• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mirip, Ini Bedanya Campak, Cacar Air, dan Rubella

Mirip, Ini Bedanya Campak, Cacar Air, dan Rubella

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Beberapa penyakit seperti campak, cacar air dan rubella tampak mirip, karena sama-sama menimbulkan gejala berupa ruam merah yang muncul pada kulit. Karena itu, kamu perlu tahu perbedaan di antara ketiga penyakit tersebut, agar bisa melakukan penanganan yang tepat.

Perbedaan Penyebab Campak, Cacar Air dan Rubella

Cacar air, campak, dan rubella adalah penyakit menular yang sama-sama disebabkan oleh virus. Namun, jenis virus penyebab ketiga penyakit tersebut berbeda. Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster, sedangkan campak atau yang disebut juga rubella disebabkan oleh virus campak. Meskipun diberi julukan campak Jerman, rubella disebabkan oleh virus yang berbeda dari campak dan tidak menular atau separah campak.

Baik cacar air, campak, maupun rubella sama-sama bisa menyebar melalui udara bila seseorang tidak sengaja menghirup percikan air liur yang keluar ketika pengidap batuk atau bersin. Ketiga penyakit tersebut dulunya merupakan infeksi yang sering terjadi pada anak. Namun sekarang, cacar air, campak, dan rubella sudah bisa dicegah melalui vaksinasi.

Baca juga: Hindari Tertular Campak dengan Vaksin

Kenali Perbedaan Gejala Campak, Cacar Air dan Rubella

Campak, cacar air dan rubella seringkali sulit dibedakan karena memiliki gejala yang mirip. Karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali bedanya gejala ketiga penyakit tersebut.

Gejala-gejala cacar air secara umum, antara lain:

  • Ruam merah yang awalnya muncul di dada, wajah, dan punggung, tetapi dapat menyebar ke seluruh tubuh.

  • Demam.

  • Sakit kepala.

  • Kelelahan.

  • Nafsu makan menurun.

Sedangkan gejala campak umumnya adalah:

  • Ruam merah yang pertama kali muncul di garis rambut atau dahi, kemudian dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh.

  • Demam.

  • Batuk kering.

  • Hidung berair.

  • Sakit tenggorokan.

  • Mata merah dan meradang (konjungtivitis).

  • Muncul bintik-bintik merah kecil dengan bagian tengah berwarna putih di dalam mulut dan pipi.

Meskipun cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam, tetapi penampilan ruam kedua penyakit tersebut berbeda. Dengan demikian, kamu bisa membedakan cacar air dan campak dengan mudah dengan mengamati penampilan ruam yang muncul.

Ruam cacar air awalnya berupa benjolan merah atau papula. Benjolan-benjolan ini akan berubah menjadi lepuh yang dipenuhi cairan yang terasa gatal, yang pada akhirnya akan pecah dan bocor sebelum dikerok.

Sedangkan ruam campak muncul sebagai bintik-bintik merah yang datar, meskipun kadang-kadang ada juga benjolan yang muncul. Namun, benjolan campak tidak memiliki cairan didalamnya. Bintik-bintik ruam campak mungkin mulai muncul bersamaan saat ruam menyebar.

Sedangkan gejala rubella seringkali sangat ringan, sehingga sulit disadari, terutama pada anak-anak. Biasanya, gejala rubella baru muncul sekitar dua sampai tiga minggu setelah terpapar virus. Berikut gejala rubella yang dapat berlangsung sekitar satu sampai lima hari:

  • Demam ringan sekitar 38 derajat Celsius atau lebih rendah.

  • Sakit kepala.

  • Hidung tersumbat atau pilek.

  • Mata merah dan meradang.

  • Pembesaran kelenjar getah bening di belakang leher atau di belakang telinga.

  • Ruam berwarna merah muda yang dimulai pada wajah dan dapat dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh.

Baca juga: Awas, Ini yang Terjadi pada Si Kecil Ketika Terserang Rubella

Bedanya Pengobatan Campak, Cacar Air dan Rubella

Oleh karena cacar air, campak, dan rubella disebabkan oleh infeksi virus, pengobatan difokuskan untuk meredakan gejala sampai infeksi sembuh. Dokter dapat meresepkan antihistamin untuk membantu mengatasi rasa gatal yang muncul akibat ruam cacar air. Sedangkan pada pengidap campak, dokter hanya akan menganjurkan untuk beristirahat dan banyak minum sampai kondisi tubuh pulih kembali. Untuk mengatasi demam akibat campak, kamu juga bisa mengonsumsi asetaminofen. 

Begitu juga dengan rubella. Pada sebagian besar kasus, infeksi virus rubella sangat ringan, sehingga tidak perlu diobati. Kamu bisa menurunkan demam dan meredakan sakit dengan obat penghilang rasa sakit, seperti asetaminofen dan ibuprofen. Namun, hindari memberikan aspirin pada anak-anak atau remaja, karena berisiko menyebabkan sindrom Reye.

Baca juga: Bagaimana Cara Pengobatan di Rumah Guna Mengatasi Cacar Air?

Itulah perbedaan campak, cacar air, rubella yang perlu kamu ketahui. Bila kamu punya pertanyaan tentang ketiga penyakit tersebut, tanyakan saja langsung pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya-tanya seputar kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Chickenpox vs. measles: What's the difference?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Rubella.