Gastritis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Gastritis

Gastritis adalah kondisi ketika lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan atau pengikisan. Pada lapisan lambung terdapat kelenjar yang fungsinya untuk menghasilkan asam lambung dan juga enzim pencernaan. Lapisan lambung dilindungi oleh lendir yang tebal sehingga tidak terjadi iritasi pada lapisan tersebut. Saat lendir tersebut hilang, iritasi bisa terjadi pada lambung.

Gastritis dibagi menjadi dua, berdasarkan jangka waktu perkembangan gejalanya. Yang pertama adalah gastritis akut (berkembang secara cepat dan tiba-tiba) dan yang kedua adalah kronis (perkembangannya secara perlahan). Istilah gastritis juga dikenal sebagai iritasi lambung atau radang lambung yang bisa muncul secara tiba-tiba dan dalam waktu yang relatif lama. Meskipun gejala gastritis mirip maag, tetapi gastritis berbeda dengan penyakit tersebut.

Gastritis terbagi menjadi akut dan kronis. Dalam kondisi gastritis akut, iritasi akan muncul tiba-tiba. Umumnya, akan muncul nyeri ulu hati yang parah walau hanya sementara sebagai gejala yang ditimbulkan.

Pada gastritis kronis, iritasi di lambung berlangsung lambat tetapi akan terjadi dalam kurun waktu yang relatif lebih lama. Nyeri yang disebabkan dari iritasi lambung yang kronis ini tidak separah dibandingkan dengan gastritis akut tetapi akan terjadi pada waktu yang lama. Iritasi ini dapat mengubah struktur lapisan lambung dan mempunyai risiko menjadi kanker.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan gastritis erosif, atau terjadinya pengikisan lambung. Pengikisan tersebut bisa menyebabkan luka dan pendarahan pada lambung. Meskipun kondisi tersebut terbilang jauh lebih jarang dibandingkan dengan gastritis erosif.

 

Faktor Risiko Gastritis

Penyakit gastritis memiliki beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang seseorang untuk mengalaminya. Berikut ini adalah faktor risiko gastritis, antara lain:

  • Konsumsi makanan dengan kadar pengawet dan garam yang tinggi berlebihan.

  • Konsumsi makanan berlemak dan berminyak berlebihan.

  • Konsumsi makanan asam dan pedas berlebihan

  • Konsumsi alkohol berlebihan dan dalam jangka panjang.

  • Kondisi medis tertentu yang bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun.

  • Penggunaan narkoba, seperti cocaine dan zat-zat berbahaya lainnya.

  • Merokok

 

Penyebab Gastritis

Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan gastritis, di antaranya: Infeksi bakteri H. pylori

  • Efek samping konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) secara berkala

  • Stres

  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

  • Penyalahgunaan obat-obatan

  • Reaksi autoimun

  • Pertambahan usia

  • Infeksi bakteri dan virus

  • Penyakit Crohn

  • Penyakit HIV/AIDS

  • Refluks empedu

  • Anemia pernisiosa

  • Muntah kronis

 

Gejala Gastritis

Ketika gastritis terjadi, ada penderita yang merasakan gejalanya dan ada juga yang tidak. Beberapa gejala gastritis di antaranya:

  • Panas dan juga nyeri yang menggerogoti dalam lambung

  • Hilang nafsu makan

  • Cepat merasa kenyang saat makan

  • Perut kembung

  • Cegukan

  • Mual

  • Muntah

  • Sakit perut

  • Gangguan saluran cerna

  • BAB dengan tinja berwarna hitam pekat

  • Muntah darah

 

Pengobatan Gastritis

Gejala yang di alami pengidap gastritis bisa reda jika ditangani dengan benar. Ada beberapa obat yang biasanya diresepkan oleh dokter, yaitu:

  • Obat penghambat histamin 2 (H2 blocker)

  • Obat penghambat pompa proton (PPI)

  • Obat antibiotik

 

Pencegahan Gastritis

Jika seseorang rentan terhadap gejala gastritis, mulailah mencoba mengubah porsi dan jadwal makan. Mengubah porsi dan jadwal makan bisa dilakukan dengan mengurangi porsi makan dari yang sebelumnya. Hal tersebut bertujuan agar jadwal makan jadi lebih sering dari biasanya. Makanan berminyak, asam, atau pedas juga harus dihindari. Alkohol juga bisa menyebabkan gejala gastritis, maka konsumsi minuman beralkohol juga harus dihindari. Pengendalian stres juga harus dilakukan agar bisa terhindar dari penyakit ini.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu harus menghubungi dokter jika gejala yang dialami tak kunjung membaik. Selain itu, segeralah berbicara dengan dokter jika gastritis membuat perut kamu tidak nyaman setelah minum obat (terutama aspirin atau obat pereda nyeri lainnya), muntah darah, dan buang air besar berdarah. Hal ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisili kamu melalui Halodoc.

Referensi:
Web MD (Diakses pada 2019). What Is Gastritis?

Diperbarui pada 15 Agustus 2019