
5 Tips Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan
Terapkan pola makan sehat untuk menurunkan berat badan usai melahirkan, salah satunya dengan ikut program diet Halofit by Halodoc.

DAFTAR ISI
- Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan
- Perhatikan Hal Ini Sebelum Menjalani Diet
- Temukan Cara Menurunkan Berat Badan Tepat dengan Program Klinis dan Menyeluruh dari Halofit
Penyanyi asal Amerika Serikat, Meghan Trainor, berhasil menurunkan berat badannya usai melahirkan. Sempat mencapai 90 kilogram, dirinya berhasil memangkas 27 kilogram dalam kurun dua tahun.
Meghan mengungkapkan jika berat badannya turun setengah kilogram setiap minggunya. Jika menilik dari sisi kesehatan, penurunan tersebut sangat aman dan tidak akan membahayakan kesehatan. Kunci keberhasilan Meghan dalam menurunkan berat badannya adalah belajar menyukai makanan sehat, mengatur porsi makan dan rutin berolahraga.
Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan
Selain menerapkan pola makan sehat dan berolahraga, ada sejumlah tips lain untuk menurunkan berat badan usai melahirkan:
1. Menyusui Si Kecil
Proses menyusui membantu rahim berkontraksi agar kembali ke ukuran semulanya. Karena alasan ini, menyusui bisa membantu ibu untuk menurunkan berat badan.
Penelitian mengungkapkan kalau wanita yang menyusui secara eksklusif selama 3 bulan mengalami penurunan berat badan lebih banyak ketimbang yang tidak menyusui.
2. Tidak telat makan
Menurunkan berat badan bukan berarti tidak makan. Justru, pantang melewatkan waktu makan karena dapat menghilangkan nutrisi penting yang dibutuhkan ibu maupun bayi.
Ibu tetap dianjurkan makan tepat waktu tapi dengan mengatur porsinya. Menurut Center of Disease Control and Prevention (CDC), wanita membutuhkan tambahan 450-500 kalori per hari saat menyusui.
3. Batasi makanan yang diproses
Studi yang meneliti 1035 wanita yang sering mengonsumsi gorengan usai melahirkan lebih sulit menurunkan berat badan.
Selain gorengan, soda, makanan cepat saji, keripik kentang, frozen food sebaiknya dihindari. Makanan-makanan tersebut berkalori tinggi dan minim gizi.
4. Pilih makanan dari sumber protein
Protein dapat mencegah lapar karena dicerna lebih lama oleh tubuh. Protein juga memberi efek kenyang lebih lama sehingga mencegah kamu untuk makan berlebihan.
Menurut sebuah artikel di The American Journal of Clinical Nutrition, tubuh secara otomatis menggunakan 20 hingga 30 persen kalori dalam protein selama proses pencernaan.
Jadi, jenis makanan ini bisa sangat membantu kamu untuk menurunkan berat badan.
5. Perbanyak serat
Serat membantu menghancurkan lemak, terutama di sekitar perut. Sumber makanan ini juga butuh waktu lama untuk dicerna sehingga mencegah kamu makan berlebihan.
Dalam sebuah studi, para peneliti mengamati hubungan antara asupan buah dan sayuran dengan jumlah lemak perut.
Hasilnya, mereka yang mengonsumsi lebih banyak serat mengalami penurunan jumlah lemak secara signifikan.
Perhatikan Hal Ini Sebelum Menjalani Diet
Tubuh membutuhkan waktu untuk pulih usai persalinan. Oleh karena itu, ibu tidak disarankan untuk melakukan diet ketat setelah melahirkan.
Melansir dari Medline Plus, ibu baru diperbolehkan untuk diet paling cepat enam minggu usai melahirkan. Namun, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk keamanan ibu.
Jika menyusui secara eksklusif, tunggu sampai bayi berusia minimal 2 bulan dan suplai ASI sudah normal.
Wanita yang menyusui secara eksklusif membutuhkan sekitar 500 kalori lebih banyak per hari daripada sebelum hamil.
Penuhi kebutuhan tersebut dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
Selain itu, jangan diet terlalu ekstrem, cukup turunkan setengah kilogram setiap minggunya. Kombinasikan dengan olahraga dan istirahat yang cukup.
Jika kamu punya pertanyaan lain seputar diet atau sudah melakukan diet ketat tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kamu harapkan, mungkin sudah saatnya kamu beralih ke program diet yang diawasi oleh dokter seperti Halofit by Halodoc.
Temukan Cara Menurunkan Berat Badan Tepat dengan Program Klinis dan Menyeluruh dari Halofit
Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter?
Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara.
Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.
Program ini dirancang untuk membantu kamu menurunkan berat badan 10-12 kg* dalam 2 bulan dengan cara yang sehat dan aman, di bawah pengawasan dokter dan dietisien.
Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:
1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari.
Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.
2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1.
Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan.
Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.
Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.
Tunggu apa lagi? Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!


