
6 Hal yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal
Bayi tabung (IVF) adalah metode pembuahan sel telur oleh sperma di luar tubuh untuk mengatasi berbagai masalah infertilitas.

DAFTAR ISI
- Penyebab Program Bayi Tabung Gagal
- Proses Bayi Tabung: Tahapan demi Tahapan
- Kapan Program Bayi Tabung Direkomendasikan?
- Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung
Bayi tabung atauin vitro fertilization (IVF) adalah program kehamilan yang memungkinkan sperma untuk membuahi sel telur dalam sebuah tabung. Prosedur ini umumnya dilakukan ketika program kehamilan alami, misalnya, tak kunjung membuahkan hasil.
IVF bisa dibilang metode yang paling efektif ketimbang lainnya. Adapun, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 30 hingga 40 persen.
Meski begitu, tetap ada sejumlah faktor yang membuat program ini gagal. Kualitas embrio, misalnya. Melansir Journal of Assisted Reproduction and Genetics, ada beberapa parameter untuk menilai kualitas embrio, mulai dari morfologi, perkembangan, genetik, dan metabolisme.
Embrio yang tidak dapat ditanam setelah dipindahkan ke rahim adalah penyebab kegagalan yang paling umum. Biasanya, embrio tersebut cacat sehingga tidak mampu berkembang di dalam rahim.
Penyebab Program Bayi Tabung Gagal
Selain kualitas embrio, berikut penyebab gagalnya program bayi tabung:
1. Usia sel telur
Selain sperma, kualitas sel telur juga perlu diperhatikan untuk menambah peluang keberhasilan. Namun, kualitas dan kuantitas sel telur ini umumnya menurun seiring bertambahnya usia wanita.
Sel telur wanita di bawah 35 tahun memiliki tingkat implantasi hingga 45 persen. Setelah memasuki 40 tahun, peluangnya menjadi 15 persen saja.
2. Respon dari ovarium
Dalam beberapa kasus, indung telur wanita tidak bereaksi atau memberikan respon obat IVF. Akibatnya, wanita yang menjalani program ini tidak mampu menghasilkan banyak sel telur.
Kasus tersebut umumnya menimpa wanita berusia di atas 37 tahun. Wanita yang memiliki hormon perangsang folikel yang cukup tinggi seringkali juga sulit merespon obat IVF.
3. Kelainan Kromosom
Kelainan kromosom pada embrio juga bisa menggagalkan proses IVF. Kondisi ini terjadi ketika embrio memiliki bagian DNA kromosom yang hilang, ekstra, atau tidak teratur.
Kondisi tersebut bisa menghambat sampai menggagalkan proses implantasi. Bahkan, meski pembuahan sudah berhasil, kelainan embrio berisiko tinggi menyebabkan keguguran.
Kelainan kromosom umumnya diturunkan salah satu orang tua alias bersifat genetik. Artinya, hal seperti ini amat sulit dicegah.
Seiring bertambahnya usia wanita juga meningkatkan potensi kelainan kromosom. Bukan berasal dari wanitanya saja, pria juga bisa mengembangkan kelainan kromosom seiring bertambahnya usia.
4. Gaya hidup yang tidak sehat
Pilihan gaya hidup juga punya peranan besar dalam keberhasilan bayi tabung. Contoh gaya hidup yang tidak sehat yaitu merokok dan minum alkohol. Dokter akan meminta menghentikan kebiasaan tersebut tiga bulan sebelum memulai program bayi tabung.
Perokok biasanya membutuhkan siklus IVF dua kali lebih banyak untuk bisa hamil. Potensi keguguran juga lebih besar bagi pasutri yang merokok.
Selain itu, wanita yang kelebihan atau kekurangan berat badan juga dianjurkan untuk mencapai berat badan ideal terlebih dahulu.
Bagi wanita yang mengalami berat badan berlebih, mungkin perlu menurunkannya sebanyak 10 persen untuk meningkatkan peluang kehamilan.
5. Masalah implantasi
Normalnya, embrio harus menempel dengan benar pada lapisan uterus. Jika tidak, program bayi tabung mengalami kegagalan. Ada sejumlah hal yang menyebabkan masalah implantasi.
Mulai dari penyakit sampai masalah hormon. Beberapa kondisi tersebut contohnya endometrium, penyakit autoimun, polip rahim, peningkatan kadar progesteron, infeksi rahim, dan permukaan menonjol dalam rongga uterus.
6. Masalah teknis
Masalah teknis selama proses bayi tabung bisa menggagalkan program kehamilan ini. Itu sebabnya, IVF perlu dilakukan secara hati-hati oleh dokter yang sudah ahli. Pastikan kamu dan pasangan memilih dokter yang kompeten dan punya banyak riwayat keberhasilan dalam melakukan program bayi tabung.
Proses Bayi Tabung: Tahapan demi Tahapan
Proses bayi tabung umumnya memakan waktu sekitar 4 hingga 6 minggu per siklusnya, tergantung pada protokol yang digunakan dan respons tubuh pasien. Berikut adalah tahapan utama yang dilalui dalam program IVF:
1. Stimulasi ovarium
Tahap ini dimulai dengan pemberian suntikan hormon (biasanya gonadotropin) kepada wanita. Tujuannya adalah untuk merangsang ovarium agar menumbuhkan beberapa sel telur sekaligus, tidak hanya satu seperti pada siklus alami.
Dokter akan memantau respons ovarium melalui pemeriksaan USG dan tes darah untuk mengukur kadar hormon.
2. Pengambilan sel telur (ovum pick-up)
Ketika sel telur telah matang, prosedur pengambilan sel telur dilakukan. Ini adalah prosedur bedah minor yang dilakukan di bawah anestesi.
Dokter menggunakan jarum tipis yang dipandu oleh USG untuk mengambil sel telur dari folikel di ovarium melalui vagina.
3. Pengambilan sperma
Pada hari yang sama dengan pengambilan sel telur, sampel sperma diambil dari pasangan pria. Sampel ini kemudian diproses di laboratorium untuk mendapatkan sperma yang paling sehat dan motil untuk digunakan dalam pembuahan.
Dalam beberapa kasus, sperma dapat diambil melalui prosedur bedah kecil jika ada masalah ejakulasi atau produksi.
4. Pembuahan (fertilisasi)
Sel telur dan sperma dipertemukan di laboratorium. Ada dua metode umum yang digunakan:
- Inseminasi konvensional: Sel telur dicampur dengan ribuan sperma dalam cawan petri, dan pembuahan terjadi secara alami.
- Intracytoplasmic sperm injection (ICSI): Metode ini lebih sering digunakan, terutama jika kualitas sperma rendah atau ada riwayat kegagalan pembuahan sebelumnya. Satu sel sperma disuntikkan langsung ke dalam satu sel telur menggunakan jarum mikro.
5. Kultur embrio
Embrio yang telah terbentuk akan diamati pertumbuhannya di laboratorium selama beberapa hari, biasanya 3 hingga 5 hari.
Selama periode ini, embrio akan membelah dan berkembang. Dokter akan memilih embrio yang paling sehat dan memiliki potensi terbaik untuk ditanamkan.
6. Transfer embrio
Embrio yang sehat akan ditransfer ke dalam rahim wanita menggunakan kateter tipis yang dimasukkan melalui leher rahim. Prosedur ini umumnya tidak nyeri dan tidak memerlukan anestesi.
Jika ada embrio berlebih yang berkualitas baik, embrio tersebut dapat dibekukan (cryopreservation) untuk digunakan pada siklus berikutnya atau di masa mendatang.
Pahami juga seputar Kesehatan Reproduksi – Sistem, Penyakit, dan Perawatannya agar organ ini senantiasa terjaga kondisinya.
Kapan Program Bayi Tabung Direkomendasikan?
Program bayi tabung dapat menjadi solusi efektif bagi pasangan yang mengalami berbagai masalah infertilitas setelah metode pengobatan lain tidak berhasil. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa IVF direkomendasikan:
1. Penyebab infertilitas wanita
- Gangguan pada tuba falopi: Saluran telur yang tersumbat atau rusak, misalnya akibat radang panggul, infeksi, atau operasi sebelumnya, mencegah sel telur bertemu sperma.
- Endometriosis: Kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim, menyebabkan nyeri dan seringkali mengganggu kesuburan.
- Masalah pada ovarium: Termasuk produksi sel telur yang minim, sel telur yang sulit mencapai kematangan, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang menyebabkan ovulasi tidak teratur.
- Fibroid rahim: Pertumbuhan non-kanker di dalam rahim yang dapat mengganggu implantasi embrio.
2. Penyebab infertilitas pria
Kualitas sperma yang rendah: Meliputi jumlah sperma yang sedikit (oligozoospermia), motilitas sperma yang buruk, atau morfologi sperma yang abnormal.
- Azoospermia: Tidak adanya sperma dalam air mani.
- Gangguan ereksi atau ejakulasi.
3. Infertilitas yang tidak dijelaskan (unexplained infertility)
Ini adalah kondisi di mana semua pemeriksaan standar pada pria dan wanita menunjukkan hasil normal, namun kehamilan belum juga tercapai setelah periode tertentu. Dalam kasus ini, IVF sering menjadi pilihan selanjutnya.
Ketahui juga informasi mengenai Apa Itu Kesuburan? Faktor Pendukung dan Cara Meningkatkannya berikut ini.
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung
Tingkat keberhasilan program bayi tabung di Indonesia dilaporkan berkisar antara 30-40%, dengan beberapa laporan mencapai hingga 70% di pusat-pusat kesuburan tertentu. Banyak faktor yang berperan dalam menentukan peluang keberhasilan IVF, antara lain:
1. Usia wanita
Usia merupakan faktor paling signifikan. Wanita di bawah 35 tahun, khususnya usia 20-30 tahun, memiliki tingkat keberhasilan IVF yang lebih tinggi karena kualitas dan kuantitas sel telur yang masih optimal.
Seiring bertambahnya usia, terutama setelah 35 tahun, kualitas dan jumlah sel telur cenderung menurun, mengurangi peluang keberhasilan.
2. Kualitas telur dan sperma
Kualitas sel telur dan sperma yang digunakan dalam pembuahan sangat menentukan perkembangan embrio yang sehat.
Embrio dengan kualitas genetik yang baik memiliki peluang implantasi dan perkembangan kehamilan yang lebih tinggi.
3. Kondisi rahim
Kesehatan rahim, termasuk ketebalan lapisan rahim (endometrium) dan ketiadaan kondisi seperti fibroid atau polip yang dapat mengganggu implantasi, juga memengaruhi keberhasilan.
4. Gaya hidup dan nutrisi
Pola hidup sehat sangat penting. Berat badan ideal, nutrisi yang seimbang, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, dan mengurangi stres dapat meningkatkan peluang keberhasilan.
Studi menunjukkan bahwa obesitas atau kekurangan gizi dapat berdampak negatif pada hasil IVF.
5. Jumlah siklus
Seringkali, keberhasilan tidak tercapai dalam satu siklus IVF. Banyak pasangan memerlukan beberapa siklus untuk mencapai kehamilan yang sukses. Konsistensi dan kesabaran menjadi kunci dalam perjalanan ini.
Kenali lebih dalam Apa Itu Bayi Tabung? – Pengertian, Prosedur, dan Risikonya di sini.
Itulah penjelasan seputar bayi tabung yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait bayi tabung, hubungi dokter spesialis obgyn di Halodoc saja!
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



