• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Gejala Delirium yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Gejala Delirium yang Perlu Diketahui

7 Gejala Delirium yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 07 Oktober 2022

“Gejala delirium biasanya berupa kebingungan, disorientasi, dan tidak menyadari lingkungan sekitar, sehingga sering dianggap mirip demensia. Namun, kondisi mental ini bisa menimbulkan gejala secara tiba-tiba dan bisa muncul dan hilang.”

7 Gejala Delirium yang Perlu Diketahui7 Gejala Delirium yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Delirium merupakan kondisi yang cukup umum, terutama pada orang-orang yang berusia lanjut. Kondisi tersebut merupakan gangguan mental yang ditandai dengan kebingungan, dan berkurangnya kesadaran pada lingkungan sekitar.

Delirium biasanya terjadi secara tiba-tiba, tapi seringkali bersifat sementara dan bisa diobati. Meski begitu, kondisi mental tersebut tidak boleh disepelekan. Pasalnya, delirium bisa berakibat fatal bila tidak diobati. Oleh karena itu, ketahui gejala delirium agar kamu bisa mewaspadai penyakit tersebut dan mencari pengobatan segera.

Mirip Demensia, Pahami Gejala Delirium 

Delirium seringkali dianggap sama dengan demensia, karena keduanya sama-sama bisa menyebabkan gejala berupa kebingungan, penurunan memori, dan disorientasi. Meski begitu, delirium dan demensia merupakan dua kondisi yang berbeda.

Delirium adalah kondisi yang memengaruhi perhatian seseorang, sedangkan demensia memengaruhi memori. Namun, seseorang mungkin untuk mengalami keduanya.

Tidak seperti demensia yang berkembang secara bertahap, gejala delirium terjadi secara tiba-tiba dan bisa berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Mereka juga bisa muncul dan hilang, dan mungkin ada periode tanpa gejala. Gejala delirium juga cenderung memburuk pada malam hari, yang dikenal sebagai matahari terbenam. Agar lebih jelas, berikut gejala delirium yang perlu diketahui:

1. Berkurangnya kesadaran pada lingkungan

Salah satu gejala delirium adalah berkurangnya kesadaran pada lingkungan sekitarnya. Hal tersebut terlihat dari sulit fokus pada topik pembicaraan, mudah mengganti topik, suka melamun, mudah teralihkan dengan berbagai hal, dan tidak bereaksi ketika ada suatu kejadian di sekitarnya.

2. Gangguan emosional

Gangguan emosional juga bisa menjadi salah satu ciri-ciri pengidap delirium. Seseorang yang mengidap kondisi tersebut akan menjadi gelisah, paranoid, mudah depresi, mudah tersinggung, menjadi apatis, mood swing, dan krisis kepribadian.

3. Gangguan kognitif

Gangguan kognitif atau kemampuan berpikir yang lemah adalah gejala delirium lainnya. Hal ini bisa ditandai dengan buruknya daya ingat, terutama untuk jangka pendek, disorientasi, kesulitan berbicara, bicara lambat, dan sulit memahami pembicaraan, bacaan, serta tulisan.

4. Perubahan Perilaku

Orang yang mengalami delirium mungkin juga bisa menunjukkan perubahan perilaku yang sering. Orang lain mungkin akan melihat pengidap mengalami halusinasi, gelisah, agresif, mengerang, menjadi pendiam, menutup diri, gerakannya melambat, dan terganggunya kebiasaan tidur. Terkadang, gejalanya dapat lebih buruk ketika malam hari ketika suasana sekitar menjadi gelap dan kondisinya terlihat asing.

Gejala Delirium Berdasarkan Jenisnya

Gejala delirium juga bisa berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Para ahli sudah membagi delirium menjadi tiga jenis. Berikut jenis delirium dan gejalanya:

1. Delirium hiperaktif 

Jenis delirium ini biasanya ditandai dengan gejala berupa gelisah, suasana hati yang berubah-ubah, respon terhadap lingkungan berubah, dan berhalusinasi. Dari semua pengidap delirium, tipe ini ditemukan sekitar 30 persen dan cenderung lebih mudah terdeteksi.

2. Delirium hipoaktif 

Pengidap jenis delirium ini akan terlihat lamban, lesu, mengantuk, dan tampak linglung. Kategori ini agak sulit terdeteksi, meski sedang menjalani rawat inap. Sulit dideteksi karena pengidapnya bersikap tidak aktif, sangat tenang, mengurangi aktivitas, dan sering mengantuk. Dari total yang telah dideteksi, kategori ini ada sekitar 30 persen.

3. Delirium campuran

Gejala delirium jenis ini adalah perubahan gejala dari delirium hiperaktif ke delirium hipoaktif atau kebalikannya. Jadi, pengidap terkadang bersikap hiperaktif, tapi tidak lama kemudian berubah menjadi hipoaktif.

Itulah gejala-gejala delirium yang harus diketahui. Jika kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Pengobatan lebih dini bisa mencegah delirium semakin parah.

Untuk mendapatkan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang kamu alami, gunakan saja aplikasi Halodoc

Tidak perlu repot-repot keluar rumah, kamu bisa order obat dan vitamin yang kamu butuhkan lewat aplikasi. Caranya mudah, hanya dengan download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Delirium.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022.  Delirium.