi beberapa jenis. Gejala yang muncul akan berbeda tergantung pada jenisnya. Berikut jenis-jenis aspergillosis dan gejala yang sering terjadi:

  • Allergic Bronchopulmonary Aspergillosis (ABPA)

Jenis aspergilosis yang paling umum terjadi adalah Allergic bronchopulmonary aspergillosis (ABPA). Kondisi ini paling sering terjadi pada penderita asma atau cystic fibrosis. ABPA merupakan reaksi alergi akibat paparan jamur Aspergillus yang memicu keluhan mirip gejala asma, yaitu mengi, sulit bernapas, sesak napas, dan lemas.

Baca juga: Gejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

  • Chronic Pulmonary Aspergillosis (CPA)

Jenis infeksi jamur yang satu ini paling sering menyerang orang yang memiliki penyakit paru, seperti TBC, PPOK, atau sarkoidosis. Gejala dari kondisi ini adalah penurunan berat badan, batuk berdarah, kelelahan, serta sesak napas. 

  • Invasive pulmonary aspergillosis (IPA)

Invasive pulmonary aspergillosis atau IPA merupakan jenis infeksi jamur yang paling parah. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada pengidap HIV, orang yang menjalani kemoterapi, atau orang yang pernah mendapat transplantasi sumsung tulang.

Jenis aspergilosis yang satu ini muncul dikarenakan infeksi yang terjadi sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Dalam kasus ini, jamur penyebab infeksi sudah menyebar dan menyerang ke kulit, ginjal, jantung, otak, dan paru-paru. Gejala yang muncul pada jenis aspergilosis ini pun bisa berbeda-beda yang tergantung pada bagian organ yang diserang. 

Baca juga: Infeksi Paru-Paru saat Kecil Dapat Sebabkan Bronkiektasis

Namun secara umum, kondisi ini ditandai dengan gejala berupa demam dan menggigil, batuk berdarah, nyeri dada, sesak napas, serta sakit kepala. Kondisi ini sebaiknya tidak disepelekan dan harus segera diberi pengobatan. Tujuannya untuk mencegah aspergilosis menjadi lebih parah dan menimbulkan komplikasi. 

Masih penasaran tentang aspergilosis dan apa saja jenisnya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2020. Aspergillosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Aspergillosis.
Medscape. Diakses pada 2020. Aspergillosis.