• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Ciri-Ciri Keracunan Makanan dan Cara Mengobatinya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Ciri-Ciri Keracunan Makanan dan Cara Mengobatinya

6 Ciri-Ciri Keracunan Makanan dan Cara Mengobatinya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 17 Oktober 2022

“Keracunan makanan terjadi akibat mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi organisme jahat. Ciri-ciri keracunan makanan pun dapat dilihat dari munculnya beberapa masalah kesehatan pada tubuh.”

6 Ciri-Ciri Keracunan Makanan dan Cara Mengobatinya6 Ciri-Ciri Keracunan Makanan dan Cara Mengobatinya

Halodoc, Jakarta – Makanan yang bergizi merupakan kebutuhan utama manusia. Setiap orang harus menyeimbangi asupan nutrisi dengan memilih makanan yang mengandung nutrisi baik bagi kesehatan. Selain memilih makanan bergizi, penting juga untuk memerhatikan kebersihan pada makanan itu sendiri.

Sebab, makanan yang telah terkontaminasi berbagai bakteri, parasit, atau virus dapat membahayakan tubuh. Meski kamu mengonsumsi buah dan sayuran, jika makanan-makanan tersebut telah rusak itu akan menyebabkan keracunan makanan. Ciri-ciri keracunan makanan pun dapat dilihat dari munculnya beberapa masalah kesehatan pada tubuh.

Ciri-Ciri Keracunan Makanan

Keracunan makanan adalah kondisi yang cukup umum yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang mengandung bakteri, virus, atau parasit berbahaya. Biasanya, makanan yang mengandung organisme jahat berasal dari makanan yang tidak dimasak, seperti ikan mentah, buah dan sayuran mentah, atau telur mentah.

Karena ada berbagai jenis organisme yang dapat menyebabkan keracunan makanan, gejala dan tingkat keparahannya dapat bervariasi. Selain itu, jarak waktu dari seseorang mengonsumsi makanan terkontaminasi hingga saat timbul gejala dapat berkisar mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari.

Nah, berikut adalah beberapa ciri-ciri keracunan makanan yang paling umum terjadi.

1. Diare

Diare ditandai dengan tinja encer ketika buang air besar dalam periode 24 jam. Kondisi ini adalah gejala paling umum dari keracunan makanan. Ini terjadi karena peradangan yang membuat usus tidak berfungsi dengan baik dalam menyerap kembali air dan cairan lain yang dikeluarkannya selama pencernaan.

Diare juga bisa disertai dengan gejala lain, seperti perut mulas, kembung, atau kram perut. Karena kondisi ini menyebabkan kehilangan banyak cairan, pengidapnya akan berisiko mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi air putih agar tetap terhidrasi.

2. Nyeri dan Kram Perut

Nyeri perut biasanya terasa di sekitar batang tubuh, atau area di bawah tulang rusuk di atas panggul. Dalam kasus keracunan makanan, organisme berbahaya dapat menghasilkan racun yang mengiritasi lapisan lambung dan usus.

Hal ini pun dapat menyebabkan peradangan di perut yang dapat menyebabkan rasa nyeri di perut. Pengidap keracunan makanan juga mungkin mengalami kram perut, karena otot perut berkontraksi untuk menyingkirkan organisme berbahaya dari usus secepat mungkin.

3. Sakit Kepala

Sakit kepala memang kondisi yang sangat umum. Orang dapat mengalaminya karena berbagai alasan, seperti stres, minum terlalu banyak alkohol, dehidrasi, dan kelelahan. Karena keracunan makanan dapat menyebabkan seseorang menjadi lelah dan dehidrasi, hal itu juga dapat menyebabkan sakit kepala.

4. Mual dan Muntah

Muntah sangat umum dialami oleh pengidap keracunan makanan. Kondisi ini terjadi ketika otot perut dan diafragma berkontraksi dengan kuat, memaksa tubuh dengan tanpa sadar mengeluarkan isi perut melalui mulut. Ini adalah mekanisme perlindungan yang terjadi ketika tubuh mencoba untuk menyingkirkan organisme atau racun yang terdeteksi berbahaya.

5. Demam

Demam sering terjadi sebagai bagian dari pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Zat penghasil demam yang disebut pirogen memicu kenaikan suhu. Zat ini dilepaskan baik oleh sistem kekebalan atau bakteri yang telah memasuki tubuh melalui makanan yangtelah terkontaminasi.

6. Kelelahan

Kelelahan adalah gejala selanjutnya dari keracunan makanan. Gejala ini terjadi karena adanya pelepasan zat kimia yang disebut sitokin. Selain itu, kelelahan adalah gejala sakit yang akan memberikan sinyal pada otak untuk beristirahat.

Cara Mengobati Keracunan Makanan

Untuk mencegah keracunan makanan, pastikan untuk lebih memerhatikan kebersihan pribadi dan makanan yang baik. Misalnya, memastikan dapur selalu bersih, mencuci tangan secara teratur, mengolah dan memasak makanan dengan cara yang benar.

Sebagian besar kasus keracunan makanan tidak serius dan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, cobalah untuk beristirahat dan tetap terhidrasi.

Mengonsumsi obat seperti antibiotik juga dapat membantu. Namun, beberapa kondisi keracunan makanan bisa menjadi serius. Jika sudah parah, kamu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Apabila kamu mengalami masalah kesehatan dan membutuhkan saran dari ahlinya, jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter. Pakai aplikasi Halodoc untuk melakukan cek kesehatan rutin dengan memanfaatkan layanan janji medis. Yuk, download Halodoc secara gratis di Play Store maupun App Store. 

Referensi
Healthline. Diakses pada 2022. 10 Signs and Symptoms of Food Poisoning.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Food Poisoning.