• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Manfaat Konsumsi Cream Cheese untuk MPASI Bayi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Manfaat Konsumsi Cream Cheese untuk MPASI Bayi

6 Manfaat Konsumsi Cream Cheese untuk MPASI Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 13 September 2021
6 Manfaat Konsumsi Cream Cheese untuk MPASI Bayi6 Manfaat Konsumsi Cream Cheese untuk MPASI Bayi

“Jika ingin memberikan keju untuk Si Kecil, ibu sebaiknya lebih cermat dalam memilih jenisnya. Pasalnya, tidak semua jenis keju aman diberikan untuk bayi. Keju yang aman berasal dari susu yang sudah dipasteurisasi sebelumnya, sehingga dapat dipastikan bebas dari kuman dan parasit. Jika tepat dalam memilih jenis keju, banyak sekali manfaat yang didapatkan bayi guna menunjang tumbuh kembangnya.”

Halodoc, Jakarta – Keju krim atau cream cheese diolah dari susu segar yang dicampur dengan lemak susu. Keju jenis ini dinilai baik diberikan saat Si Kecil memasuki masa MPASI. Nutrisi baik yang diberikan mampu menunjang tumbuh kembang anak seiring dengan pertumbuhannya. Keju kaya akan kalsium, lemak, vitamin A, D, dan B yang dapat memenuhi kebutuhan protein dan vitamin di masa pertumbuhannya. Apa saja manfaat keju untuk bayi?

Baca juga: Alpukat sebagai MPASI, Ini Manfaatnya untuk Bayi

Manfaat Keju untuk Bayi

Memasuki masa MPASI, ibu pasti disibukkan dengan membeli bahan-bahan dan perlengkapannya. Tentunya, ibu harus memilih bahan makanan berkualitas dan sehat untuk menjamin kesehatan dan terpenuhinya nutrisi bayi. Dari banyaknya bahan makanan, keju menjadi pilihan yang baik. Bukan hanya menyajikan rasa yang gurih dan lezat, keju juga kaya manfaat. Berikut manfaat keju untuk bayi:

1. Memenuhi Asupan Nutrisi 

Keju mengandung empat zat gizi penting yang dibutuhkan bayi guna menunjang tumbuh kembangnya, yaitu yaitu protein, lemak, vitamin, dan mineral. Keempatnya memiliki manfaat baik masing-masing bagi tubuh. Jadi, hanya dengan satu jenis makanan saja, tubuh bayi sudah mendapatkan empat zat gizi penting yang dibutuhkan.

2. Sebagai Sumber Energi

Menginjak 6 bulan, bayi memasuki masa pertumbuhan dan perkembangan pesat. Hal tersebut ditandai dengan bayi yang makin aktif bergerak dan berbicara. Berkaitan dengan hal tersebut, ia membutuhkan banyak kalori agar terus aktif dan tidak mudah merasa lelah. Nah, kandungan kalori bisa didapatkan dari keju.

3. Mengandung Lemak Baik

Lemak terdiri dari dua jenis, yaitu lemak baik dan jahat. Nah, keju menjadi salah satu asupan lemak baik yang bermanfaat bagi tubuh bayi. Lemak tersebut mampu menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker yang berkembang dalam tubuh. Jika dikonsumsi sejak kecil, Si Kecil berisiko rendah terkena kanker di kemudian hari.

Baca juga: Anak Diare Akibat MPASI, Ibu Harus Apa?

4. Sebagai Antioksidan

Menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh menjadi manfaat keju untuk bayi selanjutnya. Manfaat tersebut didapat karena keju memiliki kandungan antioksidan tinggi yang baik untuk menunjang sistem kekebalan tubuh bayi. Dengan begitu, ia pun kebal terhadap infeksi virus dan virus.

5. Membantu Pembentukan Tulang dan Gigi

Keju merupakan produk susu yang menjadi sumber kalsium bagi pembentukan tulang dan gigi bayi. Pemberian keju pada bayi berusia 6 bulan ke atas sangat tepat, karena ia sedang memasuki masa pertumbuhan pesat. Bukan hanya pada giginya saja, tetapi juga tulang yang kuat untuk menopang tubuh.

6. Menjaga Kesehatan Mata

Menjaga kesehatan mata menjadi manfaat keju untuk bayi yang terakhir. Sama halnya dengan wortel, keju memiliki kandungan tinggi vitamin A yang sangat penting untuk menunjang kesehatan mata.

Baca juga: Bahaya MPASI Dini, Bayi 2 Bulan Meninggal Tersedak Pisang

Adakah Cara Khusus Memilih Keju untuk Bayi?

Ada banyak sekali jenis keju di pasaran, dengan kandungan yang beragam. Oleh karena itu, ibu harus benar-benar teliti dalam memilihnya. Sebaiknya pilih keju dengan kandungan rendah garam. Perhatikan kandungannya, jika terbuat dari susu sapi, makan keju berisiko tinggi memicu munculnya reaksi alergi pada bayi yang intoleran terhadap laktosa.

Jika bayi mengalami gejala alergi, kondisi tersebut ditandai dengan bengkak pada mulut dan tenggorokan, muncul ruam merah, atau sulit bernapas setelah mengonsumsi keju. Jadi sebaiknya hentikan pemakaian dan diskusikan kondisi tersebut dengan dokter di aplikasi Halodoc. Beritahu dokter jika ibu memiliki riwayat alergi dalam keluarga. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. When Can Babies Eat Cheese?

Parenting First Cry. Diakses pada 2021. Introducing Cheese to Babies.

Mom Junction. Diakses pada 2021. Cheese For Babies: When To Introduce, Benefits And Recipes.