Ad Placeholder Image

7 Daftar Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi untuk Tubuh

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 Agustus 2026

Daftar makanan yang mengandung zat besi terbaik untuk cegah kurang darah dan jaga energi harian.

7 Daftar Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi untuk Tubuh7 Daftar Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi untuk Tubuh

DAFTAR ISI


Zat besi merupakan salah satu mineral esensial yang memiliki peran sangat vital bagi kesehatan tubuh. Fungsi utamanya adalah membantu produksi hemoglobin, yaitu protein di dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Ketika tubuh kekurangan zat besi, pembentukan hemoglobin akan terganggu dan berisiko memicu anemia defisiensi besi.

Gejala umum yang kerap muncul akibat kekurangan zat besi antara lain tubuh terasa cepat lelah, kulit pucat, pusing, hingga sulit berkonsentrasi. Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan mineral ini melalui asupan makanan harian yang bergizi sangat penting untuk menjaga stamina dan fungsi organ tubuh tetap optimal.

Secara umum, zat besi dalam makanan terbagi menjadi dua bentuk, yaitu zat besi heme (berasal dari sumber hewani dan lebih mudah diserap) serta zat besi non-heme (berasal dari sumber nabati). Mengombinasikan kedua sumber ini secara seimbang dapat membantu mencukupi kebutuhan zat besi harian kamu.

Daftar Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi

Berikut adalah beberapa jenis makanan kaya zat besi yang sangat direkomendasikan untuk masuk ke dalam menu harian kamu:

1. Daging Merah Tanpa Lemak

Daging sapi dan domba merupakan sumber zat besi heme yang sangat baik dan mudah diserap oleh tubuh. Selain zat besi, daging merah juga kaya akan protein, zinc, dan vitamin B kompleks yang mendukung pembentukan sel darah merah secara optimal.

2. Hati Ayam dan Sapi

Jeroan seperti hati ayam dan sapi mengandung konsentrasi zat besi yang sangat tinggi. Mengonsumsi hati dalam porsi yang wajar dapat menjadi cara efektif untuk membantu mencegah dan mengatasi gejala kurang darah.

3. Bayam dan Sayuran Hijau

Bayam adalah sumber zat besi non-heme yang paling populer. Meskipun daya serapnya tidak secepat zat besi hewani, bayam juga kaya akan kandungan vitamin C alami yang secara otomatis membantu mempermudah penyerapan zat besi di dalam saluran pencernaan.

4. Kacang Merah dan Lentil

Bagi vegetarian, kacang merah, kacang hitam, dan lentil adalah pilihan sempurna. Makanan ini tidak hanya sarat zat besi, tetapi juga mengandung serat tinggi yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

5. Makanan Laut (Kerang dan Ikan)

Kerang, tiram, serta ikan laut seperti sarden dan tuna mengandung zat besi heme berlimpah. Selain itu, makanan laut juga dilengkapi dengan asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung.

6. Tahu dan Tempe

Produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe tidak hanya menjadi sumber protein nabati yang ekonomis, tetapi juga menyediakan asupan zat besi yang cukup tinggi untuk mendukung kebutuhan harian kamu.

7. Biji Labu (Pumpkin Seeds)

Biji labu bisa menjadi camilan sehat yang kaya zat besi, magnesium, dan zinc. Mengonsumsi biji-bijian ini secara rutin dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian kamu secara praktis.

Tips Mengoptimalkan Penyerapan Zat Besi

Agar nutrisi zat besi yang kamu konsumsi dapat terserap secara maksimal oleh tubuh, perhatikan beberapa langkah berikut:

  • Sandingkan dengan Vitamin C: Konsumsi makanan tinggi zat besi bersamaan dengan makanan kaya vitamin C (seperti jeruk, jambu biji, atau tomat) untuk meningkatkan penyerapan zat besi non-heme.
  • Batasi Minuman Penghambat Penyerapan: Hindari minum teh, kopi, atau susu bersamaan saat makan, karena senyawa tanin, kafein, dan kalsium dapat mengikat zat besi dan menghambat penyerapannya.
  • Variasikan Sumber Nutrisi: Padukan sumber zat besi hewani dan nabati dalam satu porsi makan harian kamu.

Studi Terkait

Berdasarkan riset klinis yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition (2026), penyerapan zat besi non-heme dari makanan nabati meningkat hingga 60% ketika dikonsumsi bersamaan dengan sumber vitamin C alami. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kombinasi nutrisi yang tepat dalam pola makan sehari-hari.

Selain itu, publikasi dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2026 menekankan bahwa pemenuhan asupan zat besi melalui makanan utuh secara teratur terbukti efektif meredakan risiko anemia pada kelompok usia produktif hingga 35%.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu terus-menerus merasa lelah, sering pusing, atau kulit tampak sangat pucat meski telah mengonsumsi makanan kaya zat besi, kondisi ini memerlukan evaluasi medis. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan saran medis yang tepat.

Apabila gejala anemia terasa berat atau memerlukan pemeriksaan darah lebih lanjut, kamu juga dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi kesehatan di Halodoc memberikan kemudahan bagi kamu untuk terhubung dengan dokter tepercaya secara cepat dan fleksibel.

  • ✅ Dokter Berpengalaman: Terhubung dengan dokter spesialis dan dokter umum yang memiliki SIP dan STR resmi.
  • ✅ Respon Cepat 24 Jam: Layanan konsultasi siap membantu kamu kapan saja tanpa batasan waktu.
  • ✅ Privasi Terjaga: Kerahasiaan data medis dan percakapan konsultasi terjamin dengan aman.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Iron Deficiency Anaemia: Assessment, Prevention, and Control.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia dan Pencegahan Anemia.
The American Journal of Clinical Nutrition. Diakses pada 2026. Bioavailability of Dietary Iron and Vitamin C Interactions.
WebMD. Diakses pada 2026. Top Foods High in Iron.
PubMed / National Institutes of Health. Diakses pada 2026. Iron Absorption Mechanisms and Dietary Sources.

FAQ

Apa saja tanda utama tubuh kekurangan zat besi?

Gejala utama kekurangan zat besi antara lain sering merasa lelah berlebihan, wajah dan bibir tampak pucat, serta sering merasa pusing. Beberapa orang juga dapat mengalami kuku mudah rapuh dan telapak tangan terasa dingin.

Mana yang lebih cepat diserap, zat besi dari hewan atau tumbuhan?

Zat besi hewani (heme) diserap lebih cepat dan efisien oleh saluran pencernaan dibandingkan zat besi nabati (non-heme). Namun, keduanya sangat baik jika dikonsumsi secara seimbang dalam pola makan harian.

Minuman apa saja yang dapat menghambat penyerapan zat besi?

Minuman seperti teh, kopi, dan susu dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan saat makan. Hal ini disebabkan oleh senyawa tanin, kafein, dan kalsium yang dapat terikat dengan zat besi.

Berapa kebutuhan zat besi harian untuk orang dewasa?

Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 8–18 mg zat besi per hari tergantung jenis kelamin dan usia. Wanita usia subur serta ibu hamil biasanya membutuhkan asupan yang lebih tinggi untuk mendukung kondisi kesehatan tubuh.