• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Penyebab Anak Alami Speech Delay
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Penyebab Anak Alami Speech Delay

5 Penyebab Anak Alami Speech Delay

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 Desember 2022

“Speech delay dapat memengaruhi kemampuan berbicara dan komunikasi anak secara verbal. Adapun beberapa penyebabnya yakni gangguan mulut dan frenulum pendek.”

5 Penyebab Anak Alami Speech Delay5 Penyebab Anak Alami Speech Delay

Halodoc, Jakarta – Speech delay atau keterlambatan perkembangan berbicara pada anak akan memengaruhi kemampuan mereka dalam berkomunikasi. Ini termasuk ungkapan ekspresi melalui verbal atau cara mereka berbahasa.

Seperti keterampilan dan perkembangan lainnya, perkembangan verbal masing-masing anak akan berbeda. Namun, ibu juga perlu mengetahui sejauh mana fase pertumbuhan mereka sesuai dengan usianya.

Seorang anak dengan speech delay hanya mampu mengucapkan 2 hingga 3 gabungan kata saja. Masalah ini disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti gangguan mulut dan bentuk frenulum yang pendek.

Penyebab Speech Delay pada Anak

Adapun beberapa kondisi yang menjadi penyebab speech delay anak, yakni:

  1. Gangguan mulut. Misalnya, bibir sumbing atau masalah pada bentuk lidah atau langit-langit mulut.
  2. Frenulum pendek. Ukuran lipatan bawah lidah yang terlalu pendek dapat membatasi pergerakan lidah saat berbicara.
  3. Autisme. Kondisi ini menyebabkan kelainan perkembangan saraf yang berdampak pada perilaku dan komunikasi anak.
  4. Masalah telinga. Misalnya, infeksi telinga kronis, yakni peradangan selaput mukosa telinga bagian tengah yang berlangsung lebih dari 2 bulan.
  5. Kurang stimulus. Misalnya, apraksia yang menyerang sistem saraf dan merusak kemampuan motorik anak.
  6. Masalah neurologis. Gangguan ini dapat memengaruhi otot yang digunakan untuk berbicara. Misalnya, cerebral palsy, distrofi otot, dan cedera otak traumatis.
  7. Keterbelakangan mental. Anak dengan kondisi ini tidak mampu berbicara, memahami kata-kata dan menggunakan gerakan tubuh dengan baik.

Adapun penyebab lainnya, yakni masalah oral-motorik pada anak. Gangguan ini dipicu oleh adanya masalah di area otak yang berfungsi untuk berbicara. Akibatnya, koordinasi bibir, lidah dan rahang untuk berkata menjadi lebih sulit. 

Gangguan lainnya, yakni masalah pendengaran. Kondisi ini memengaruhi kemampuan berbicara karena anak kesulitan mendengar. Dampak lainnya, yaitu kesulitan berbicara, memahami, meniru dan berbahasa.

Tanda Speech Delay yang Perlu Diwaspadai

Masalah ini ditangani oleh ahli patologi bahasa, audiolog atau dokter perkembangan anak. Dokter akan mempertimbangkan kemungkinan penyebab dari speech delay, mulai dari gangguan pendengaran hingga keterlambatan perkembangan. 

Segera periksakan anak jika mengalami gejala ini:

  • Usia 12 bulan. Tidak mampu menunjuk atau melambaikan tangan.
  • Usia 18 bulan. Lebih memilih menggunakan isyarat ketimbang berbicara dan kesulitan menirukan suara.
  • Usia 2 tahun. Hanya dapat meniru ucapan atau tindakan, tidak mampu berbicara spontan, tidak dapat mengungkapkan permintaannya dan tidak mampu mengikuti petunjuk sederhana.

Adapun gejala lain yang perlu diwaspadai, yakni:

  • Jarang berbicara atau meniru perkataan orang lain.
  • Tidak bereaksi ketika dipanggil.
  • Menghindari kontak mata ketika diajak berbicara.
  • Kesulitan menyebutkan benda-benda di sekitarnya.
  • Belum lancar merangkai dua atau tiga kata sekaligus.
  • Tidak mampu mengikuti petunjuk sederhana.

Untuk mengatasi gejala yang muncul, langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah sering mengajaknya berkomunikasi. Pertama-tama, ajak mereka berbicara lakukan dalam kalimat pendek. Kemudian, naikkan jumlah kata perlahan-lahan.

Ibu juga bisa memberikannya suplemen guna meningkatkan kesehatan tubuh dan otaknya. Silakan download Halodoc segera dan cek kebutuhan suplemen di Toko Kesehatan pada aplikasi tersebut.

Referensi:
American Academy of Family Physicians. Diakses pada 2022. Evaluation and Management of the Child with Speech Delay.
Kids Health. Diakses pada 2022. Delayed Speech or Language Development.