19 March 2018

Jangan Sering-sering Mandi Air Hangat, Ini Dampaknya

Jangan Sering-sering Mandi Air Hangat, Ini Dampaknya

Halodoc, Jakarta – Saat musim hujan atau cuaca sedang dingin, menggunakan air hangat untuk mandi di pagi dan sore hari memang paling enak. Selain bisa menghangatkan badan, mandi air hangat juga bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Tapi jangan sampai jadi kebiasaan ya, karena terlalu sering mandi air hangat malah bisa berdampak buruk untuk tubuh, lho.

Untuk mandi di pagi hari, kamu disarankan untuk menggunakan air dingin atau air dengan suhu ruangan, karena lebih bermanfaat dan bisa membuat kamu bersemangat untuk memulai aktivitas. Sedangkan pada malam hari, kamu boleh sesekali mandi air hangat jika tubuh terlalu lelah, karena air hangat berkhasiat merilekskan otot-otot tubuh, meredakan stres dan mengatasi insomnia.  

Suhu untuk mandi air hangat yang ideal adalah sekitar 37°C dan tidak boleh melebih 43°C. Sedangkan, menurut dokter kulit dr. Joshua Zeicher dari Mount Sinai Hospital di New York, lama mandi air hangat tidak boleh lebih dari 15 menit setiap kali mandi, dan sebaiknya dilakukan hanya sekali atau dua kali saja dalam seminggu. Berikut dampaknya kalau kamu mandi air hangat terlalu sering dan tidak mematuhi aturan amannya:

  1. Menurunkan Tekanan Darah

Membasuh tubuh dengan air bersuhu tinggi akan membuat pembuluh darah dalam kulit melebar, sehingga resistensi pembuluh darah perifer (resistensi oleh dinding pembuluh darah terhadap aliran darah) menurun. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan darah juga ikut turun. Kalau tekanan darah turun terlalu drastis, jantung terpaksa harus memompa lebih kuat dan lebih keras. Itulah mengapa kamu dianjurkan untuk tidak mandi air hangat terlalu lama, karena bisa menyebabkan kepalamu pusing dan berputar, bahkan sampai pingsan di kamar mandi. Bahaya banget kan kalau sampai hal itu terjadi?

  1. Suhu Tubuh Jadi Tidak Seimbang

Manusia memiliki panas dalam tubuh yang biasanya dikeluarkan melalui kulit yang membuat tubuh manusia tetap hangat. Tapi, saat mandi air hangat, kulit tidak bisa mengeluarkan panas tubuh dengan benar, sehingga tubuh menjadi kelebihan panas. Apalagi jika kamu mandi dengan air yang terlalu panas atau mandi air hangat terlalu lama, maka suhu tubuh akan menjadi lebih panas. Akibatnya, ketika kamu keluar dari kamar mandi dan terkena suhu udara di sekitar yang jauh lebih rendah, maka kamu bisa mengalami hipotermia dan mekanisme pengaturan suhu tubuh jadi lambat.   

  1. Mual dan Muntah

Punya kebiasaan mandi air hangat setelah selesai makan? Hati-hati, kamu bisa mual dan muntah. Hal ini karena aliran darah yang seharusnya mengalir ke saluran pencernaan, jadi langsung mengalir ke pembuluh darah di kulit karena air hangat. Nah, agar hal ini tidak terjadi, kamu sebaiknya mandi dulu baru menyantap makanan.

  1. Kulit Jadi Rusak

Selain membuat kulit jadi kering, menurut dokter kulit dr Ranella Hirsch, mandi air hangat terlalu sering juga dapat merusak kulit sebagai pertahanan tubuh alami. Kulit yang sering terkena uap atau air bersuhu tinggi terlalu sering, akan mudah terkena iritasi dan infeksi, karena populasi bakteri baik di kulit jadi berkurang.

  1. Membahayakan Janin

Sebenarnya enggak masalah kalau Ibu hamil ingin mandi dengan air hangat. Tapi ibu sebaiknya tidak menggunakan air bersuhu terlalu tinggi dan tidak mandi air hangat terlalu lama. Mandi dengan air bersuhu tinggi di awal-awal kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi.

Jadi, hindari mandi air hangat terlalu sering. Mandi air hangat sebaiknya dilakukan saat cuaca sedang dingin, jika kamu sedang sulit tidur, atau jika waktu sudah terlalu malam untuk mandi (Baca juga: Sauna dan Manfaatnya untuk Kesehatan Jantung). Kalau kamu sakit dan butuh saran dokter, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa membicarakan masalah kesehatan yang kamu alami dan minta rekomendasi obat dari dokter terpercaya melalui Video/Voice Call dan Chat. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.