• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Dampak Negatif dari Konsumsi Kulit Manggis?

Adakah Dampak Negatif dari Konsumsi Kulit Manggis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Walaupun belum ada hasil penelitian yang secara signifikan dapat menjelaskan dampak negatif dari kulit manggis, tetapi seperti yang dilansir di laman WebMD, disebutkan kalau kulit manggis dapat memperlambat pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan pada orang dengan gangguan perdarahan.

Dosis manggis yang tepat tergantung pada beberapa faktor, seperti usia pengguna, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Perlu diketahui kalau produk alami tidak selalu aman dan dosis bisa menjadi penting. Informasi selengkapnya mengenai dampak negatif konsumsi kulit manggis di bawah ini!

Batasan Konsumsi Manggis

Seperti yang sudah disinggung di atas, sejauh ini belum ada informasi yang cukup relevan dan signifikan terkait apakah produk manggis aman untuk digunakan sebagai obat. Namun, tiga kondisi yang dianggap bisa meningkatkan interaksi terkait konsumsi manggis adalah:

Baca juga: 4 Khasiat Kulit Manggis Bagi Kesehatan Tubuh

  1. Kehamilan dan Menyusui

Tidak ada informasi yang cukup dapat diandalkan tentang keamanan mengonsumsi manggis jika sedang hamil atau menyusui. Namun, ada baiknya untuk menghindari konsumsi manggis atau diskusikan dengan dokter untuk lebih jelasnya.

  1. Gangguan Pendarahan

Manggis mungkin memperlambat pembekuan darah karena dapat meningkatkan risiko perdarahan pada orang dengan gangguan perdarahan.

  1. Pembedahan

Manggis mungkin memperlambat pembekuan darah, karena itu makan buah ini dapat meningkatkan risiko perdarahan selama atau setelah operasi. Berhenti mengonsumsi manggis dua minggu sebelum operasi.

Manggis dapat memperlambat pembekuan darah, sehingga ketika kamu sedang mengonsumsi obat untuk pendarahan bisa jadi obat tersebut akan berinteraksi yang dapat meningkatkan durasi perdarahan. 

Informasi lebih lengkap mengenai dampak negatif dari konsumsi manggis dapat ditanyakan langsung di HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Mengenal Manfaat Manggis

Manggis adalah buah tropis yang dipercaya, baik buah, ranting, maupun kulit pohonnya  digunakan sebagai obat. Manggis digunakan untuk banyak kondisi kesehatan, walaupun belum ada cukup bukti ilmiah untuk menentukan efektif tidaknya. 

Sampai saat ini manggis digunakan untuk diare, infeksi saluran kemih (ISK), gonore, sariawan, TBC, gangguan menstruasi, kanker, osteoartritis, dan infeksi usus yang disebut disentri. Selain itu, khasiat manggis lain dipercaya dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan mental.

Baca juga: Ingin Usus Sehat? Konsumsi Makanan Sehat Ini

Beberapa orang menggunakan kulit manggis untuk mengatasi masalah eksim dan kondisi kulit lainnya. Manggis juga sering dimakan sebagai buah pencuci mulut atau dijadikan selai. Era sekarang, jus manggis menjadi “minuman kesehatan” yang populer. Kulit buahnya mengandung tanin, sehingga bisa membantu diare. 

Harvard Health Publishing merekomendasikan, tidak ada salahnya memasukkan manggis ke dalam menu harian alternatif jus. Namun perlu diketahui, karena aktivitas antioksidannya, manggis berpotensi mengganggu kemoterapi atau pengobatan radiasi untuk kanker. 

Kemudian, juga kerap terjadi penumpukan asam laktat dalam darah (asidosis laktat parah) pada pasien dengan penyakit ginjal kronis dan masalah kesehatan lainnya yang minum jus manggis setiap hari selama setahun. Dalam hal ini, obat-obatan mungkin telah berinteraksi dengan jus.

Manggis dijual sebagai suplemen makanan yang sebagian besarnya dipasarkan melalui toko makanan kesehatan dan distributor independen. Ada baiknya, sebelum memutuskan akan mengonsumsi buah ataupun kulit manggis sebagai rangkaian perawatan untuk kondisi spesifik, kamu perlu mengumpulkan informasi jelas mengenai hal tersebut. Jangan sampai justru mengalami gangguan kesehatan lain karena salah mengonsumsi suplemen.

Referensi:

Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Does mangosteen have any health benefits?
National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Mangosteen pericarp extract inhibits the formation of pentosidine and ameliorates skin elasticity.
WebMD. Diakses pada 2020. Mangosteen