• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Penyakit yang Bisa Dideteksi dengan USG Doppler

6 Penyakit yang Bisa Dideteksi dengan USG Doppler

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Seiring berkembangnya teknologi, maka semakin canggih pula metode pemeriksaan penunjang yang saat ini dilakukan oleh para tenaga kesehatan. Salah satu contohnya adalah USG Doppler. USG ini berbeda dengan USG jenis USG 2D, 3D, atau 4D.

Doppler adalah alat pemeriksaan kesehatan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasonografi), untuk memperkirakan kondisi aliran darah melalui pembuluh darah. Lantas, apa saja sih kegunaan USG Doppler? Penyakit apa saja yang bisa dideteksi lewat pemeriksaan penunjang ini? 

Baca juga: Ini Fakta yang Harus Diketahui Tentang USG Doppler

Tumor sampai Penyakit Jantung

Sudah tahu perbedaan USG pada umumnya dengan USG Doppler? USG umumnya memanfaatkan gelombang suara hanya untuk menghasilkan gambar. Selain menghasilkan gambar, USG Doppler bisa digunakan untuk memantau aliran darah. Hal ini yang bermanfaat untuk menentukan diagnosis berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan pembuluh darah.

Lalu, apa saja kegunaan USG Doppler, atau penyakit apa saja yang bisa didiagnosis menggunakan teknologi Doppler? 

  1. Mendeteksi adanya tumor yang tumbuh pada pembuluh darah bagian lengan atau kaki.
  2. Membantu melakukan pengecekan terhadap aliran darah janin khusus untuk ibu hamil yang sekaligus bisa digunakan untuk memantau perkembangan sang janin. 
  3. Gangguan kesehatan arteriosklerosis atau penyempitan maupun penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah arteri. 
  4. Penyempitan arteri pada bagian kaki yang terjadi karena sirkulasi darah ke kaki berkurang, atau disebut arteri perifer.
  5. Penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah di bagian leher atau stenosis karotis, atau DVT atau penyumbatan pada pembuluh darah vena.
  6. Gangguan medis terkait jantung, seperti sakit jantung bawaan.

Pemeriksaan Doppler bisa dijadikan alternatif dari pemeriksaan pada pembuluh darah seperti angiografi, yang sifatnya lebih invasif karena membutuhkan tindakan penyuntikan sebelumnya.

Prosedur USG Doppler umumnya nyaman, tidak berbahaya dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dilakukan. Bahkan, pemeriksaan ini aman untuk janin yang ada di dalam rahim.

Lalu, kapan seseorang perlu melakukan pemeriksaan USG Doppler? Biasanya dokter akan memanfaatkan teknologi ini ketika seseorang mengalami gejala-gejala dari salah satu penyakit atau kondisi yang telah disebutkan di atas.

Baca juga: Pembuluh Darah Bermasalah, Saatnya USG Doppler

Bagi kamu yang mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas, atau memiliki keluhan kesehatan lainnya, bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Prosedur USG Doppler

Prosedur USG Doppler sebenarnya cukup simpel. Pemeriksaan dimulai saat dokter mengoleskan jel dingin pada permukaan kulit di area tubuh yang diperiksa.

Selanjutnya transduser atau alat pindai genggam diletakkan di atas permukaan kulit yang telah diolesi gel, untuk memulai melakukan pemindaian. Alat ini mengirimkan gelombang suara yang selanjutnya diperkuat dengan menggunakan mikrofon. 

Baca juga: Ini Bedanya USG Doppler dengan USG Biasa

Kemudian, gelombang suara ini memantul jika bertemu dengan benda padat, tidak terkecuali sel darah. Kondisi ini membantu memantau pergerakan sel darah ketika terjadi perubahan nada pantul pada gelombang suara, yang dikenal efek Doppler. Nah, melalui gelombang suara ini dokter mampu melakukan penilaian terhadap sirkulasi darah yang normal maupun tidak. 

Terakhir, dokter atau perawat akan membersihkan sisa gel yang masih menempel di kulit pasien setelah pemeriksaan selesai dilakukan. Dari tahap awal sampai akhir, pemeriksaan USG Doppler biasanya hanya memakan waktu selama beberapa menit. Cukup simpel, bukan?

Baca juga:Ini Bedanya USG Doppler dengan USG Biasa

Nah, bagi ibu atau anggota keluarga lainnya yang ingin melakukan pemeriksaan USG Doppler, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Doppler Ultrasound: What is it Used for? 
WebMD. Diakses pada 2020. Doppler Ultrasound.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is a Doppler ultrasound?