Dermatitis Kontak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah peradangan kulit yang ditandai dengan ruam gatal kemerahan, yang timbul akibat iritasi setelah kontak langsung dengan zat tertentu, atau akibat reaksi alergi terhadap zat tertentu. Dermatitis kontak terbagi menjadi dua jenis, yaitu dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritan.

 

Faktor Risiko Dermatitis Kontak

Beberapa pekerjaan dan hobi bisa membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena dermatitis kontak, antara lain:

  • Karyawan kesehatan dan perawatan gigi.

  • Pekerja konstruksi.

  • Pekerja logam.

  • Penata rambut dan ahli rias, karena sering terkena air, sehingga berisiko mengalami dermatitis kontak iritan tangan.

  • Mekanik.

  • Penyelam atau perenang, karena terkena karet di masker wajah atau kacamata renang.

  • Cleaning service.

  • Tukang kebun dan pekerja pertanian.

  • Tukang masak dan pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan makanan.

Baca juga: Bayi Rentan Terkena Dermatitis Kontak, Ini Sebabnya

 

Penyebab Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak alergi terjadi ketika kulit mengalami reaksi alergi, setelah kontak dengan zat tertentu (alergen), sehingga menyebabkan tubuh melepaskan zat kimia yang memicu gatal dan iritasi pada kulit. Zat pemicunya, antara lain perhiasan seperti nikel atau emas, sarung tangan latex, pewangi atau bahan kimia pada produk kecantikan, serta tumbuhan poison oak atau poison ivy.

Dermatitis kontak iritan terjadi saat kulit bersentuhan dengan bahan tertentu yang menyebabkan rusaknya lapisan pelindung kulit. Beberapa bahan pemicu tersebut, antara lain battery acid, zat pemutih, zat pembersih, kerosene, dan deterjen.

Baca juga: Ini Penyebab Dermatitis Kontak Berdasarkan Jenisnya

 

Gejala Dermatitis Kontak

Gejala dermatitis kontak alergi, antara lain:

  • Kulit kering.

  • Kulit melepuh.

  • Kemerahan pada kulit.

  • Kulit tampak gelap.

  • Kulit terasa perih.

  • Gatal yang parah.

  • Sensitif terhadap cahaya matahari.

  • Pembengkakan pada mata, muka, atau selangkangan.

Gejala pada dermatitis kontak iritan, antara lain:

  • Kulit melepuh.

  • Kulit pecah-pecah.

  • Bengkak.

  • Kulit terasa kencang.

  • Sariawan.

  • Luka terbuka yang berkerak.

 

Diagnosis Dermatitis Kontak

Dokter akan mendiagnosis dermatitis kontak dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes alergi melalui kulit. Tes alergi melalui kulit dapat dilakukan dengan tes tusuk maupun tes tempel. Tes tempel dilakukan dengan cara menempelkan kertas yang mengandung beberapa zat alergen untuk mengidentifikasi penyebab munculnya dermatitis kontak alergi. Setelah dua hari, kertas dilepas dan reaksi pada kulit diperiksa.

  • ROAT test atau tes iritasi. Pada pemeriksaan ini, pengidap akan diminta untuk mengoleskan zat tertentu pada bagian kulit yang sama, dua kali sehari, selama 5 sampai 10 hari, untuk melihat bagaimana reaksi kulitnya.

 

Komplikasi Dermatitis Kontak

Beberapa komplikasi yang diakibatkan dermatitis kontak, antara lain:

  • Infeksi kulit karena bakteri atau jamur.

  • Neurodermatitis akibat terus menerus menggaruk kulit.

  • Kualitas hidup menurun karena gejala dermatitis kontak mengganggu pengidap untuk beraktivitas sehari-hari.

 

Pengobatan Dermatitis Kontak

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dermatitis kontak, antara lain:

  • Menghindari paparan zat yang menjadi penyebab iritasi atau alergi di kulit.

  • Berhenti menggunakan produk yang mengandung zat pemicu iritasi atau alergi.

  • Menggunakan pelembap kulit.

  • Mengompres area dermatitis kontak dengan kompres dingin.

  • Menghindari garukan pada area kulit yang mengalami dermatitis kontak.

  • Melindungi tangan dengan menggunakan sarung tangan jika diperlukan.

  • Terapi obat-obatan, seperti krim atau salep kortikosteroid (hydrocortisone) dan tablet kortikosteroid, jika area kulit yang terkena cukup luas.

  • Terapi imunosupresan, yaitu pemberian obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, untuk mengurangi peradangan.

  • Fototerapi,. Tindakan medis ini dilakukan dengan menggunakan paparan sinar UV untuk membantu mengembalikan tampilan kulit yang terkena dermatitis kontak.

Baca juga: Bikin Kulit Gatal, Ini 6 Pengobatan Dermatitis Kontak

 

Pencegahan Dermatitis Kontak

Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dermatitis kontak:

  • Gunakan produk berlabel hypoallergenic atau yang tidak mengandung parfum maupun pewangi.

  • Hindari penggunaan sarung tangan lateks jika memiliki riwayat alergi lateks dan gunakan sarung tangan vinyl.

  • Gunakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang saat mendaki di alam.

  • Gunakan petroleum jelly sebelum menggunakan sarung tangan.

  • Gunakan krim pada tangan untuk menghindari kulit kering.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika sudah melakukan pencegahan, tapi dermatitis kontak tetap terjadi dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera kunjungi dokter untuk meminta saran. Penanganan yang dilakukan sedini bisa membantu mencegah kondisi berkembang semakin parah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Contact dermatitis - Symptoms and causes.
Healthline. Diakses pada 2019. Contact Dermatitis: Causes, Symptoms, and Treatment.

Diperbarui pada tanggal 3 September 2019.