6 Penyebab Perut Panas yang Harus Diwaspadai
Ada banyak hal yang bisa jadi penyebab perut panas, seperti gastritis, refluks asam lambung, dan efek samping obat tertentu.

DAFTAR ISI:
- Apa Itu Perut Panas?
- Berbagai Penyebab Perut Panas
- Perut Panas Minum Apa? Pilihan Minuman yang Bisa Dicoba
- Cara Mencegah Perut Panas
- Kapan Harus ke Dokter?
Perut panas adalah kondisi ketika ada sensasi terbakar di perut. Lokasi, tingkat keparahan rasa terbakar, dan apa yang membuatnya terasa lebih baik atau lebih buruk dapat membantu menentukan kemungkinan penyebabnya.
Beberapa kondisi yang menyebabkan perut panas bersifat sementara dan mudah teratasi. Namun, ada pula yang berpotensi lebih serius dan perlu perhatian khusus.
Apa Itu Perut Panas?
Perut panas, atau sensasi terbakar di perut, adalah kondisi yang umum terjadi dan seringkali disebabkan oleh masalah pencernaan.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari makanan yang dikonsumsi hingga kondisi medis yang mendasari.
Sensasi panas ini bisa muncul di berbagai area perut, mulai dari bagian atas hingga bawah, dan dapat disertai dengan gejala lain seperti mual, kembung, atau nyeri.
Memahami penyebab dan cara mengatasi perut panas penting agar dapat mengelola kondisi ini dengan tepat.
Berbagai Penyebab Perut Panas
Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab perut panas yang perlu kamu ketahui:
1. Gastritis
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Hal ini paling sering terjadi karena infeksi bakteri Helicobacter pylori. Selain itu, alergi makanan, kemoterapi, dan obat-obatan juga dapat menyebabkan gastritis.
Selain perut panas, gejala lainnya adalah mual, muntah, diare, dan begah. Beberapa orang juga mengalami gejala demam. Tak hanya bakteri, penyakit ini juga bisa terjadi karena infeksi virus.
2. Refluks Asam Lambung
Refluks asam lambung adalah kondisi ketika cairan asam di lambung kembali ke kerongkongan melalui sfingter esofagus bagian bawah. Ini juga dapat menyebabkan rasa terbakar di perut.
Gejala lainnya adalah nyeri dada, mual, dan nyeri saat menelan. Beberapa refluks bersifat sementara dan dapat terjadi akibat makan makanan terlalu banyak atau makanan pedas.
Kamu alami asam lambung naik? Ini 7 Rekomendasi Obat Asam Lambung yang Ampuh di Apotek.
3. Tukak Lambung
Tukak lambung adalah luka terbuka di lapisan perut. Luka ini dapat menyebabkan sensasi panas dan terbakar pada perut, serta pendarahan yang berkisar dari ringan hingga serius.
Penyebabnya mulai dari infeksi bakteri H. pylori, stres, dan pola makan yang buruk. Gejala yang mungkin menyertai rasa panas di perut adalah mual, muntah, dan perasaan kenyang atau begah.
Dokter dapat melihat dan mendiagnosa tukak lambung dengan endoskopi. Ini adalah prosedur memasukkan kamera melalui mulut dan kerongkongan ke perut dan ke duodenum bagian atas.
4. Dispepsia
Dispepsia adalah gangguan pencernaan yang dapat menyebabkan perut panas. Ini bisa menjadi kondisi sementara atau bertahan lebih lama. Gejala lainnya adalah kembung, bersendawa, mual, dan refluks asam.
Makan terlalu cepat atau terlalu banyak bisa menyebabkan gangguan pencernaan ini. Beberapa makanan dan minuman dapat mengiritasi lambung, menyebabkan rasa panas di perut, seperti:
- Makanan pedas yang mengandung capsaicin, yaitu zat kimia dalam makanan yang menambah panas.
- Makanan atau minuman berkafein.
- Gorengan atau makanan berlemak.
- Makanan yang sangat asam, seperti jeruk atau tomat.
- Minuman beralkohol.
5. Efek Samping Obat
Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan iritasi lambung dan menimbulkan sensasi terbakar dan panas pada perut. Ini termasuk aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dan naproxen.
Obat-obatan ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan serta rasa sakit. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan semua obat yang hendak kamu minum pada dokter, termasuk yang tersedia tanpa resep.
6. Reaksi terhadap Makanan
Pada beberapa orang, reaksi atau intoleransi terhadap makanan tertentu dapat menyebabkan perut panas.
Misalnya, jika kamu tidak toleran terhadap laktosa, tubuh kamu tidak menghasilkan cukup enzim yang penting untuk mencerna laktosa dalam susu.
Jadi, mengkonsumsi produk susu dapat menyebabkan mual, kembung, kram, atau perut terasa panas.
Demikian pula ketika orang dengan penyakit celiac mengonsumsi gluten (protein yang ada dalam gandum), tubuh mereka menyerang usus kecil. Mereka mungkin mengalami gejala usus, seperti diare, penurunan berat badan, atau kembung.
Perut Panas Minum Apa? Pilihan Minuman yang Bisa Dicoba
Ketika perut terasa panas, memilih minuman yang tepat dapat membantu meredakan gejala. Berikut adalah beberapa pilihan minuman yang bisa dicoba:
- Air Putih. Minum air putih yang cukup membantu menjaga hidrasi dan melancarkan pencernaan.
- Air Kelapa. Air kelapa mengandung elektrolit yang dapat membantu menenangkan perut dan menggantikan cairan yang hilang.
- Teh Herbal. Teh chamomile, jahe, atau peppermint memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu meredakan peradangan pada saluran pencernaan.
- Susu Rendah Lemak. Susu dapat membantu menetralkan asam lambung, tetapi sebaiknya pilih yang rendah lemak agar tidak memperburuk gejala.
- Jus Lidah Buaya. Lidah buaya memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu menenangkan lapisan lambung yang teriritasi.
Cara Mencegah Perut Panas
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah perut panas. Berikut adalah beberapa tips yang bisa diikuti:
- Hindari makanan pemicu. Identifikasi dan hindari makanan yang memicu perut panas, seperti makanan berlemak, pedas, atau asam.
- Makan dalam porsi kecil. Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan menyebabkan asam lambung naik.
- Jangan berbaring setelah makan. Beri waktu setidaknya 2-3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.
- Hindari merokok dan alkohol. Merokok dan alkohol dapat mengiritasi lapisan lambung dan memperburuk gejala perut panas.
- Kelola stres. Temukan cara untuk mengelola stres, seperti olahraga, meditasi, atau yoga.
Menurut WHO, menjaga gaya hidup sehat dan seimbang dapat membantu mencegah berbagai masalah pencernaan, termasuk perut panas.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun perut panas seringkali dapat diatasi dengan pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup, ada beberapa kondisi di mana perlu segera mencari pertolongan medis.
Segera konsultasikan dengan dokter jika:
- Gejala perut panas tidak membaik setelah beberapa hari.
- Mengalami kesulitan menelan atau nyeri saat menelan.
- Muntah darah atau BAB berwarna hitam.
- Mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
- Merasa sangat lelah atau lemas.
Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan masalah medis yang lebih serius yang memerlukan penanganan segera.
Jika kamu mengalaminya, download Halodoc saja untuk berkonsultasi dengan dokter melalui chat.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!



