• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Menyemangati Anak yang Terkena Diabetes

5 Cara Menyemangati Anak yang Terkena Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ketika anak didiagnosis mengidap diabetes, ayah dan ibu mungkin khawatir mengenai efek fisik dari penyakit tersebut. Sementara itu, masalah emosional juga muncul setelah diagnosis diabetes dinyatakan. Sebagai orang tua, pastikan untuk berbicara pada anak, memberikan semangat dan berbicara dengan cara yang sesuai dengan usianya, dan selalu katakan yang sebenarnya. 

Orangtua jangan ragu dengan pertanyaan dari anak, dengan menjawabnya maka dapat membantu ayah dan ibu mempelajari lebih lanjut mengenai diabetes. Anak-anak yang didiagnosis diabetes mungkin merasa ia telah melakukan kesalahan yang menyebabkan terjadinya penyakit. Penting bagi orangtua untuk menjelaskan hal yang sebenarnya dan memberikan semangat bahwa penyakit ini bisa dihadapi bersama. 

Baca juga: 4 Cara Membiasakan Gaya Hidup Sehat pada Anak

Cara Menyemangati Anak yang Mengidap Diabetes

Diabetes yang dialami oleh anak yaitu diabetes melitus tipe 1. Anak harus bergantung pada insulin eksternal, sehingga hal tersebut yang dapat menimbulkan masalah psikososial. 

Sebagai orangtua, pastikan memberitahu anak bahwa penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan dan tidak apa-apa jika ia merasa sedih atau kesal karena mengidapnya. Namun hal itu jangan dibiarkan berlarut. Selanjutnya, dorong anak untuk membicarakannya secara terbuka.

Diskusikan tentang diagnosis diabetes dengan anak-anak yang lain, yang mungkin mereka merasa iri dengan perhatian ekstra yang didapatkan saudaranya atau khawatir dapat mengalami diabetes juga. 

  • Akui Perasaan Anak

Lakukan kontrol kesehatan anak secara teratur. Cobalah untuk mendengarkan semua yang dia katakan sebelum mengungkapkan perasaan kamu sendiri. Bentuk komunikasi tidak selalu harus verbal, namun bisa dengan cara menggambar, menulis, atau memainkan alat musik dapat membantu anak pengidap diabetes mengekspresikan emosinya. 

  • Dorong Anak untuk Mengelola Kesehatannya Secara Aktif

Penting untuk memperkuat gagasan bahwa ketika anak menjaga diri mereka sendiri dan mengelola diabetesnya, mereka dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti suntikan ekstra atau melewatkan aktivitas yang disukai temannya. Anak mungkin juga ingin bertanya sendiri pada dokter.

  • Bangun Kemandirian Anak

Ini mungkin bisa sulit pada awalnya, tapi penting untuk menahan keinginan untuk menurunkan harapan atau terlalu melindungi anak dengan diabetes. Orangtua justru harus mendorong kemandirian anak. Dengan dorongan dan dukungan ayah dan ibu, anak dapat bertanggung jawab untuk mengelolanya. Ini bisa jadi perubahan yang berefek positif dan membangun kepercayaan diri anak. 

Baca juga: 5 Tips Cegah Kecanduan Manis Pada Anak

  • Bantu Anak Menemukan Kekuatannya

Apakah anak hobi membaca, bermain hoki, bernyanyi, atau memiliki kesukaan lainnya? Perlu ayah dan ibu ketahui bahwa diabetes tidak menentukan kehidupan seseorang, ini hanya sebagian kecil dari siapa seseorang. Maka bantulah anak untuk menemukan kekuatan dan passion yang disukainya. 

  • Fokus pada Persahabatan

Bersenang-senang dengan teman dapat membantu kepercayaan diri anak. Dorong anak untuk mendiskusikan diabetes dengan teman-temannya. Ini dapat membantu teman merasa lebih nyaman berinteraksi dengan anak dengan cara yang sama seperti sebelum didiagnosis. Namun tetaplah berfokus pada kesamaan yang anak miliki dengan teman-temannya. 

Cara Mendiskusikan Diabetes dengan Anak Sesuai Usianya

  • Anak-anak Prasekolah

Mereka masih mengandalkan orangtua untuk perawatan diabetes. Jelaskan tentang diabetes dalam istilah sederhana. 

  • Anak Usia Sekolah

Anak usia sekolah dasar sampai sekolah menengah harus belajar bagaimana menjalani beberapa perawatan diabetes. Namun, mereka tetap membutuhkan keterlibatan orangtua. Bersikaplah suportif, tapi jangan memaksakan diri saat anak secara bertahap mengambil tanggung jawab perawatan diri. 

Baca juga: Mengenali Gejala Diabetes Pada Anak

  • Remaja

Anak remaja mungkin dapat membuat keputusan yang buruk mengenai perawatan diabetes karena terpapar pengaruh tekanan teman sebaya, atau berbeda dari teman mereka, dan ada perasaan tak terkalahkan.

Orangtua perlu membicarakan tentang narkoba, alkohol, seksualitas, dan masalah lain dengan anak remaja dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi diabetes dan kesehatan mereka secara keseluruhan. Ada perbedaan tipis antara menawarkan dukungan dan menceramahi anak, jadi ungkapkanlah kekhawatiran dengan cara yang penuh perhatian. 

Komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci saat berbicara dan menyemangati anak tentang diabetes. Semakin banyak berdiskusi dan melibatkan anak dalam perawatan diabetes, maka semakin baik untuk kemandirian anak. Orangtua juga bisa berdiskusi dengan dokter atau psikolog melalui aplikasi Halodoc mengenai cara mengkomunikasikan penyakit ini secara tepat pada anak. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Diabetes: Dealing With Feelings
WebMD. Diakses pada 2020. Tips to Help Your Child With Diabetes