• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Akibat Malas Mandi saat WFH

Ini 4 Akibat Malas Mandi saat WFH

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Work from home (WFH) di tengah pandemi COVID-19 seperti ini membuat sebagian orang justru malas untuk mandi. Sebagian berpikir, mandi tidak begitu penting karena selama karantina orang-orang hanya melakukan aktivitas di rumah saja. Padahal, kamu harus tetap menjaga kebersihan diri walaupun hanya beraktivitas di dalam rumah. 

Indonesia termasuk wilayah tropis yang cuacanya cenderung panas setiap hari. Nah, cuaca panas ini yang membuat kamu mudah berkeringat, lengket dan bau. Maka, kamu sepertinya wajib mandi setidaknya satu kali dalam sehari.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Kondisi yang Timbul Akibat Jarang Mandi

Lantas, apa jadinya kalau kamu jarang mandi selama WFH? Dikutip dari Healthline, kondisi-kondisi ini bisa terjadi kalau kamu jarang mandi, yaitu:

  1. Peningkatan Bau Badan

Sebagian besar tubuh tertutupi oleh kelenjar keringat. Kelenjar keringat ini bekerja menghasilkan keringat ketika tubuh terlalu panas, stres, banyak hormon atau aktif secara fisik. Keringat itu sebenarnya tidak berbau.

Namun, bau badan bisa muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri yang ada di kulit. Bau badan tidak bisa dihindari kalau kamu semakin jarang mandi. Bau biasanya akan lebih menyengat di area ketiak dan selangkangan.

  1. Mudah Mengalami Masalah Kulit

Risiko bau badan bukan satu-satunya alasan agar kamu mandi secara teratur. Kebersihan yang buruk akibat jarang mandi dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati, kotoran, dan keringat pada kulit. Hal ini dapat memicu jerawat, dan mungkin memperburuk kondisi seperti psoriasis, dermatitis, dan eksim.

  1. Rentan Kena Infeksi Kulit

Jarang mandi juga dapat memicu ketidakseimbangan bakteri baik dan buruk pada kulit. Terlalu banyak bakteri jahat meningkatkan risiko infeksi kulit. Hal ini bisa menyebabkan dermatitis neglecta, di mana bercak-bercak plak berkembang pada kulit akibat kulit yang tidak bersih. 

  1. Bisa Menyebabkan Hiperpigmentasi

Mandi dapat mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk pada kulit. Ketika kamu jarang mandi, sel-sel ini dapat menempel pada kulit dan menyebabkan hiperpigmentasi. Oleh karena itu, kamu perlu rutin mandi untuk mencegah kondisi ini. 

Baca juga: Ternyata Terlalu sering Mandi bisa Memberi Dampak Ini

Tips Mandi untuk Menjaga Kesehatan

Dihimpun dari Verywell Health, berikut tips mandi yang perlu dilakukan agar terhindar dari berbagai masalah kulit, yaitu:

  • Mandi air hangat. Air hangat bisa mengupas kulit dari minyak pelindung. Namun, kamu tidak disarankan untuk terlalu sering mandi air hangat. Cobalah untuk mandi air hangat setidaknya 1-2 kali seminggu saja.
  • Jangan mandi terlalu lama. Mandi terlalu lama bikin kulit kamu kering. Pastikan untuk mandi 5-10 menit saja.
  • Gunakan sabun yang melembapkan. Saat pergi membeli sabun, pilih sabun yang melembapkan. 
  • Bersikap lembut. Kalau kamu menggunakan body scrub atau loofah, jangan menggosok kulit terlalu keras. 
  • Pakai pelembap setelah mandi. Jika kulit kamu cenderung kering atau sensitif, gunakan lotion atau minyak bebas pewangi untuk melembapkan kulit.
  • Jaga agar pouf dan loofah bersih. Spons lembap, loofah, dan pouf shower adalah tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur. Biarkan mengering di luar kamar mandi dan ganti setidaknya setiap bulan.

Baca juga: Dampak Terlalu Sering Mandi Air Hangat

Meskipun cuma beraktivitas di rumah, pastikan kamu tetap rajin mandi. Kalau kamu terlanjur mengalami masalah kulit akibat jarang mandi, kamu bisa bertanya ke dokter melalui aplikasi Halodoc tentang perawatan dan obat-obatan yang bisa digunakan. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2020. How Often Should You Shower?.
Verywell Health. Diakses pada 2020. How Often Should I Shower?.