• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Cara Mencegah Terjadinya Polihidramnion?

Adakah Cara Mencegah Terjadinya Polihidramnion?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Polihidramnion adalah kondisi di mana ada terlalu banyak cairan ketuban selama masa kehamilan. Cairan ketuban adalah cairan yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Bila cairan ketuban yang menumpuk sangat banyak, kondisi ini bisa menyebabkan ibu hamil mengalami sesak napas, persalinan prematur, dan gejala lainnya. Lantas, adakah cara untuk mencegah polihidramnion terjadi? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Baca juga: Ini Perbedaan Kondisi Polihidramnion dan Oligohidramnion pada Ibu Hamil

Sayangnya hingga saat ini, belum ditemukan cara untuk mencegah polihidramnion. Meski begitu, ibu hamil setidaknya bisa menjauhi faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya penumpukan cairan ketuban. 

Beberapa faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan terjadinya polihidramnion, antara lain diabetes yang diidap ibu, termasuk diabetes yang disebabkan oleh kehamilan (diabetes gestasional), kehamilan kembar, serta infeksi selama kehamilan. 

Nah, untuk mencegah polihidramnion, ibu hamil yang mengidap diabetes perlu mengontrol kadar gula darahnya dengan baik. Selain itu, cara mencegah polihidramnion juga bisa dilakukan dengan mendapatkan vaksinasi sebelum hamil agar terhindar dari infeksi selama kehamilan.

Selain dengan menjauhi faktor risiko, penting juga bagi ibu hamil untuk mewaspadai gejala-gejala polihidramnion agar penanganan dapat segera dilakukan.

Baca juga: Mitos dan Fakta Hamil Anak Kembar yang Perlu Diketahui

Gejala Polihidramnion

Gejala polihidramnion yang muncul adalah akibat tekanan yang terjadi pada rahim dan organ-organ di sekitarnya. Polihidramnion biasanya berkembang secara bertahap. Pada tahap yang masih ringan, polihidramnion bisa tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan gejala yang ringan. Namun, polihidramnion yang sudah parah dapat menyebabkan gejala-gejala berikut:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.

  • Bengkak pada kaki dan perut.

  • Konstipasi.

  • Kontraksi rahim.

  • Mulas (heartburn).

  • Perut terasa sangat besar dan berat.

Namun, gejala-gejala di atas adalah masalah umum yang terjadi selama kehamilan dan tidak selalu disebabkan oleh polihidramnion. Bicarakanlah pada dokter kandungan bila kamu mengalami gejala-gejala tersebut dan merasa khawatir.

Polihidramnion biasanya dapat terlihat saat pemeriksaan di tahap akhir kehamilan. Dokter kandungan dapat mencurigai polihidramnion bila rahim ibu membesar secara berlebihan dan mengalami kesulitan merasakan keberadaan janin.

Apa yang Harus Dilakukan Bila Mengalami Polihidramnion?

Polihidramnion biasanya bukan tanda dari masalah kesehatan yang serius. Pada kasus yang ringan, polihidramnion jarang memerlukan penanganan dan dapat hilang dengan sendirinya. Bahkan pada kasus-kasus yang menyebabkan ketidaknyamanan, polihidramnion biasanya dapat dikelola tanpa intervensi.

Sebagian besar ibu hamil yang mengalami polihidramnion juga dapat melahirkan bayi dalam kondisi yang sehat. Jadi, jangan khawatir bila dokter memberitahu bahwa ibu mengalami polihidramnion. Berikut ini hal-hal yang bisa ibu lakukan bila mengalami polihidramnion:

  • Banyak beristirahat. Bila ibu masih bekerja, ibu mungkin dapat mempertimbangkan untuk memulai cuti hamil lebih awal.

  • Bicarakan pada dokter tentang rencana persalinan, termasuk apa yang harus ibu lakukan bila air ketuban pecah atau persalinan dimulai lebih awal dari yang diharapkan.

  • Bicarakan pada dokter bila ibu mengalami gejala baru, merasa sangat tidak nyaman, atau perut tiba-tiba membesar.

  • Berbicara dengan sesama wanita yang pernah mengalami polihidramnion mungkin juga dapat membantu ibu untuk merasa lebih tenang.

Ibu hamil juga bisa membicarakan masalah kesehatan yang dialami dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Penanganan Polihidramnion

Meski biasanya bukan pertanda masalah serius, ibu hamil yang mengalami sesak napas, sakit perut atau tanda-tanda persalinan prematur mungkin perlu mendapatkan penanganan di rumah sakit. Penanganan untuk polihidramnion, antara lain:

  • Mengeluarkan Kelebihan Cairan Ketuban

Dokter kandungan mungkin akan menggunakan amniosentesis untuk mengeluarkan kelebihan cairan ketuban dari rahim ibu. Namun, risiko komplikasi yang kecil dapat terjadi, seperti persalinan prematur, solusio plasenta, dan ketuban pecah sebelum waktunya.

  • Obat-obatan

Dokter kandungan mungkin juga dapat meresepkan obat oral indometasin (Indocin) untuk membantu mengurangi produksi urine janin dan volume cairan ketuban.

Baca juga: Inilah 4 Komplikasi yang Disebabkan Polihidramnion Bagi Ibu Hamil

Itulah penjelasan mengenai cara mencegah polihidramnion. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play yang dapat menjadi teman penolong untuk menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Polyhydramnios (too much amniotic fluid).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Polyhydramnios.