• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Rheumatoid Arthritis Bisa Memicu Sindrom Sjogren

Alasan Rheumatoid Arthritis Bisa Memicu Sindrom Sjogren

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sindrom Sjogren adalah kelainan pada sistem kekebalan tubuh yang dapat dikenali dengan dua gejalanya yang paling khas, yaitu mata kering dan mulut kering. Orang yang mengidap rheumatoid arthritis lebih berisiko untuk mengalami sindrom ini. Yuk, simak alasan mengapa rheumatoid arthritis dapat memicu sindrom Sjogren di sini.

Sindrom Sjogren adalah gangguan autoimun. Kondisi tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh keliru dan malah menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri. Pada sindrom Sjorgen, jaringan pertama yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh adalah kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur. Itulah mengapa sindrom Sjogren dapat menyebabkan penurunan produksi air mata dan air liur.

Rheumatoid Arthritis dan Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren sering terjadi bersamaan dengan gangguan autoimun lainnya, salah satunya rheumatoid arthritis (RA). Rheumatoid arthritis sendiri merupakan gangguan peradangan kronis yang dapat memengaruhi lebih dari sekadar persendian kamu. Pada beberapa orang, penyakit tersebut juga dapat merusak berbagai sistem tubuh, seperti kulit, mata, paru-paru dan pembuluh darah. 

Sekitar 15 persen orang yang mengidap rheumatoid arthritis mengalami komplikasi yang memengaruhi kelenjar air mata dan air liur yang menyebabkan kekeringan pada mulut, mata dan kulit, serta gejala tambahan yang semakin memperburuk kondisi radang sendi mereka. Kondisi inilah yang dinamakan sindrom Sjogren.

Jadi, gangguan autoimun pada rheumatoid arthritis tidak hanya dapat menyerang persendian, tetapi juga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami komplikasi berupa sindrom Sjogren.

Baca juga: Hubungan Sindrom Sjogren dengan Dermatitis Herpetiformis

Waspadai Gejala Sindrom Sjogren

Bagi kamu yang mengidap rheumatoid arthritis, kamu dianjurkan untuk mewaspadai sindrom Sjogren dengan mengenal gejalanya. Dua gejala sindrom Sjogren yang utama adalah:

  • Mata Kering. Mata kamu mungkin terasa, seperti terbakar, gatal, atau terasa seolah-olah ada pasir di dalamnya.
  • Mulut Kering. Mulut kamu mungkin terasa seperti penuh kapas, sehingga sulit untuk menelan maupun berbicara.

Selain gejala utama di atas, beberapa gejala berikut juga dapat muncul pada pengidap sindrom Sjogren:

  • Nyeri sendi, bengkak dan kaku.
  • Kelenjar ludah membengkak, terutama yang terletak di belakang rahang dan di depan telinga.
  • Kulit kering dan muncul ruam.
  • Kekeringan pada Miss V.
  • Batuk kering yang terus-menerus.
  • Sering merasa kelelahan.

Baca juga: Ini Cara Diagnosis Sindrom Sjogren

Cara Mencegah Sindrom Sjogren pada Pengidap Rheumatoid Arthritis

Guna mencegah terjadinya sindrom Sjogren, pengidap rheumatoid arthritis perlu mengatasi penyakitnya tersebut. Memang belum ada obat yang dapat menyembuhkan rheumatoid arthritis sepenuhnya. Namun, menurut studi klinis, pengobatan yang dilakukan lebih awal dengan menggunakan obat yang dikenal sebagai disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) dapat mengurangi gejala.

Berikut ini pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rheumatoid arthritis:

  • Obat-obatan

Jenis obat yang direkomendasikan oleh dokter, tergantung pada keparahan gejala dan berapa lama kamu mengidap rheumatoid arthritis. Berikut jenis obat yang biasanya digunakan untuk mengobati RA:

  • NSAID. Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dapat menghilangkan rasa sakit dan mengurangi peradangan.
  • Steroid. Obat kortikosteroid, seperti prednisone dapat mengurangi peradangan dan nyeri, serta memperlambat kerusakan sendi.
  • Obat Antirematik Pemodifikasi Penyakit (DMARDs). Obat ini dapat memperlambat perkembangan rheumatoid arthritis dan menyelamatkan sendi dan jaringan lain dari kerusakan permanen.
  • Agen Biologis. Obat ini bermanfaat untuk mengendalikan sistem kekebalan tubuh yang memicu peradangan yang menyebabkan kerusakan sendi dan jaringan.
  • Terapi

Dokter mungkin juga akan merujuk kamu pada ahli terapi fisik untuk mengajarkanmu latihan yang dapat membantu menjaga sendimu tetap fleksibel. Terapis juga dapat merekomendasikan kamu cara-cara baru untuk melakukan tugas sehari-hari yang akan mempermudah persendianmu.

  • Operasi

Namun, bila obat-obatan dan terapi gagal untuk mencegah atau memperlambat kerusakan sendi, dokter mungkin akan mempertimbangkan operasi untuk memperbaiki sendi yang rusak.

Baca juga: Usia Semakin Bertambah, Radang Sendi Mengincar?

Itulah penjelasan mengenai alasan rheumatoid dapat memicu sindrom Sjogren. Bila kamu masih ingin bertanya lebih lanjut mengenai rheumatoid arthritis atau sindrom Sjogren, gunakan saja aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk bertanya apa saja seputar kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sjogren's syndrome.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Rheumatoid arthritis.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Rheumatoid Arthritis and Sjögren’s Syndrome: Understanding the Link.