• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Karakteristik yang Biasanya Dimiliki oleh Pengidap Paranoid

7 Karakteristik yang Biasanya Dimiliki oleh Pengidap Paranoid

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah paranoid. Istilah tersebut sering digunakan untuk merujuk orang yang memiliki ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan. Namun sebenarnya, karakteristik utama dari gangguan kepribadian paranoid atau paranoid personality disorder (PPD) adalah rasa curiga yang terus-menerus terhadap orang lain tanpa alasan yang jelas.

PPD termasuk dalam jenis gangguan kepribadian eksentrik, yang artinya orang dengan gangguan tersebut sering kali memiliki perilaku yang aneh atau tidak biasa. Gangguan tersebut biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja awal dan sering terjadi pada pria daripada wanita.

Baca juga: Trauma Bisa Sebabkan Seseorang Alami Gangguan Kepribadian Paranoid

Karakteristik Pengidap Paranoid

Pengidap gangguan kepribadian paranoid selalu merasa waswas dan curiga terhadap orang lain. Mereka percaya bahwa orang lain ingin menyakiti mereka, meskipun tidak ada buktinya. Kecurigaan yang tidak berdasar ini, serta kebiasaan menyalahkan dan sulit mempercayai orang lain dapat membuat pengidap tidak bisa menjalin hubungan yang dekat dengan orang lain.

Berikut ini karakteristik orang dengan gangguan kepribadian paranoid:

1.Sulit untuk Percaya pada Orang Lain

Pengidap PPD sulit untuk percaya pada orang lain. Mereka sering meragukan komitmen dan kesetiaan orang lain. Mereka juga percaya bahwa orang lain ingin memanfaatkan atau menipu mereka.

Baca juga: Ibu yang Alami Gangguan Paranoid, Ini Pengaruhnya pada Anak

2.Enggan Curhat pada Orang Lain

Sulit percaya pada orang lain membuat pengidap PPD jadi enggan untuk curhat atau mengungkapkan rahasia pribadi pada orang lain. Mereka takut bila menceritakan informasi yang sifatnya pribadi, maka orang lain dapat menggunakan informasi tersebut untuk menjatuhkan atau mempermalukan mereka. 

3.Cenderung Menyimpan Dendam

Sekalinya rasa curiga pengidap terbukti bahwa orang lain ternyata benar melakukan kesalahan terhadap mereka atau menyakiti mereka, maka pengidap cenderung tidak mau memaafkan dan cenderung menyimpan dendam terhadap orang tersebut. Selain itu, pengidap gangguan kepribadian paranoid juga mudah marah dan memusuhi orang lain.

4.Sulit Menerima Kritik

Orang dengan gangguan kepribadian paranoid juga sangat sensitif dan tidak bisa menerima kritik dari orang lain. Oleh karena itu, mereka akan bersikap argumentatif dan defensif saat dikritik.

5.Posesif dan Cemburuan Terhadap Pasangan

Pengidap PPD juga sering meragukan kesetiaan pasangan atau kekasih mereka tanpa alasan. Itulah mengapa mereka seringkali menjadi cemburuan dan bersikap posesif terhadap pasangan untuk mencegah terjadinya perselingkuhan.

6.Sulit Bekerja Sama dengan Orang Lain

Tidak hanya sulit menjalin relasi dengan orang lain, orang dengan gangguan kepribadian paranoid juga sering mengalami masalah saat bekerja sama dengan orang lain. Hal ini karena karakteristik pengidap paranoid yang selalu merasa diri mereka paling benar, keras kepala dan sensitif terhadap kritik. 

Pengidap paranoid bahkan dapat merasa bahwa orang lain ingin menyerang mereka, meski hal tersebut tidak beralasan dan sering bereaksi dengan marah-marah dan membalas perkataan orang lain. 

7.Mudah Menilai Orang Lain Buruk

Orang dengan gangguan kepribadian paranoid mudah mengembangkan stereotip negatif terhadap orang lain, terutama yang berasal dari kelompok budaya yang berbeda.

Itulah karakteristik orang dengan gangguan kepribadian paranoid. Bila kamu merasa memiliki karakteristik seperti di atas atau teman-teman sekitar kamu sering mengeluhkan adanya karakter buruk di atas pada diri kamu, jangan marah. Coba curhat saja pada psikolog melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, psikolog dapat memberi kamu saran kesehatan yang tepat.

Baca juga: Begini Tes untuk Diagnosis Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan kepribadian paranoid dapat diatasi dengan melakukan psikoterapi. Terapi tersebut kemungkinan besar berfokus untuk meningkatkan kemampuan pengidap untuk mengendalikan gejala dan meningkatkan kemampuan interaksi sosial, komunikasi dan harga diri.

Namun, karakteristik pengidap paranoid yang sulit percaya menimbulkan tantangan tersendiri dalam pengobatan karena pengidap bisa memiliki rasa tidak percaya pada terapis atau dokter yang memberikan mereka pengobatan. Akibatnya, banyak pengidap PPD yang tidak mengikuti pengobatan dengan baik.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder
Healthline. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.