• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Jahe Berkhasiat untuk Redakan Sakit Otot

Alasan Jahe Berkhasiat untuk Redakan Sakit Otot

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Ternyata, kandungan jahe tidak hanya mampu memberikan sensasi relaksasi terhadap sakit perut, tetapi juga menjadi pereda nyeri yang efektif untuk otot yang sakit. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The Journal Pain, minum teh jahe ataupun mengonsumsi jahe dalam bentuk suplemen efektif meredakan sakit otot akibat olahraga.

Mengapa jahe berkhasiat meredakan sakit otot? Jahe memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan antikanker. Karena itu, jahe dianggap dapat meningkatkan kekebalan tubuh secara menyeluruh. Informasi selengkapnya bisa dibaca di bawah ini!

Kandungan Jahe untuk Relaksasi Otot

Lebih lanjut mengenai manfaat jahe untuk sakit otot adalah hasil penelitian yang menunjukkan kalau ekstrak jahe sama efektifnya dengan ibuprofen. Karena itu, bisa mengurangi peradangan dan rasa sakit setelah operasi lutut.

Baca juga: Konsumsi Air Rebusan Jahe, Apa Manfaatnya?

Dosis tinggi ekstrak jahe juga efektif dalam mengobati orang dengan osteoartritis lutut. Tidak hanya dikonsumsi secara oral, mengaplikasikan krim atau gel yang mengandung jahe ke area yang sakit juga bisa mendapatkan manfaat yang sama. 

Sejauh ini konsumsi jahe untuk kesehatan—termasuk meredakan sakit otot bisa dilakukan dalam bentuk:

  1. Krim topikal, gel, atau minyak esensial.
  2. Kapsul.
  3. Teh.

Apapun bentuk yang kamu pilih, berhati-hatilah memilih suplemen. Butuh informasi lebih lengkap mengenai manfaat jahe, bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja. 

Aturan Konsumsi Jahe

Meskipun jahe pada umumnya aman dikonsumsi, tetapi beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan. Ini termasuk:

Baca juga: Rutin Konsumsi Kencur, Ini Manfaatnya untuk Tubuh

  1. Perut kembung.
  2. Mulas.
  3. Mual.

Risiko untuk mendapatkan efek samping bisa meningkat jika kamu mengonsumsi lebih dari dosis yang disarankan. Ada baiknya untuk berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi jahe, terutama jika punya riwayat kesehatan:

  1. Mengidap diabetes.
  2. Minum obat pengencer darah atau obat tekanan darah.
  3. Memiliki kelainan darah.
  4. Sedang hamil.
  5. Mengalami kekurangan berat badan.
  6. Memiliki batu empedu.

Jika kamu memilih untuk mengoleskan krim atau gel jahe, lakukan tes alergi. Jika kamu menggunakan minyak esensial, pastikan untuk mencampurnya dengan minyak netral lainnya sebelum dioleskan langsung ke kulit. Kamu juga harus melakukan tes alergi sebelum menggunakan minyak esensial tersebut. 

Sejatinya, peradangan adalah respons kekebalan yang memungkinkan tubuh menyembuhkan luka dan melawan infeksi. Peradangan menggambarkan proses perlindungan diri di mana tubuh melepaskan sel darah putih untuk memerangi infeksi dan membersihkan organisme berbahaya, seperti bakteri.

Peradangan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, terutama jika sudah kronis. Peradangan sering terjadi pada banyak jenis artritis dan berkontribusi terhadap rasa sakit di sekitar sendi yang terkena.

Jahe adalah bahan paling natural yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan modern. Jahe bermanfaat dalam mengatasi peradangan dan nyeri radang sendi, karena sifat anti-radangnya. 

Jahe paling baik dikonsumsi mentah tetapi bisa juga dalam bentuk bubuk, kapsul, dan minyak, atau jus. Perlu diketahui kalau ada banyak jenis obat herbal yang dapat memiliki sifat anti-inflamasi. Namun, bukti untuk mendukung ini masih kurang. Jahe adalah salah satu bahan natural yang sudah terbukti berkhasiat meredakan peradangan dan sakit otot.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2020. Ginger May Soothe Aching Muscles.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Can ginger help with arthritic pain?
Healthline. Diakses pada 2020. Ginger for Arthritis: Should I Give It a Try?