• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Gejala Awal Campak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Awal Campak yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Campak adalah infeksi yang biasa terjadi di masa kanak-kanak. Penyakit ini disebabkan oleh virus, dan saat ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Campak bisa menjadi kondisi yang serius dan berakibat fatal pada anak kecil. Perlu diwaspadai juga bahwa penyakit campak sangat menular dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. 

Pemberian vaksinasi campak dapat mencegah dan memberikan perlindungan efektif dari campak. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika 93-95 persen populasi menerima vaksin, orang yang berisiko kemungkinan tidak akan tertular campak. Sebagai antisipasi, kamu perlu mengetahui gejala awal terjadinya campak. Apa saja gejala awalnya?

Baca juga: Begini Cara Efektif Obati Campak pada Bayi

Gejala Awal Terjadinya Campak

Gejala awal campak dapat muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Gejala awal campak biasanya meliputi:

  1. Demam;
  2. Batuk Kering;
  3. Pilek;
  4. Sakit tenggorokan;
  5. Mata meradang (konjungtivitis);
  6. Ruam kulit yang tampak seperti bercak besar;
  7. Bintik-bintik putih kecil dengan bagian tengah putih kebiruan dengan latar belakang merah muncul di dalam mulut, tepatnya lapisan dalam pipi. Ini disebut juga sebagai bintik Koplik.

Baca juga: Mirip, Ini Bedanya Campak, Cacar Air, dan Rubella

Infeksi dapat terjadi secara berurutan dalam jangka waktu dua hingga tiga minggu:

  • Infeksi dan Inkubasi. Selama 10 hingga 14 hari pertama setelah terinfeksi, virus campak mulai berkembang. Kamu mungkin tidak mengalami gejala campak pada tahapan ini. 
  • Tanda dan gejala nonspesifik. Campak biasanya dimulai dengan demam ringan hingga sedang, sering juga disertai dengan batuk secara terus menerus, pilek, mata meradang, dan sakit tenggorokan. Kondisi ini relatif ringan dan berlangsung dua atau tiga hari. 
  • Penyakit campak berlangsung dan ruam akut. Ruam terdiri dari bintik-bintik merah kecil, beberapa ruam terasa sedikit menonjol. Bercak dan benjolan yang berkumpul membuat kulit tampak kemerahan. Kulit wajah seperti mengalami pecah-pecah.

Selama beberapa hari berikutnya, ruam dapat menyebar ke lengan dan tubuh, lalu ke paha, dan kaki. Pada saat yang sama, demam semakin meningkat hingga mencapai 40-41 derajat celcius. Ruam campak berangsur-angsur mereda. 

  • Periode menular. Seseorang yang mengalami campak dapat menyebarkan virus ke orang lain selama sekitar delapan hari. Dimulai empat hari sebelum ruam muncul dan berakhir ketika ruam telah muncul selama empat hari. 

Jika Si Kecil mungkin pernah mengalami campak atau jika anggota keluarga di rumah mengalami ruam menyerupai campak, sebaiknya segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Tinjau riwayat vaksinasi keluarga dengan dokter, terutama sebelum anak mulai masuk sekolah dasar atau perguruan tinggi dan sebelum melakukan perjalanan internasional. 

Penanganan Jika Terkena Campak

Sebenarnya tidak ada pengobatan khusus untuk campak, dan gejalanya biasanya dapat hilang dalam waktu 10 sampai 10 hari. Jika tidak ada komplikasi, dokter biasanya menganjurkan istirahat dan mengonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Jika ada risiko komplikasi, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk rawat inap di rumah sakit. Pengidap yang harus menjalani rawat inap, biasanya diresepkan vitamin A oleh dokter. 

Baca juga: 5 Penanganan Pertama saat Anak Alami Campak

Beberapa cara penanganan berdasarkan gejalanya:

  • Nyeri dan demam: Tylenol atau ibuprofen membantu mengatasi demam dan nyeri. Namun untuk anak-anak di bawah 16 tahun sebaiknya tidak mengonsumsi aspirin.
  • Batuk: Gunakan humidifier untuk melembapkan udara. Minuman lemon dan madu hangat mungkin bisa membantu, tapi jangan berikan madu untuk bayi di bawah usia 1 tahun. 
  • Dehidrasi: Dorong pengidap agar minum banyak cairan. 
  • Mata meradang: Bersihkan kotoran dengan kapas yang dibasahi air. Redupkan lampu jika mata hipersensitif.

Perlu diketahui bahwa campak adalah infeksi virus, pemberian antibiotik sering kali tidak membantu. Namun dokter mungkin meresepkannya jika seseorang mengalami infeksi bakteri tambahan. 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Signs and Symptoms
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About the Measles
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about measles