Advertisement

7 Tanda Dermatitis Kontak yang Dapat Dialami oleh Pekerja Pabrik

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   10 Juni 2021
7 Tanda Dermatitis Kontak yang Dapat Dialami oleh Pekerja Pabrik7 Tanda Dermatitis Kontak yang Dapat Dialami oleh Pekerja Pabrik

Halodoc, Jakarta - Dermatitis kontak adalah kondisi ruam merah dan gatal yang disebabkan oleh kontak langsung dengan suatu zat atau reaksi alergi. Ruam tidak menular atau mengancam jiwa, tapi terasa sangat tidak nyaman. Orang dengan pekerjaan tertentu, misalnya pekerja pabrik, berisiko mengalami dermatitis kontak. Mereka bisa mengalami dermatitis kontak di tempat kerja. 

Banyak zat yang bisa menyebabkan reaksi tersebut, termasuk sabun, kosmetik, wewangian, perhiasan, dan tanaman. Suatu zat yang terkandung dalam sebuah produk bisa menjadi salah satu dari ribuan alergen dan iritan. Beberapa zat tersebut bisa menyebabkan dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi. Lantas, seperti apa gejalanya?

Baca juga: Bikin Kulit Gatal, Ini 6 Pengobatan Dermatitis Kontak

Gejala Dermatitis Kontak Di Tempat Kerja

Dalam hampir semua kasus dermatitis kontak, ruam akan muncul setelah terpapar alergen atau iritan. Pada kebanyakan kasus, dermatitis kontak di tempat kerja, ruam menjadi merah, gatal, dan mungkin terasa menyengat. Jika paparan iritan atau alergen berlanjut, kulit bisa menjadi tampak gelap dan terasa gatal. 

Selain itu, beberapa jenis dermatitis kontak memiliki gejala umum, yaitu:

  1. Lecet.
  2. Kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik.
  3. Ruam.
  4. Kemerahan.
  5. Sensasi terbakar.
  6. Nyeri atau gatal.
  7. Pembengkakan.

Cara untuk membedakan antara jenis dermatitis kontak, seseorang harus memperhatikan kapan gejalanya terjadi. Jika dermatitis kontak berkembang karena reaksi iritan, gejala bisa muncul segera setelah kontak dengan bahan iritan. Bisul bisa berkembang pada kasus yang parah, yang memungkinkan seseorang mengalami iritasi. Sedangkan dalam kasus dermatitis photocontact, ruam hanya muncul setelah seseorang terpapar sinar matahari. 

Baca juga: Cara Mengatasi Kulit Melepuh Akibat Dermatitis Kontak

Pencegahan Dermatitis Kontak yang Perlu Dilakukan Pekerja Pabrik

Pada kebanyakan kasus, pencegah mungkin semudah menghindari zat atau objek yang menyebabkan dermatitis kontak. Namun, bagi pekerja pabrik yang harus berurusan dengan zat-zat yang menyebabkan dermatitis kontak di tempat kerja, tentu tidak bisa menghindari pekerjaannya.

Berikut ini langkah yang bisa dilakukan sebagai pencegahan, yaitu: 

  • Tertib menggunakan pakaian APD (alat pelindung diri) yang disediakan. Pakaian APD biasanya meliputi pakaian luar, sarung tangan, masker wajah, kacamata, dan barang pelindung lainnya yang bisa melindungi dari zat yang mengiritasi.
  • Cuci kulit. Kamu dapat menghilangkan sebagian besar zat penyebab ruam jika langsung membasuh kulit setelah bersentuhan dengannya. Gunakan sabun lembut bebas pewangi dan air hangat. Bilas seluruhnya. Cuci juga pakaian atau barang lain yang mungkin bersentuhan dengan alergen.
  • Oleskan krim atau gel penghalang. Produk-produk tersebut memberikan lapisan pelindung bagi kulit. Misalnya, krim kulit yang dijual bebas yang mengandung bentoquatam (IvyBlock) akan mencegah atau mengurangi reaksi kulit terhadap zat alergen. 
  • Gunakan pelembap. Mengoleskan losion pelembap secara teratur membantu memulihkan lapisan terluar kulit dan menjaga kulit tetap kenyal. 

Jika terlanjur mengalami dermatitis kontak akibat bekerja, maka sebaiknya segera lakukan penanganan. Pada kebanyakan kasus, ruam dan reaksi lain akan hilang setelah terpapar zat tersebut berakhir.

Ruam mungkin membutuhkan waktu untuk sembuh dan hilang sepenuhnya. Misalnya, ruam akibat poison ivy sering bertahan karena minyak dari tanaman telah meresap ke dalam kulit. Setelah minyak hilang, ruam juga akan menghilang. 

Baca juga: Bayi Rentan Terkena Dermatitis Kontak, Ini Sebabnya

Sebagian besar penanganan dermatitis kontak bisa dilakukan di rumah, yaitu dengan:

  • Mengoleskan salep antigatal pada kulit yang terinfeksi.
  • Mandi dengan air hangat.
  • Minum obat antihistamin.
  • Hindari menggaruk area yang terinfeksi untuk mencegah infeksi. 

Jika dermatitis kontak cukup ekstrim, sebaiknya segera buat jadwal pemeriksaan dengan dokter kulit di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Dokter akan meresepkan salep, krim, atau obat resep untuk mengobati dermatitis kontak. Kamu juga bisa beli obat resep dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What Is Contact Dermatitis?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Contact dermatitis
Medical News Today. Diakses pada 2021. Triggers of contact dermatitis and how to treat it