
5 Penyebab Jerawat Batu dan Cara Mencegahnya
“Penyebab jerawat batu bisa karena perubahan hormon, konsumsi obat tertentu, hingga faktor genetik. Salah satu cara tepat untuk mencegah munculnya masalah kulit wajah ini adalah membersihkan wajah secara rutin pagi dan malam hari.”

DAFTAR ISI
- Apa Penyebab Jerawat Batu?
- Bagaimana Cara Mencegah Jerawat Batu?
- Rekomendasi Krim untuk Mengatasi Jerawat
- Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Munculnya jerawat pada kulit wajah memang menyebalkan, karena bisa mengganggu penampilan. Apalagi bila jenis jerawat yang muncul adalah jerawat batu yang biasanya berukuran lebih besar daripada jerawat biasanya.
Sebenarnya, apa penyebab jerawat batu pada kulit wajah?
Tidak hanya mengganggu penampilan, munculnya jerawat batu juga sering kali memicu rasa sakit dan tidak nyaman pada siapa saja yang mengalaminya.
Namun, mengetahui penyebabnya bisa membantu kamu menentukan langkah yang tepat untuk mencegah jerawat batu.
Apa Penyebab Jerawat Batu?
Jerawat biasanya muncul ketika sel kulit mati, minyak dan bakteri terperangkap pada pori-pori kulit. Pada kasus jerawat batu, kondisi ini terjadi ketika infeksi masuk jauh ke dalam kulit dan menimbulkan benjolan yang berisi nanah.
Jerawat batu adalah jenis jerawat yang paling serius ketimbang jenis lainnya. Bila pecah, infeksi bisa menyebar dan menyebabkan lebih banyak jerawat. Tak hanya wajah, jerawat batu juga bisa muncul pada bagian tubuh lainnya, seperti dada, leher, dan lengan.
Penyebab jerawat batu sebenarnya belum pasti. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin berpengaruh terhadap munculnya jerawat ini, antara lain:
1. Perubahan hormon
Perubahan hormon androgen berperan besar terhadap munculnya jerawat batu. Saat remaja, kadar hormon ini meningkat sehingga menyebabkan produksi minyak (sebum) ikut meningkat dan sel kulit tumbuh lebih cepat. Hal ini bisa menyebabkan pori-pori tersumbat sehingga memicu munculnya jerawat batu.
Selain itu, perubahan hormon yang terjadi akibat siklus menstruasi, kehamilan, pil KB, terapi hormon, kondisi sindrom ovarium polikistik, dan stres juga bisa menyebabkan jerawat batu.
2. Konsumsi obat tertentu
Penyebab jerawat batu selanjutnya adalah konsumsi obat tertentu. Memang benar, beberapa obat dan bahan kimia, seperti kortikosteroid, litium, fenitoin, dan isoniazid bisa menyebabkan munculnya jerawat batu atau memperburuk kondisi yang sudah ada.
3. Penggunaan produk kulit tertentu
Tak banyak orang yang menyadari bahwa pemakaian produk kulit tertentu juga dapat menjadi penyebab jerawat batu. Ini terutama pada penggunaan produk kosmetik atau riasan, pembersih kulit wajah, dan losion yang bisa memicu produksi minyak berlebih pada wajah.
4. Tingkat kelembapan yang tinggi dan keringat berlebih
Bila kamu termasuk orang yang gampang berkeringat, kamu lebih rentan mengalami jerawat batu. Bukan tanpa alasan, pori-pori pada kulit akan lebih mudah terbuka saat berkeringat.
Alhasil, kotoran dan bakteri bisa dengan mudah masuk ke dalam kulit yang akhirnya menyebabkan munculnya jerawat.
5. Penyebab jerawat batu karena faktor genetik
Faktor genetik juga bisa menjadi salah satu penyebab jerawat batu yang kamu alami. Orangtua yang memiliki masalah dengan jerawat bisa meningkatkan risiko lebih mudah mengalami kondisi serupa. Jika kamu adalah salah satunya yang mengalami jerawat batu karena genetik, kamu juga Perlu Tahu, Jenis Jerawat Batu Genetis.
Meski begitu, kamu mungkin pernah mendengar bahwa cokelat, makanan berminyak atau pedas, berhubungan seksual, dan melakukan masturbasi bisa menjadi penyebab jerawat batu.
Padahal, itu hanya mitos karena berbagai faktor tersebut tidak menjadi penyebab jerawat batu. Salah satunya dari artikel ini: Makanan Berminyak Bisa Picu Jerawat, Ini Faktanya
Bagaimana Cara Mencegah Jerawat Batu?
Setelah mengetahui apa saja hal yang menjadi penyebab jerawat batu, kamu atau anggota keluargamu dapat mencegahnya dengan melakukan beberapa tips berikut ini.
1. Bersihkan wajah secara rutin
Cara mencegah jerawat batu yang paling mudah untuk kamu lakukan adalah mencuci muka dua kali sehari, yaitu pagi hari sebelum memulai aktivitas dan malam hari sebelum beristirahat atau setelah olahraga. Gunakan sabun atau pembersih berbahan ringan untuk wajah.
2. Hindari menggosok wajah terlalu keras
Selain itu, hindari menggosok wajah terlalu keras atau memakai produk kulit berbahan keras. Misalnya, produk pembersih yang memiliki kandungan scrub. Bukan tanpa alasan, ini karena eksfoliasi kulit terlalu keras bisa menyebabkan kulit menjadi iritasi dan mudah berjerawat.
3. Tidak memencet jerawat batu
Kemudian, jangan pernah memencet jerawat batu, terutama dengan kondisi tangan yang kurang bersih. Pasalnya, kamu bisa membuat infeksi menjadi lebih parah dan membuat jerawat menyebar.
Jadi, biarkan jerawat pada wajah sembuh dengan sendirinya. Selain mengurangi risiko infeksi yang menyebar, tidak memencet jerawat juga mengurangi risiko munculnya bekas luka atau bopeng.
4. Hindari paparan sinar matahari
Paparan sinar UV bisa menyebabkan banyak masalah kulit, termasuk menjadi penyebab jerawat batu hingga tanda penuaan dan kanker kulit. Inilah sebabnya, sebaiknya hindari terkena sinar matahari terlalu lama karena bisa memengaruhi kesehatan dan penampilan kulit.
5. Terapkan pola hidup sehat
Cara mencegah jerawat batu juga tidak lepas dari disiplin menerapkan pola hidup sehat. Tidur yang cukup dan rutin berolahraga bisa membantu menjaga kesehatan kulit agar tidak mudah berjerawat.
Selain itu, kamu juga harus dapat mengelola stres dengan baik. Sebab, stres yang tidak mendapatkan penanganan bisa membuat tubuh melepaskan lebih banyak hormon yang bisa memperparah jerawat.
Itulah penyebab jerawat batu dan cara mencegahnya yang perlu kamu ketahui. Tak harus dengan biaya mahal, ada 5 Cara Menghilangkan Jerawat Batu Secara Alami dan Tanpa Bekas yang bisa kamu coba.
Cara di atas masih belum berhasil? Jangan ragu untuk chat dokter spesialis kulit dari Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Rekomendasi Krim untuk Mengatasi Jerawat
Berikut adalah rekomendasi krim jerawat Haloskin:
1. Haloskin Lab Acne Fighting Package

Pertama, kamu bisa menggunakan Haloskin untuk mengatasi jerawat.
Haloskin merupakan krim jerawat yang bisa kamu gunakan untuk melawan bakteri, meredakan peradangan, dan menjaga kesehatan skin barrier.
Obat jerawat Haloskin Acne Fighting diformulasikan oleh dermatolog untuk semua jenis jerawat aktif mulai dari nodul, kista atau jerawat baru, komedo, postul, hingga papul.
Paket perawatan kulit ini terdiri dari Haloskin Lab Acne Fighting Day Cream dan Night Cream.
- Acne Fighting Day Cream (10 g). Krim pagi dengan formula anti-bakteri untuk melindungi kulit dari bakteri penyebab jerawat dan menjaga skin barrier.
- Acne Fighting Night Cream (10 g). Krim malam dengan formula anti-inflamasi dan anti-bakteri untuk meredakan peradangan dan mencegah munculnya jerawat baru.
Kandungan Haloskin
- Tretinoin. Tretinoin merupakan obat resep yang termasuk dalam golongan retinoid, turunan dari vitamin A. Tretinoin Bekerja membersihkan pori tersumbat dan mencegah jerawat baru dengan mempercepat regenerasi kulit.
- Adapalene. Bahan gentle yang termasuk dalam golongan retinoid dengan sifat anti-inflamasi yang kuat. Kandungan yang satu ini dapat membantu mengurangi peradangan dan kemerahan.
- Antibacterial agents. Membantu menekan bakteri penyebab jerawat dan menurunkan lesi jerawat.
Aturan Pakai Haloskin
Day Cream (krim pagi)
- Cleanser. Bersihkan wajah menggunakan cleanser dari sisa minyak, makeup, dan kotoran.
- Moisturizer. Gunakan moisturizer untuk memberikan hidrasi dasar agar kulit tetap lembap.
- Day Cream Haloskin. Di tahap ini, kamu bisa menggunakan Day Cream Haloskin untuk menutrisi kulit.
- Sunscreen. Terakhir, pakai sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.
Night Cream (krim malam)
- Cleanser. Pastikan kamu membersihkan wajah menggunakan cleanser sebelum beristirahat.
- Moisturizer. Pakai moisturizer atau pelembap untuk mengunci hidrasi kulit.
- Night Cream. Aplikasikan Night Cream Haloskin untuk proses regenerasi kulit saat tidur.
Keunggulan Haloskin untuk Atasi Jerawat
- Formulasi yang aman digunakan bagi ibu hamil dan menyusui, karena setiap produk dipersonalisasi secara khusus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sensitif di masa kehamilan maupun menyusui.
- Tidak perlu khawatir akan efek ketergantungan, sebab produk Haloskin aman dihentikan kapan saja di bawah arahan dokter tanpa memicu masalah kulit kembali.
- Tidak perlu khawatir dengan efek samping produk, sebab Haloskin dirancang dengan formula minim purging. Hal tersebut menjadikannya pilihan yang nyaman untuk kulit sensitif sekalipun.
- Haloskin juga menyediakan solusi dermatolog yang bisa membantu menangani berbagai jenis jerawat aktif secara tuntas.
Mulai dari Rp148.000 per package.
Dapatkan Haloskin Acne Fighting di Haloskin by Halodoc.
2. Haloskin Lab Acne Recovery Package

Haloskin Acne Recovery merupakan krim jerawat yang diformulasikan untuk memudarkan noda bekas jerawat dan memperbaiki tekstur kulit.
Haloskin Acne Recovery bisa digunakan sebagai pemulihan menyeluruh untuk 3 jenis bekas jerawat seperti bekas jerawat kehitaman, bekas jerawat kemerahan, serta tekstur kulit tidak rata atau bopeng.
Rangkaian produknya terdiri dari Haloskin Lab Acne Recovery Day Cream dan Night Cream.
- Acne Recovery Day Cream (10 g). Merupakan krim pagi yang membantu mencerahkan kulit wajah dan memudarkan noda bekas jerawat.
- Acne Recovery Night Cream (10 g). Krim malam yang membantu menyamarkan noda bekas jerawat, memperbaiki tekstur kulit, dan mencegah munculnya jerawat baru.
Manfaat dalam Kandungan
- Tranexamic acid. Ampuh memudarkan noda hitam bekas jerawat dengan menghambat pembentukan pigmen. Efektif memudarkan bekas jerawat kehitaman pasca jerawat.
- Niacinamide. Sejenis vitamin B3 yang bisa membantu mengurangi inflamasi dan kemerahan, serta dapat mempercepat penyembuhan jerawat.
- Tretinoin. Merupakan golongan retinoid, yakni turunan dari vitamin A yang bisa membantu merangsang produksi kolagen untuk memperbaiki tekstur kulit.
Mulai dari Rp148.000 per package.
Dapatkan Haloskin Acne Recovery di Haloskin by Halodoc.
Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?
Jerawat batu memerlukan penanganan medis yang serius karena potensi komplikasinya.
Apabila mengalami benjolan jerawat yang besar, merah, nyeri, dan tidak membaik dengan perawatan kulit rutin, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kulit.
Dokter dapat mendiagnosis kondisi secara akurat dan meresepkan pengobatan yang sesuai, seperti antibiotik oral, isotretinoin, atau terapi hormonal.
Penanganan yang tepat dapat mencegah terbentuknya bekas luka permanen dan mengurangi risiko peradangan.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Stop overthinking lagi, ya!
Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi:
WebMD. Diakses pada 2026. Cystic Acne.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Everything you need to know about cystic acne.
FAQ
1. Keunggulan Haloskin dibanding produk lain
- Rahasianya ada pada formula medis yang dipersonalisasi.
- Kamu bisa mendapatkan kulit impian dengan minim risiko purging dan iritasi.
- Setiap tahapannya diawasi langsung oleh dokter Haloskin berpengalaman, jadi kamu nggak perlu lagi merasa takut dengan efek samping penggunaan produk.
2. Apakah ada ketergantungan dari krim obat Haloskin Lab?
Tidak ada, asalkan digunakan sesuai petunjuk dokter. Krim Haloskin diformulasikan secara medis oleh dokter spesialis untuk meminimalkan risiko efek samping atau reaksi ketergantungan.
3. Apa yang harus dilakukan jika terjadi reaksi kulit yang tidak diinginkan?
Reaksi seperti mengelupas atau sedikit sensitif biasanya adalah proses adaptasi.
Namun, jika terasa sangat mengganggu, segera gunakan layanan konsultasi agar dokter dapat memberikan evaluasi dan solusi penyesuaian.
4. Bagaimana agar perawatan kulit optimal dengan Haloskin?
- Ikuti cara pakai sesuai instruksi dokter. Kalau dokter bilang oles tipis, cukup oles tipis saja, ya.
- Selain menggunakan krim obat Haloskin Lab, cukup pakai basic skincare seperti pembersih yang lembut, pelembap, dan sunscreen.


