Ad Placeholder Image

7 Ciri Anak Diabetes yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Waspada, Inilah 5 Ciri Anak Diabetes yang Perlu Orang Tua Kenali Sejak Dini

7 Ciri Anak Diabetes yang Perlu Diwaspadai Orang Tua7 Ciri Anak Diabetes yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

DAFTAR ISI


Diabetes tidak hanya menyerang kelompok usia dewasa atau lanjut usia, tetapi juga dapat dialami oleh anak-anak. Kasus diabetes pada anak, baik tipe 1 maupun tipe 2, belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Diabetes tipe 1 terjadi akibat gangguan autoimun di mana tubuh tidak mampu memproduksi insulin, sedangkan diabetes tipe 2 umumnya berkaitan dengan gaya hidup dan resistensi insulin.

Mengenali gejala diabetes pada anak sedini mungkin sangat penting agar penanganan medis dapat segera dilakukan. Ketidaktahuan terhadap gejala awal sering kali membuat kondisi diabetes pada anak baru terdeteksi saat sudah mengalami komplikasi serius, seperti ketoasidosis diabetik (KAD). Oleh karena itu, kamu sebagai orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan fisik dan perilaku si kecil.

Jika kamu mencurigai adanya masalah kesehatan pada si kecil, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi awal secara mudah melalui layanan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam.

Ciri-Ciri Anak Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Gejala diabetes pada anak terkadang mirip dengan penyakit ringan biasa, sehingga sering kali terabaikan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri utama anak mengalami diabetes yang wajib kamu perhatikan:

  • Sering Buang Air Kecil (Poliuria): Anak menjadi lebih sering buang air kecil dari biasanya, terutama di malam hari. Anak yang sebelumnya sudah tidak mengompol bisa tiba-tiba kembali mengompol secara rutin.
  • Rasa Haus Berlebihan (Polidipsia): Karena tubuh terus mengeluarkan cairan melalui urine, anak akan selalu merasa haus dan minum dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari normal.
  • Sering Merasa Lapar (Polifagia): Kurangnya insulin membuat sel-sel tubuh tidak dapat menyerap glukosa sebagai energi, sehingga tubuh mengirim sinyal lapar terus-menerus.
  • Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab: Meskipun anak makan banyak, berat badannya justru turun drastis karena tubuh mulai membakar lemak dan otot untuk mendapatkan energi.
  • Tubuh Mudah Lelah dan Lemas: Ketidakmampuan sel memanfaatkan gula darah membuat anak tampak tidak berenergi, sering mengantuk, dan lemas saat beraktivitas.
  • Luka Lambat Sembuh dan Sering Infeksi: Tingginya kadar gula darah dapat memperlambat proses penyembuhan luka serta meningkatkan risiko infeksi jamur atau bakteri.
  • Perubahan Perilaku: Anak menjadi lebih mudah marah, rewel, atau mengalami penurunan prestasi di sekolah tanpa alasan yang jelas.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Penanganan diabetes pada anak tergantung pada jenis diabetes yang dialami. Pada diabetes tipe 1, terapi insulin seumur hidup dan pemantauan gula darah secara berkala adalah langkah utama. Sementara itu, untuk diabetes tipe 2, perubahan gaya hidup memainkan peranan yang sangat penting.

Orang tua disarankan untuk menerapkan pola makan sehat ber gizi seimbang, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta mengajak anak aktif bergerak minimal 60 menit sehari. Untuk memenuhi kebutuhan alat cek gula darah mandi atau suplemen pendukung tubuh si kecil, kamu bisa membelinya melalui Toko Kesehatan Halodoc.

Studi Terkait

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan pediatric tahun 2026, deteksi dini terhadap gejala gejalanya seperti polidipsia dan poliuria terbukti dapat menurunkan risiko ketoasidosis diabetik hingga 40% pada pasien anak. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua dan tenaga pengajar di sekolah dalam mengenali tanda-tanda awal diabetes.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu melihat si kecil menunjukkan beberapa gejala di atas, terutama sering haus, sering mengompol, dan berat badan menurun drastis, jangan menunda untuk memeriksakannya. Segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi dokter online di Halodoc memberikan kenyamanan bagi para orang tua untuk memantau kesehatan anak secara berkala:

  • ✅ Dokter Berpengalaman: Terhubung dengan dokter spesialis anak berlisensi resmi yang siap memberikan penanganan tepat.
  • ✅ Layanan 24/7: Konsultasi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa mengganggu jam tidur anak.
  • ✅ Resep dan Rujukan Digital: Jika memerlukan tes gula darah laboratorium atau obat rutin, dokter dapat langsung memberikan rujukan serta resep digital.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diabetes Mellitus in Children and Adolescents.
Pediatric Diabetes Journal. Diakses pada 2026. Early Symptoms Recognition and Diagnosis of Type 1 Diabetes in Youth.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Mencegah dan Mengenali Diabetes Pada Anak.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Global Trends and Clinical Presentation of Pediatric Diabetes Mellitus.

FAQ

Apakah anak-anak bisa terkena diabetes tipe 2?

Ya, meskipun diabetes tipe 1 lebih sering ditemukan pada anak-anak, kasus diabetes tipe 2 pada anak kian meningkat. Kondisi ini umumnya dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan gaya hidup kurang aktif.

Berapa kadar gula darah normal pada anak?

Kadar gula darah puasa yang normal pada anak berkisar antara 70–99 mg/dL, sedangkan kadar gula darah sewaktu atau dua jam setelah makan idealnya di bawah 140 mg/dL. Pemeriksaan berkala diperlukan jika angka gula darah anak melebihi batas tersebut.

Mengapa anak mengompol lagi bisa menjadi tanda diabetes?

Ginjal yang bekerja keras mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine membuat produksi air seni meningkat drastis. Akibatnya, anak yang tadinya sudah lepas dari popok dapat tiba-tiba kembali mengompol di malam hari.

Apakah diabetes tipe 1 pada anak bisa disembuhkan?

Diabetes tipe 1 belum dapat disembuhkan karena merupakan penyakit autoimun. Namun, dengan terapi insulin yang tepat, pemantauan gula darah rutin, dan pola hidup sehat, anak dengan diabetes tetap bisa tumbuh aktif dan berprestasi.