Ad Placeholder Image

9 Penyebab Hipertensi di Usia 20-an

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 September 2026

Penyebab darah tinggi pada anak muda bisa karena obesitas, stres, hingga konsumsi energy drink.

9 Penyebab Hipertensi di Usia 20-an9 Penyebab Hipertensi di Usia 20-an

DAFTAR ISI


Hipertensi sering dianggap sebagai penyakit orang tua, padahal tekanan darah tinggi juga bisa dialami orang yang baru berusia 20-an. Penyebab hipertensi di usia 20-an umumnya berkaitan dengan gaya hidup, seperti pola makan tinggi garam, kurang gerak, stres, dan kebiasaan merokok.

Masalahnya, hipertensi sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak anak muda tidak sadar tekanan darahnya sudah tinggi. Yuk, kenali penyebabnya agar kamu bisa mencegahnya sejak dini.

9 Penyebab Hipertensi di Usia 20-an

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dikutip Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes, prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah mencapai 10,7% pada kelompok usia 18–24 tahun dan 17,4% pada usia 25–34 tahun. Namun, angka berdasarkan diagnosis dokter jauh lebih rendah, yaitu 0,4% dan 1,8%. Artinya, banyak anak muda yang belum tahu dirinya mengalami hipertensi.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa hal yang dapat memicu hipertensi di usia muda:

  • Riwayat keluarga. Faktor genetik membuat seseorang lebih berisiko bila ada anggota keluarga yang mengalami hipertensi.
  • Asupan garam berlebih. Garam menyebabkan tubuh menahan air sehingga volume darah meningkat dan tekanan darah ikut naik.
  • Pola makan tinggi lemak dan rendah serat. Kebiasaan makan makanan cepat saji, gorengan, dan kurang sayur serta buah termasuk pemicu yang banyak ditemukan pada anak muda.
  • Kurang aktivitas fisik. Gaya hidup sedentari, seperti terlalu lama duduk, dapat memicu obesitas dan meningkatkan tekanan darah.
  • Obesitas. Berat badan berlebih membuat jantung dan pembuluh darah bekerja lebih berat.
  • Merokok. Zat kimia dalam rokok dapat merusak dan mempersempit pembuluh darah.
  • Konsumsi alkohol berlebihan. Alkohol dapat menaikkan tekanan darah dan berkontribusi pada kenaikan berat badan.
  • Stres. Tekanan pekerjaan, kuliah, atau tanggung jawab keluarga yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Kurang tidur. Tidur yang tidak cukup atau kualitasnya buruk dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Waspadai Hipertensi Sekunder

Pada sebagian orang muda, tekanan darah tinggi bisa disebabkan kondisi medis lain yang disebut hipertensi sekunder. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes menyebutkan penyebabnya antara lain gangguan ginjal atau pembuluh darah ginjal, gangguan hormon seperti penyakit tiroid dan sindrom Cushing, efek obat atau hormon tertentu, sleep apnea, dan penyakit aorta. Hipertensi yang muncul sebelum usia 30 tahun, sangat tinggi, atau sulit dikendalikan dengan obat perlu dievaluasi untuk mencari penyebab ini.

Tips Mencegah Hipertensi Sejak Usia 20-an

  • Kurangi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan makanan olahan, lalu perbanyak sayur, buah, dan makanan berserat.
  • Biasakan aktif bergerak dan berolahraga secara rutin, serta kurangi waktu duduk terlalu lama.
  • Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol.
  • Kelola stres dengan teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga, dan usahakan tidur cukup dengan jadwal yang teratur.
  • Periksa tekanan darah minimal satu kali setiap tahun sejak usia 18 tahun, sesuai anjuran Kemenkes, meskipun kamu merasa sehat.

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter bila hasil pengukuran tekanan darahmu berulang kali mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami sakit kepala hebat, pandangan kabur, sesak napas, nyeri dada, atau detak jantung tidak teratur. Pemeriksaan lebih lanjut juga penting bila hipertensi muncul di usia muda, karena dokter perlu memastikan ada tidaknya penyebab medis lain.

Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan saran pemeriksaan dan penanganan tekanan darah tinggi.

Studi Terkait

Data SKI 2023 menunjukkan adanya kesenjangan besar antara hasil pengukuran tekanan darah dan diagnosis dokter pada kelompok usia muda. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes menilai gaya hidup modern, seperti pola makan tinggi garam dan lemak, kurang aktivitas fisik, stres, serta merokok dan konsumsi alkohol, sebagai pendorong utama. Karena itu, skrining rutin melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sangat dianjurkan.

Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI/InaSH) melalui Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019 juga mengingatkan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko kerusakan organ penting, seperti otak, jantung, ginjal, dan retina.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Hipertensi di usia muda bisa terjadi tanpa gejala, sehingga banyak orang baru mengetahuinya setelah muncul komplikasi. Dokter dapat membantu menilai hasil pengukuran tekanan darahmu, mencari faktor pemicunya, dan menyarankan pemeriksaan lanjutan bila dicurigai ada hipertensi sekunder.

Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan saran mengontrol tekanan darah sesuai kondisimu.

Referensi
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Bahaya Hipertensi Mengintai Anak Muda Indonesia.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Hal-Hal Pemicu Hipertensi.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Hipertensi Renovaskuler: Hipertensi pada Usia Muda.
Ayo Sehat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi).
Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia. Diakses pada 2026. Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019.

FAQ

Apakah usia 20-an bisa terkena hipertensi?

Bisa. Menurut SKI 2023, prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran mencapai 10,7% pada usia 18–24 tahun dan 17,4% pada usia 25–34 tahun.

Apa penyebab paling umum hipertensi pada anak muda?

Penyebab yang paling sering berkaitan dengan gaya hidup, seperti pola makan tinggi garam dan lemak, kurang aktivitas fisik, stres, merokok, dan konsumsi alkohol. Riwayat keluarga dan kondisi medis tertentu juga dapat berperan.

Apa saja gejala hipertensi?

Banyak penderita hipertensi tidak merasakan gejala apa pun. Sebagian orang bisa mengalami sakit kepala, pusing, pandangan kabur, sesak napas, atau detak jantung tidak teratur.

Seberapa sering anak muda perlu cek tekanan darah?

Kemenkes menganjurkan pemeriksaan tekanan darah minimal satu kali setiap tahun mulai usia 18 tahun. Pengguna BPJS Kesehatan dapat melakukan skrining dasar di puskesmas.