• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Mengajari Kesabaran pada Anak Sejak Dini

5 Cara Mengajari Kesabaran pada Anak Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan anak-anak cenderung tidak sabar. Ketika ibu mengajak Si Kecil makan di restoran, misalnya, membuat ia duduk diam dan makan dengan tenang saja mungkin memberikan tantangan tersendiri. 

Hal itu karena karakter baik seperti kesabaran tidak dimiliki anak sejak lahir. Itulah mengapa orangtua perlu mengajari dan melatih anak untuk bersabar, dan tidak pernah ada kata terlalu dini untuk memulainya.

Mengajarkan kesabaran pada anak sejak ia masih kecil akan membuat anak belajar tentang konsep tersebut sejak awal, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk mempraktikkannya.

Bagaimana Cara Mengajari Kesabaran pada Anak?

Melatih anak untuk sabar tidak mudah, karena orang dewasa saja kadang-kadang masih berjuang untuk sabar. Namun, tahukah ibu, cara terbaik untuk mengajari kesabaran pada anak adalah memberikan contoh dari diri sendiri dan mempraktikkan kesabaran setiap hari.

Berikut ini cara untuk mengajari kesabaran pada anak, yaitu:

1.Belajar Bersabar pada Anak

Dalam keseharian, orangtua sering kali memiliki banyak kesempatan untuk memberi contoh kesabaran pada anak. Misalnya, ketika anak merajuk saat dibangunkan di pagi hari, atau ketika anak tidak mau membuka mulutnya atau menolak makan saat diberi makan adalah tantangan sehari-hari yang dihadapi orangtua yang bisa memancing emosi.

Namun, dalam situasi seperti itulah, penting bagi ibu untuk mempraktikkan kesabaran, sehingga Si Kecil dapat melihat teladan dari orangtuanya dalam hal kesabaran. 

Baca juga: Anak Rewel, Ini Cara Menjadi Ibu yang Sabar

2.Biarkan Anak Menunggu

Carilah kesempatan dalam keseharian untuk membuat Si Kecil menunggu sesuatu yang diinginkannya. Misalnya, ibu bisa mempersiapkan makanan lebih lama saat Si Kecil meminta camilan. Membiarkan ia menunggu selama 1-2 menit lebih sudah cukup untuk mulai mengajarkan Si Kecil kesabaran. Secara perlahan, Si Kecil akan belajar tentang konsep menunggu, dan ketika ia mulai memahaminya, ibu dapat menambah waktu tunggunya untuk melatih ia bersabar lebih lama.

Pada awalnya, Si Kecil mungkin akan menunjukkan ketidaksabaran saat ibu membuatnya menunggu. Ia mungkin akan sering bertanya, “Sudah belum? Apakah sudah?”.

Dalam menghadapi ketidaksabarannya itu, ibu dianjurkan untuk tetap tenang dan sabar. Memarahi anak atau membentaknya malah akan membuat anak memiliki pengalaman yang buruk saat menunggu. Dengan tetap tenang dan sabar, ibu dapat memberikan contoh sekaligus membuat menunggu menjadi pengalaman yang positif.

Baca juga: Harus Tahu, Dampak Kalau Anak Sering Dimarahi

3.Pertahankan Sikap Sabar

Saat memberi teladan kesabaran untuk Si Kecil, selalu ingat untuk tetap tenang, tersenyum, dan mencoba mengatasi setiap masalah yang terjadi dengan sikap positif. Marah-marah, mengeluh atau memutar bola mata harus dihindari sebisa mungkin, karena hal itu hanya membuat anak tidak bisa belajar bersabar.

4.Beri Pengertian pada Anak

Ketika Si Kecil mengeluh bahwa ia lebih suka bermain atau melakukan hal lainnya daripada menunggu, pastikan ibu tetap tenang dan dorong ia untuk membicarakan perasaannya. Berikan pengertian pada anak bahwa menunggu itu diperlukan untuk melatih kesabaran.

5.Penuhi Waktu yang Dijanjikan

Alih-alih mengatakan “tunggu 2 menit lagi” dan tidak bisa memenuhinya, sebaiknya mintalah anak untuk menunggu sebanyak waktu yang ibu perlukan dan kemudian penuhi janji ibu ketika waktunya sudah sampai.

Jadi, daripada memberitahu Si Kecil bahwa makan malam akan siap dalam 15 menit, sebaiknya beritahu ia bahwa makan malam akan siap setelah kentang matang.

Baca juga: Anak yang Sering Dibohongi Bisa Jadi Pembohong, Ini Faktanya

Nah, itulah cara-cara yang bisa ibu coba untuk mengajari kesabaran pada anak sejak dini. Bila ibu memiliki kesulitan dalam mendidik atau mengasuh anak, coba bicarakan saja pada dokter anak atau psikolog melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Firstcry Parenting. Diakses pada 2020. Ways and Activities to Teach Children Patience.
Kids Village. Diakses pada 2020. 5 Tips for Teaching Patience to Children.